Harganas 2026 di Kabupaten Malang, Wagub Emil Dardak Pemprov Jatim beri penghargaan pada kepala daerah diantaranya Walikota Pasuruan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Malang dimanfaatkan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, sekaligus mencegah semakin maraknya fenomena fatherless atau minimnya peran ayah dalam pengasuhan anak.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., mengatakan pembangunan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Menurutnya, keluarga memerlukan pendampingan dan perhatian serius dari pemerintah agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
"Momen Harganas ini menunjukkan bahwa kalau kita mau membangun bangsa dan negara, tidak selalu hanya dengan membangun jalan atau mendirikan gedung sekolah. Tetapi unit yang paling penting, yaitu keluarga, butuh kehadiran pemerintah, bukan sesuatu yang otomatis dibiarkan berjalan alami tanpa kehadiran pemerintah," ujar Emil.
Ia menjelaskan, konsep keluarga berencana saat ini telah mengalami perubahan paradigma. Perencanaan keluarga bukan lagi sebatas penggunaan alat kontrasepsi, melainkan bagaimana pasangan mempersiapkan kehidupan rumah tangga secara matang sejak sebelum menikah hingga membesarkan anak.
Menurut Emil, pola pikir masyarakat juga perlu berubah dari sekadar "gimana nanti" menjadi "nanti gimana", sehingga setiap tahapan kehidupan keluarga dapat dipersiapkan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyoroti meningkatnya fenomena fatherless yang dinilai menjadi tantangan serius bagi tumbuh kembang anak. Ia menegaskan bahwa pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi membutuhkan kerja sama yang seimbang antara ayah dan ibu.
"Jangan sampai komunikasi itu putus. Karena kalau anak jadi korban bullying, atau ada yang menawarkan hal-hal tidak baik, anak belum bijak untuk menilai. Pengalaman saya, anak-anak bisa terpengaruh vape, bayangkan kalau itu ternyata narkoba yang berbahaya. Jadi, kehadiran ayah dan ibu bersama-sama sangat penting," pesannya.
Emil menilai komunikasi yang hangat dan terbuka di dalam keluarga merupakan benteng pertama untuk melindungi anak dari berbagai ancaman sosial maupun pengaruh negatif perkembangan teknologi digital.
Sementara itu, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M., menjelaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga dilakukan melalui pendekatan siklus kehidupan yang menyeluruh dalam Program Bangga Kencana.
Program tersebut mencakup pendampingan sejak calon pengantin, masa kehamilan, persalinan, menyusui, tumbuh kembang balita, hingga pendampingan bagi kelompok lanjut usia.
"Itu semuanya siklus kehidupan diurus dari Kependudukan Bangga Kencana. Tentunya dengan perencanaan-perencanaan yang ada, sesuai dengan tahapan-tahapan, itu semuanya akan dilalui. Apapun yang direncanakan pasti hasilnya akan baik," tegas Shodiqin.
Ia menambahkan bahwa perencanaan yang baik akan menghasilkan keluarga yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekaligus menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Harganas tingkat Provinsi Jawa Timur, Bupati Malang HM Sanusi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam meningkatkan kualitas keluarga melalui berbagai program lintas sektor.
Menurutnya, pembinaan keluarga sehat dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, peningkatan pemenuhan gizi masyarakat, serta memastikan seluruh anak memperoleh pendidikan dasar yang layak.
"Untuk membentuk keluarga sehat, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan memberikan sosialisasi pembinaan keluarga sehat. Yang kedua, gizi masyarakat kita jaga agar tercukupi, dan yang ketiga, pendidikan dasar harus terpenuhi," ujar Sanusi.
Rangkaian Peringatan Harganas 2026 di Kabupaten Malang juga diwarnai dengan penyerahan berbagai penghargaan dari Kementerian kepada kepala daerah dan Tim Penggerak PKK yang dinilai berhasil menjalankan program pembangunan keluarga.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun keluarga Indonesia yang tangguh, berkualitas, serta mampu melahirkan generasi emas menuju Indonesia Maju. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?