Banner Iklan

Umar Sjaifudin Ajak Mahasiswa Mengenal Data BPS, Fondasi Analisis Statistik untuk Dunia Akademis dan Dunia Kerja

Admin JSN
19 Juni 2026 | 19.59 WIB Last Updated 2026-06-19T12:59:46Z
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin mengajak mahasiswa mengenal data BPS sebagai fondasi analisis statistik untuk dunia akademis dan dunia kerja./dok.UB

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin hadir di MIPA Talent Center Universitas Brawijaya pada Jumat (19/6).

Kehadirannya disertai upaya mengajak mahasiswa terutama di UB untuk mengenal data BPS sebagai fondasi analisis statistik yang berguna untuk dunia akademis dan dunia kerja.

Menurut materi Umar, data resmi yang disajikan BPS dapat dimanfaatkan untuk penelitian, analisis, dan pengambilan keputusan.

Tiga poin penting terungkap pada materi ini, yaitu data sebagai aset, statistik untuk pemahaman, dan BPS sebagai rujukan.

Data sebagai aset dapat melandasi adanya informasi yang berkualitas sebagai kunci di era digital.

Statistik untuk pemahaman artinya pembaca data tersebut dapat memahami kondisi sosial dan ekonomi secara ilmiah.

BPS sebagai rujukan adalah penegasan bahwa ada sumber data resmi dan tepercaya di Indonesia yakni BPS.

Menurut Umar, data sangat penting karena data yang baik dapat menghasilkan keputusan yang lebih tepat, terukur, dan bertanggung jawab.

Prosesnya melibatkan penghimpunan data mentah, mengumpulkan informasi secara terstruktur, analisis mendalam, dan menghasilkan keputusan berbasis bukti.

Ada lima fungsi dari data, yaitu:
1. Untuk memahami kondisi nyata. Menggambarkan keadaan masyarakat secara objektif.
2. Untuk dasar perencanaan. Menyusun dan mengevaluasi program secara tepat sasaran.
3. Untuk mengurangi asumsi. Pengambilan keputusan berbasis fakta, bukan dugaan.
4. Untuk mendukung penelitian. Menjamin kualitas dan validitas karya ilmiah.
5. Untuk menemukan peluang. Mengidentifikasi masalah dan potensi yang belum terlihat.

Menurut materi Umar, BPS adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab menyelenggarakan statistik nasional Indonesia.

Empat peran BPS adalah penyedia statistik resmi, penjamin kualitas data, rujukan nasional, dan pendukung pembangunan.

Badan Pusat Statistik satu-satunya lembaga resmi penyedia data statistik nasional. BPS juga menjamin akurasi, keterbandingan, dan konsistensi data. BPS juga dipercaya pemerintah, akademisi, dan masyarakat luas. Lalu, BPS menyediakan data untuk perencanaan dan evaluasi kebijakan.

Ada delapan kategori data utama yang dihasilkan BPS, yaitu kependudukan, ketenagakerjaan, kemiskinan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, pertanian, industri, dan perdagangan.

Indikator utama dalam mengumpulkan data adalah tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, indeks harga konsumen (IHK), dan produk domestik regional bruto (PDRB).

BPS mengumpulkan data melalui metode statistik yang terstandar dan dapat dipertanggungjawabkan dengan tiga metode, yakni sensus, survei, dan data administrasi.

Ketiga metode ini saling melengkapi untuk menghasilkan statistik resmi yang komprehensif.

Sensus penduduk dilaksanakan BPS tiap 10 tahun untuk memotret seluruh penduduk Indonesia.

Survei Sosial Ekonomi Indonesia (Susenas) dilakukan untuk menghimpun data kesejahteraan rumah tangga.

Lalu, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) untuk mengumpulkan data ketenagakerjaan terkini.

Pada praktiknya, BPS menghubungkan teori statistik dengan data nyata. Data BPS adalah laboratorium nyata bagi mahasiswa statistik untuk menerapkan berbagai metode analisis.

Proses ini mencakup statistik deskriptif (profil kependudukan), analisis regresi (faktor kemiskinan), deret waktu (tren inflasi), analisis kewilayahan (ketimpangan daerah), dan pemodelan sosial ekonomi (pengangguran lulusan).

Contoh topik penelitian yang ditampilkan pada materi Kepala BPS Kota Malang adalah faktor yang memengaruhi kemiskinan, maka menggunakan regresi dengan data Susenas antarprovinsi.

Analisis pengangguran lulusan perguruan tinggi, maka menggunakan tabulasi silang data Sakernas.

Ketimpangan pembangunan antarwilayah, maka menggunakan Indeks Gini dan PDRB per kapita.

Data BPS dapat diakses gratis dan terbuka melalui berbagai kanal digital yang mudah digunakan. Tinggal mencari data yang dibutuhkan, mengunduh dataset, olah data, analisis, dan sajikan hasilnya.

Situs web resmi BPS adalah bps.go.id yang melakukan publikasi digital berupa laporan, tabel statistik, dan mikrodata yang tersedia untuk diunduh.

BPS juga menyediakan portal layanan statistik yang berisi SIRS, Sensus Online, dan API data untuk pengembang.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi statistik yang berbasis data.

Data adalah aset strategis pembangunan, dan lulusan statistik berperan penting mengubahnya menjadi informasi dan rekomendasi yang bermakna.

Tiga pesan dari Umar adalah manfaatkan BPS, kembangkan kompetensi, dan hasilkan dampak.

BPS menyediakan data tepercaya dan berkualitas untuk penelitian dan analisis.

Mahasiswa harus mengasah kemampuan analisis, visualisasi, dan komunikasi data secara berkelanjutan.

Mahasiswa juga harus bisa mengubah data menjadi rekomendasi yang mendukung pengambilan keputusan lebih baik.

"Data yang baik bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk menghasilkan pemahaman dan tindakan yang lebih tepat," ujar Umar.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin hadir di MIPA Talent Center Universitas Brawijaya./dok.UB

Melalui materi Umar, diketahui pula jika BPS Kota Malang mengimbau masyarakat Kota Malang untuk menerima kedatangan petugas sensus ekonomi 2026 dalam kurun waktu 1 Juni–31 Agustus 2026.

"Setiap data yang Anda berikan adalah kontribusi nyata untuk pembangunan ekonomi yang lebih baik," tandas BPS Kota Malang. ***

Penulis: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Umar Sjaifudin Ajak Mahasiswa Mengenal Data BPS, Fondasi Analisis Statistik untuk Dunia Akademis dan Dunia Kerja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now