Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh Dr. Helga Graciani Hidajat, S.Pd., M.A., dosen Psikologi Universitas Negeri Malang, bersama mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang. Program ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung perkembangan psikologis anak melalui pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperkuat aspek karakter, kesadaran diri, regulasi emosi, serta kemampuan anak dalam menghadapi proses belajar.
Grit merupakan salah satu kemampuan psikologis yang berperan penting dalam keberhasilan individu karena berkaitan dengan ketekunan dan konsistensi dalam mencapai tujuan jangka panjang. Pada usia sekolah dasar, pengembangan grit menjadi penting karena anak mulai membangun pemahaman mengenai cita-cita, harapan akademik, serta cara menghadapi berbagai tantangan selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, Creative Education Project dalam program Rumah Residensi Bocah dirancang menggunakan pendekatan berbasis mindfulness untuk membantu siswa meningkatkan kesadaran terhadap diri, tujuan, emosi, dan proses yang harus dilakukan untuk mencapai harapan.
Melalui pendekatan mindfulness yang dikemas secara kreatif, siswa diajak untuk mengenali dan memahami harapan yang ingin dicapai serta merefleksikan usaha yang telah maupun belum dilakukan. Anak-anak menuangkan harapan mereka melalui lembar kerja dan menempatkannya pada media kreatif berupa Daun Harapan dalam Pohon Harapan. Aktivitas ini membantu siswa menyadari bahwa setiap tujuan membutuhkan proses, usaha, dan komitmen yang dilakukan secara bertahap.
![]() |
| Gambar 1. Siswa melakukan aktivitas pohon harapan |
Selanjutnya, siswa diajak mengenali potensi diri melalui aktivitas Rumah Potensiku. Dalam kegiatan ini, anak belajar memahami kelebihan yang dimiliki, aspek yang masih perlu dikembangkan, serta langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan untuk mendukung pencapaian harapan mereka. Melalui proses refleksi tersebut, siswa mulai memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Program ini juga menghadirkan aktivitas Jendela Rumahku, yaitu kegiatan yang mendorong siswa untuk melihat dan menyadari potensi terbaik yang ada dalam dirinya. Anak-anak diajak memahami kekuatan pribadi yang dapat dikembangkan serta mengenali berbagai aspek diri yang masih dapat ditingkatkan. Proses ini bertujuan membangun kesadaran diri (self-awareness) sehingga siswa memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu bertumbuh melalui usaha dan pengalaman belajar.
Selain membangun kesadaran diri, Creative Education Project juga memberikan perhatian pada kemampuan siswa dalam mengelola emosi melalui aktivitas Jangkar Ketenangan. Pada tahap ini, siswa diajak mengenali berbagai emosi yang muncul ketika menghadapi perjalanan dalam mencapai harapan, seperti rasa kecewa, takut gagal, atau kehilangan motivasi. Dengan pendekatan mindfulness, anak belajar memahami kondisi emosinya dan mengembangkan strategi untuk mengelola perasaan tersebut agar tetap mampu melanjutkan usaha dalam mencapai tujuan.
![]() |
| Gambar 2. Siswa melakukan refleksi terkait potensi dan harapan akademik. |
Penguatan ketangguhan siswa dilakukan melalui aktivitas Menara Tahan Banting. Dalam kegiatan ini, siswa mengikuti permainan menyusun kartu yang mengajak mereka memahami bahwa kegagalan, kesedihan, dan hambatan merupakan bagian dari proses mencapai harapan. Anak-anak belajar bahwa pengalaman negatif bukan menjadi akhir dari perjuangan, melainkan kesempatan untuk mencoba kembali, memperbaiki strategi, dan menjadi lebih kuat. Aktivitas ini membantu mengembangkan sikap resilien serta memperkuat aspek ketekunan yang menjadi bagian penting dalam grit.
![]() |
| Gambar 3. Siswa melakukan aktivitas menara tahan banting |
Pada tahap akhir, siswa mengikuti aktivitas Prestasi Kecilku, yaitu kegiatan refleksi untuk mengenali berbagai pencapaian yang telah diperoleh, baik dalam bidang akademik maupun perkembangan pribadi. Anak-anak diajak menghargai setiap proses dan keberhasilan kecil yang telah dicapai, sekaligus menyusun strategi pengembangan diri untuk mencapai tujuan berikutnya. Melalui kegiatan ini, siswa memahami bahwa kemajuan sekecil apa pun merupakan bagian penting dari perjalanan menuju keberhasilan.
Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa Creative Education Project berbasis mindfulness melalui Rumah Residensi Bocah mampu meningkatkan grit pada siswa sekolah dasar. Siswa yang sebelumnya belum memiliki kesadaran mengenai tujuan dan harapan akademiknya mulai mampu memahami serta menyusun harapan yang ingin dicapai. Mereka juga mulai mengenali potensi diri yang dapat dikembangkan sebagai modal dalam mencapai tujuan akademik maupun pribadi.
Selain peningkatan kesadaran terhadap tujuan dan potensi diri, program ini juga menunjukkan perkembangan pada aspek ketangguhan siswa. Anak-anak mulai memahami pentingnya usaha yang konsisten, kemampuan mengelola emosi, serta keberanian untuk bangkit ketika menghadapi kesulitan. Dengan demikian, siswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar hasil akhir, tetapi juga memahami pentingnya proses, ketekunan, dan kemampuan bertahan dalam menghadapi tantangan.
Pengabdian Masyarakat ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas melalui penguatan aspek psikologis anak. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam mendukung SDGs 4 dengan menciptakan pembelajaran yang lebih holistik, yaitu pendidikan yang tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki harapan, kesadaran diri, ketangguhan, dan daya juang untuk menghadapi masa depan.
![]() |
| Gambar 4. Foto bersama dalam pengabdian Masyarakat yang berjudul Rumah Residensi Bocah |







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?