Banner Iklan

Keren! Cegah Pencemaran, Mahasiswa FTAB UB Malang Ajari Emak-Emak PKK Purwodadi Sulap Jelantah Jadi Lilin

Admin JSN
27 Juli 2026 | 19.26 WIB Last Updated 2026-07-27T12:26:48Z
Antusiasme dan keceriaan ibu-ibu PKK Kelurahan Purwodadi, Kota Malang, saat memamerkan lilin hasil daur ulang minyak jelantah usai mengikuti pelatihan bersama mahasiswa FTAB Universitas Brawijaya.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Siapa sangka minyak sisa menggoreng alias jelantah yang kerap berujung di selokan bisa disulap jadi barang bermanfaat? Itulah yang digagas oleh Muhammad Lutfi, mahasiswa tangguh dari Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Melalui program Mahasiswa Membangun Mitra (3M), Lutfi turun langsung ke Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada Sabtu (27/06/2026). Sasarannya tak lain adalah ibu-ibu PKK setempat. Ia memberikan pelatihan khusus untuk menyulap limbah limbah rumah tangga berupa minyak jelantah menjadi lilin sederhana yang ramah lingkungan.

Langkah inovatif ini bukan tanpa alasan. Selama ini, minyak jelantah sering kali dipandang sebelah mata dan dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah. Padahal, kebiasaan buruk ini bisa menyumbat got, mencemari air, hingga menurunkan kualitas tanah. Dari situlah, inovasi lilin jelantah hadir sebagai solusi cerdas ala rumah tangga.

Antusiasme Emak-Emak PKK dan Bukti Nyata

Diikuti oleh 12 anggota PKK Kelurahan Purwodadi, acara berlangsung gayeng dan interaktif. Tak cuma dicekoki teori soal bahaya limbah, para peserta langsung diajak praktik unjuk gigi!

Mulai dari tahapan menyaring kotoran pada minyak, mencampur bahan, hingga proses mencetak lilin, semuanya dilakukan dengan penuh antusias. Sebagai 'oleh-oleh' ilmu, mahasiswa UB ini juga membagikan leaflet panduan lengkap agar ibu-ibu bisa terus berkreasi di rumah.

Hasil pelatihannya pun tak main-main. Dari evaluasi pretest dan posttest yang dilakukan, tingkat pemahaman ibu-ibu ini meroket tajam. Skor rata-rata yang awalnya hanya 2,18 melesat ke angka 3,65 (dari skala maksimum 4).

Bahkan, dari yang awalnya 11 orang sama sekali tak tahu menahu cara membuat lilin dari jelantah, kini seluruh peserta sukses naik kelas ke kategori 'paham' hingga 'sangat paham'.

Dukung SDGs dan Tuai Apresiasi Warga

Dosen pembimbing lapang, Rizki L. R. Silalahi, Ph.D., turut mengacungi jempol atas inisiatif program kerja individu mahasiswanya tersebut. Menurutnya, aksi nyata ini sangat selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global.

"Kegiatan ini turut mendukung SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak dengan menekan pencemaran air, SDG 11 untuk Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Semoga lewat langkah sederhana ini, makin banyak warga yang terdorong untuk mengelola jelantah secara bijak," papar Rizki.

Respons positif dan senyum sumringah pun datang dari warga setempat. Rahayu Ningtyas, salah satu peserta pelatihan, mengaku bersyukur atas ilmu baru yang didapatnya hari itu.

"Terima kasih untuk adik-adik mahasiswa yang sudah melatih dan mengajari kami. Ternyata seru juga belajar bikin lilin dari minyak jelantah. Padahal biasanya minyak-minyak ini kami buang begitu saja. Nyatanya bisa jadi sesuatu yang bermanfaat," tuturnya mengapresiasi.

Melalui sentuhan mahasiswa, limbah yang tadinya bikin resah, kini sukses diubah jadi lilin yang membawa berkah!


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Keren! Cegah Pencemaran, Mahasiswa FTAB UB Malang Ajari Emak-Emak PKK Purwodadi Sulap Jelantah Jadi Lilin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now