Banner Iklan

Purbaya: Harga Minyak Sentuh 100 Dollar AS, APBN Tetap Stabil dan BBM Subsidi Tak Berubah

Erdogan Thayyib
28 Juli 2026 | 10.01 WIB Last Updated 2026-07-28T03:08:28Z

 

Purbaya Yudhi Sadewa (Dok. IG MenkeuRI)

JAKARTA, JATIMSATUNEWS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan lonjakan harga minyak dunia hingga menyentuh level 100 dollar AS per barel belum mengganggu stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap dipertahankan di tengah meningkatnya tekanan pasar energi global.

Purbaya menjelaskan, pemerintah sejak awal telah menyusun APBN dengan asumsi harga minyak sebesar 100 dollar AS per barel. Karena itu, kenaikan harga yang terjadi saat ini masih berada dalam proyeksi fiskal yang telah diperhitungkan sebelumnya.

“Waktu stimulus kemarin dilakukan kan anggaran dengan asumsi harga minyak 100 dollar AS. Jadi enggak ada perubahan,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Meski demikian, ia mengakui ruang fiskal pemerintah menjadi lebih terbatas dibandingkan ketika harga minyak sempat berada di bawah asumsi APBN. Kondisi tersebut membuat pemerintah akan lebih selektif dalam memberikan tambahan anggaran kepada kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

Menurut Purbaya, ketika harga minyak turun, pemerintah memiliki peluang yang lebih besar untuk menambah belanja negara. Namun dengan harga kembali berada di level 100 dollar AS per barel, ruang tersebut menyempit sehingga pengelolaan anggaran harus dilakukan lebih hati-hati.

Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila harga minyak dunia kembali meningkat di atas level tersebut. Presiden Prabowo Subianto, kata Purbaya, telah meminta Kementerian Keuangan menyusun sejumlah simulasi fiskal dengan berbagai skenario harga minyak sebagai langkah mitigasi terhadap potensi tekanan ekonomi global.

“Kemarin di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda. Bukan 100 dollar AS saja atau lebih, jadi gimana kita anggarannya. Jadi sedang kita hitung,” katanya.

Purbaya juga memastikan kenaikan harga minyak dunia tidak akan berdampak pada harga BBM bersubsidi. Pemerintah berkomitmen menjaga harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, sementara penyesuaian harga BBM nonsubsidi tetap menjadi kewenangan PT Pertamina (Persero) sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kalau yang subsidi akan kita jaga terus,” tegasnya.

Ia menambahkan, APBN masih memiliki kapasitas untuk menyerap dampak kenaikan harga minyak karena asumsi dasar yang digunakan pemerintah tidak berubah.

Sebelumnya, harga minyak dunia kembali menembus level 100 dollar AS per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global setelah adanya gangguan jalur distribusi di kawasan Laut Merah dan Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Purbaya: Harga Minyak Sentuh 100 Dollar AS, APBN Tetap Stabil dan BBM Subsidi Tak Berubah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?