Banner Iklan

BI Perkuat Stabilitas Rupiah untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Erdogan Thayyib
29 Juli 2026 • 10.41 WIB


JAKARTA, JATIMSATUNEWS.COM – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Di tengah tingginya ketidakpastian global, bank sentral terus memperkuat bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan penguatan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu fokus utama kebijakan Bank Indonesia.

“Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi,” ujar Erwin dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, Bank Indonesia tidak hanya mengandalkan suku bunga acuan, tetapi juga mengoptimalkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan menarik aliran modal asing.

Instrumen yang digunakan antara lain melalui strategi triple intervention di pasar valuta asing yang mencakup pasar spot, non-deliverable forward (NDF), dan domestic non-deliverable forward (DNDF). Selain itu, BI juga mengoptimalkan pemanfaatan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan lindung nilai DNDF.

“Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam,” kata Erwin.

Di sisi lain, BI terus memperkuat pengelolaan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan agar tetap memadai. Penerbitan SRBI juga akan disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas sekaligus mendukung masuknya investasi portofolio asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain menjaga stabilitas moneter, BI juga mengoptimalkan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas sekaligus memperkuat mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar penyaluran pembiayaan menjadi lebih efektif.

Bank Indonesia juga melanjutkan percepatan digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari upaya memperkuat efisiensi transaksi ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • BI Perkuat Stabilitas Rupiah untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?