Banner Iklan

KKN Bela Negara UPN VJT Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Lingkungan di Desa Jarak melalui Edukasi dan Penerapan Biopori

Admin JSN
28 Juli 2026 • 12.22 WIB

Momen pemasangan biopori oleh Mahasiswa KKN Bela Negara 34 UPN "Veteran" Jatim di Desa Jarak, Jombang, sebagai upaya edukasi pengelolaan sampah organik.

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bela Negara 34 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur melaksanakan edukasi pengelolaan sampah organik melalui biopori di RT 03 RW 01, Dusun Jarak Krajan, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, pada 19–22 Juli 2026 . Sebanyak 15 titik biopori dengan diameter pipa 4 Inch dan kedalaman 50cm yang dipasang di rumah-rumah warga Dusun Krajan sebagai upaya mengurangi kebiasaan membakar sampah organik sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi pupuk kompos.

Program ini berawal dari hasil observasi tim KKN Bela Negara yang menemukan masih banyak warga mengelola sampah organik, terutama dedaunan, dengan cara dibakar. Padahal, sampah organik tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi kompos melalui biopori sehingga lebih bernilai dan ramah lingkungan.

Yehezkiel Theo Culver selaku panitia sekaligus Divisi Acara mengatakan, biopori dipilih karena dinilai sebagai solusi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat dalam mengelola sampah organik.

"Di Desa Jarak, sampah organik seperti daun masih sering dibakar. Padahal, melalui biopori sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi kompos sehingga lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan polusi," ujarnya.

Selama empat hari pelaksanaan, delapan mahasiswa yang tergabung dalam tim program kerja membuat sekaligus memasang 15 titik biopori di rumah-rumah warga Dusun Krajan. 

Kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai fungsi biopori, cara penggunaannya, serta pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ibu Wati, salah seorang warga Dusun Krajan, mengaku senang karena sampah organik yang selama ini dibakar kini dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna."Saya senang ada program ini. Daun-daun yang biasanya dibakar sekarang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk, jadi lebih bermanfaat daripada dibuang atau dibakar," kata Ibu Wati.

Yehezkiel mengatakan antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, warga menyambut baik program tersebut karena memberikan alternatif yang lebih bermanfaat dalam mengelola sampah organik.

"Masyarakat senang karena daun-daun yang sebelumnya hanya dibakar kini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk melalui biopori. Harapannya, cara ini dapat terus diterapkan oleh warga," tuturnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara lebih bijak. Tim KKN Bela Negara 34 UPN Veteran Jawa Timur berharap pemanfaatan biopori dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di Desa Jarak.

penulis : Yehezkiel Theo Culver


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KKN Bela Negara UPN VJT Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Lingkungan di Desa Jarak melalui Edukasi dan Penerapan Biopori

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?