![]() |
| Mahasiswa Bina Desa dari UPN Veteran Jawa Timur melakukan observasi dan pemetaan potensi desa di Kalikejambon, Jombang./dok.UPN Jatim |
JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa Program Bina Desa melaksanakan kegiatan observasi dan pemetaan potensi desa di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Melalui survei lapangan dan diskusi bersama perangkat desa serta warga, ditemukan berbagai potensi limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal namun memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Desa Kalikejambon dikenal sebagai wilayah yang memiliki aktivitas pertanian yang cukup tinggi. Selain menghasilkan komoditas pertanian utama, masyarakat juga menghasilkan berbagai limbah organik yang sering kali hanya dibuang atau dimanfaatkan secara terbatas.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan mahasiswa Bina Desa, terdapat tiga jenis limbah pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, yaitu jantung pisang, jerami padi, dan bonggol pisang.
Salah satu potensi yang ditemukan adalah pemanfaatan jantung pisang menjadi keripik. Selama ini jantung pisang umumnya hanya digunakan sebagai bahan sayuran atau bahkan terbuang begitu saja setelah proses panen.
Padahal, jantung pisang memiliki kandungan serat dan nutrisi yang cukup baik serta dapat diolah menjadi produk pangan bernilai jual tinggi. Dengan inovasi pengolahan menjadi keripik, jantung pisang berpotensi menjadi produk unggulan desa yang dapat menambah pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi limbah pertanian.
Potensi berikutnya adalah pemanfaatan limbah jerami padi menjadi briket biomassa. Sebagai desa yang didominasi lahan persawahan, Kalikejambon menghasilkan jerami padi dalam jumlah yang melimpah setiap musim panen. Selama ini sebagian jerami masih dibakar di lahan, yang dapat menimbulkan pencemaran udara dan mengurangi kualitas lingkungan.
Melalui pengolahan menjadi briket, jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi. Briket jerami dapat digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga maupun usaha kecil sehingga memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga mengidentifikasi potensi bonggol pisang sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Bonggol pisang yang biasanya dibiarkan membusuk setelah panen ternyata mengandung berbagai unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.
Dengan proses fermentasi sederhana menggunakan bahan pendukung seperti EM4 dan gula merah, bonggol pisang dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang mampu membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan. Inovasi ini dapat menjadi solusi bagi petani dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Hasil pemetaan potensi desa ini menunjukkan bahwa limbah pertanian yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Pemanfaatan jantung pisang menjadi keripik, jerami padi menjadi briket, serta bonggol pisang menjadi pupuk organik cair merupakan contoh inovasi yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan pemetaan potensi desa yang dilaksanakan pada 18 April 2026 ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs Desa 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) melalui pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal, SDGs Desa 2 (Desa Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan nilai tambah hasil pertanian dan penguatan ketahanan pangan.
Kemudian, SDGs Desa 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Desa) melalui penciptaan peluang usaha baru bagi masyarakat, SDGs Desa 12 (Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan) melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat, serta SDGs Desa 15 (Ekosistem Daratan) melalui pengurangan limbah pertanian dan penerapan pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.
![]() |
| Berbagai sektor potensi desa di Kalikejambon, Jombang diidentifikasi oleh mahasiswa Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur./dok.UPN Jatim |
Melalui kegiatan identifikasi potensi desa ini, mahasiswa Bina Desa berharap masyarakat Desa Kalikejambon dapat semakin menyadari besarnya potensi yang dimiliki lingkungan sekitar.
Dengan inovasi dan pengelolaan yang tepat, limbah pertanian tidak lagi dipandang sebagai sisa produksi yang tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya yang mampu menciptakan peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDGs Desa.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Binadesa Kelompok 2 yang terdiri; Alda Putri Ariyanti (23031010148), Aryo Putra Ainurrahman (23031010172), Muhammad Rafif Dzikrullah (22031010055 Muhammad Ulul Azmi (23031010173), dan Rizal Gibran Adhitya Wijaya (23036010028) dengan DPL Alifah Nur Aini Fajrin, S.T., M.T.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim melalui pemanfaatan limbah pertanian yang berkelanjutan.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan program pemberdayaan berbasis SDGs dapat diakses melalui laman resmi UPN Veteran Jawa Timur (https://www.upnjatim.ac.id/) dan LPPM UPN Veteran Jawa Timur (https://lppm.upnjatim.ac.id/). Melalui berbagai program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan desa, UPN Veteran Jawa Timur terus berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kalikejambon, Jombang-18 April 2026
***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?