Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Guest Lecture (Kuliah Tamu) bertema “Akselerasi Skripsi Pendidikan Matematika: Praktik Etis dan Efektif Berbasis Artificial Intelligence” pada Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang LPM Gedung Rektorat Lantai 4 tersebut diikuti oleh Mahasiswa Tadris Matematikayang tengah mempersiapkan tugas akhir. Kuliah tamu menghadirkan Syaiful Syamsuddin, M.Pd., Dosen IAIN Curup sekaligus praktisi pendidikan yang aktif mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk efisiensi akademik. Acara berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Taufiq Satria Mukti, M.Pd. sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Syaiful menyoroti fenomena keterlambatan kelulusan yang masih menjadi tantangan bagi Mahasiswa tingkat akhir. Berdasarkan sintesis sejumlah penelitian di Indonesia, ia menjelaskan bahwa hambatan terbesar dalam penyelesaian skripsi adalah kesulitan menentukan topik atau judul penelitian yang dialami sekitar 85% Mahasiswa.
Selain itu, sebanyak 78% Mahasiswa mengalami kendala dalam mencari referensi yang relevan, 74% kesulitan menyusun kajian teori, serta 67% menghadapi hambatan pada aspek metodologi dan analisis data.
Foto: Pemaparan materi
Sebagai solusi, Syaiful memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai pendamping proses penelitian yang dapat membantu mahasiswa bekerja lebih efektif. Ia menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai asisten riset yang mendukung proses berpikir dan penyusunan struktur penelitian, bukan sebagai sarana plagiarisme atau praktik copy-paste.
Pada sesi praktik, peserta dibekali keterampilan menyusun prompt AI yang profesional untuk mendukung berbagai tahapan penyusunan skripsi. Pemanfaatan AI diperagakan mulai dari penyusunan kerangka berpikir berbasis hubungan antarvariabel, pemetaan komponen metode penelitian seperti populasi, sampel, teknik sampling, instrumen validitas dan reliabilitas, hingga membantu mengolah hasil analisis data menjadi narasi penelitian yang sistematis.
Peserta juga mendapatkan panduan dalam mengaitkan temuan penelitian dengan teori maupun hasil penelitian terdahulu secara kritis pada bagian pembahasan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul pada sesi diskusi dan tanya jawab.
Foto: Pemberian cinderamata
Kegiatan benchmarking ditutup dengan sesi foto bersama dan doa penutup sebagai simbol komitmen untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?