Banner Iklan

FITK UIN Malang Siapkan Kurikulum Masa Depan Mengintegrasikan Psikologi Pendidikan dan Kecerdasan Buatan untuk Mencetak Pendidik Unggul

M. Kholilur Rohman
31 Juli 2026 • 09.32 WIB

 

Foto: Suasana rapat

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sebagai bagian dari persiapan pembentukan Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), FITK menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Bahan Kajian dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Rumpun Psikologi Pendidikan dan Kecerdasan Buatan pada Rabu (29/7/2026) di Meeting Room Lantai 1 Gedung Megawati.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai forum akademik untuk merumuskan kurikulum yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Muh. Yunus, M.Si., yang menegaskan pentingnya penyusunan bahan kajian yang mampu menjadi fondasi bersama bagi seluruh program studi di lingkungan FITK.

Menurutnya, penguatan rumpun Psikologi Pendidikan harus mampu membangun kompetensi calon pendidik dalam memahami karakter peserta didik, sementara mata kuliah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) perlu menjadi instrumen yang membantu mahasiswa menelusuri referensi ilmiah, mengembangkan gagasan, serta menghasilkan karya akademik yang berkualitas.

Arahan strategis juga disampaikan oleh Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. Beliau menegaskan bahwa transformasi pendidikan menuntut lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab dinamika pembelajaran di era digital. Menurut beliau, lulusan FITK harus memiliki kemampuan mengembangkan sumber belajar dan media pembelajaran berbasis teknologi terkini, sekaligus memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan psikologis yang dihadapi peserta didik.

Beliau juga mengimbau agar mata kuliah rumpun Psikologi Pendidikan dan Kecerdasan Buatan mulai diberikan sejak semester pertama sehingga mahasiswa memiliki fondasi kompetensi yang kuat sejak awal perkuliahan. Selain itu, pengampu mata kuliah harus berasal dari dosen yang memiliki keahlian sesuai bidangnya agar proses pembelajaran berlangsung secara optimal.

Untuk memperkaya penyusunan RPS, FITK menghadirkan Prof. Dr. Esa Nur Wahyuni, M.Pd., Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling FITK UIN Malang. Dalam arahannya, beliau memberikan berbagai masukan terhadap draft RPS yang telah disusun oleh masing-masing tim penyusun.

Beliau menekankan bahwa pendidikan inklusif harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kurikulum pendidikan guru. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, calon pendidik harus dibekali kemampuan merancang pembelajaran, media, serta sistem evaluasi yang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.

Penguatan kurikulum juga mendapat kontribusi dari Ainatul Mardhiyah, M.Cs., yang menjadi bagian dari tim penyusun RPS Literasi Digital dan Kecerdasan Buatan. Beliau menjelaskan bahwa mata kuliah ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar coding, algoritma, literasi digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis dan produktif dalam dunia pendidikan. Melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerja teknologi digital sehingga dapat mengembangkannya sebagai media pembelajaran yang inovatif.

Penyusunan bahan kajian dan RPS ini menjadi langkah strategis FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menyiapkan kurikulum yang responsif terhadap perubahan zaman. Integrasi Psikologi Pendidikan, pendidikan inklusif, literasi digital, dan kecerdasan buatan menunjukkan bahwa FITK tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi berupaya memimpin transformasi pendidikan melalui kurikulum yang visioner.

Kehadiran Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam diharapkan semakin memperkuat peran FITK dalam melahirkan pendidik yang profesional, adaptif, berkarakter, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi semua peserta didik.

Pendidikan masa depan membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kepekaan psikologis, dan penguasaan teknologi. Melalui penyusunan kurikulum yang kolaboratif ini, FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya siap mengajar, tetapi juga siap menjadi agen perubahan di tengah transformasi dunia pendidikan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FITK UIN Malang Siapkan Kurikulum Masa Depan Mengintegrasikan Psikologi Pendidikan dan Kecerdasan Buatan untuk Mencetak Pendidik Unggul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?