Banner Iklan

Dosen Kimia UB Berdayakan Warga Dusun Kunci Melalui Pelatihan Analisis Fitokimia Bahan Jamu Herbal

Admin JSN
28 Juli 2026 • 12.02 WIB

 

Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Kunci mengikuti pelatihan pengujian fitokimia bahan jamu herbal bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB).

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) bagi masyarakat Dusun Kunci, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang pada Minggu (19/07/2026).

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr.Sc. Siti Mariyah Ulfa dengan beranggotakan Tim dari Laboratorium Kimia Organik, yaitu Dr. Moh. Farid Rahman dan Masruri, Ph.D.. Tim ini mengusung program sains aplikatif yang berfokus pada analisis dan deteksi kandungan fitokimia pada bahan dasar jamu herbal guna meningkatkan kualitas serta nilai guna tanaman obat lokal.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi secara komprehensif mengenai senyawa fitokimia, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, yang berperan penting dalam memberikan manfaat kesehatan pada ramuan jamu tradisional. Tidak hanya sebatas teori, Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Dusun Kunci sebagai peserta dalam kegiatan ini, diajak langsung untuk melakukan praktik uji kualitas dan deteksi kandungan aktif secara mandiri menggunakan metode reagen atau pereaksi sederhana yang aman dan mudah diterapkan sehari-hari.

"Kami ingin memberikan edukasi berbasis keilmuan kimia yang dapat diserap dengan mudah oleh masyarakat. Melalui pengujian fitokimia sederhana ini, warga dapat memastikan kualitas serta efektivitas bahan baku herbal yang digunakan untuk jamu tradisional," ujar Ketua Tim PkM Kimia UB, Dr.Sc. Siti Mariyah Ulfa.

Antusiasme warga Dusun Kunci terlihat dari keaktifan mereka saat sesi diskusi dan praktik langsung bersama Dr. Moh. Farid Rahman serta Masruri, Ph.D. Dengan diadakannya pelatihan TTG ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu memproduksi jamu secara turun-temurun, tetapi juga memiliki standar pengetahuan ilmiah dasar mengenai keamanan dan potensi bahan alami yang mereka olah.

Langkah ini sekaligus menjadi komitmen Departemen Kimia Universitas Brawijaya untuk terus menghadirkan sains yang aplikatif, berdampak, dan mampu mendorong kemandirian ekonomi serta kesehatan masyarakat berbasis potensi desa.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kualitas dan keamanan jamu herbal, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna kepada masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong peningkatan kualitas produk herbal lokal yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi sains dan teknologi tepat guna berbasis kimia, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemberdayaan berbasis potensi desa.


 

 


 




Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen Kimia UB Berdayakan Warga Dusun Kunci Melalui Pelatihan Analisis Fitokimia Bahan Jamu Herbal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?