Banner Iklan

Muharram dan Ketahanan Keluarga: Memulai Hijrah dari Rumah

Admin JSN
16 Juni 2026 | 12.46 WIB Last Updated 2026-06-16T05:46:45Z
Muharram dan Ketahanan Keluarga: Memulai Hijrah dari Rumah, artikel opini karya Erfaniah Zuhriah./dok.istimewa

OPINI | JATIMSATUNEWS.COM:

Muharram dan Ketahanan Keluarga: Memulai Hijrah dari Rumah
Oleh: Prof.Dr.Hj.Erfaniah Zuhriah, M.H., Dosen Fakultas Syariah UIN Malang & Konselor Bimwin Kementerian Agama RI, Mediator Yudisial

Bulan Muharram tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momentum penting bagi setiap muslim untuk melakukan refleksi dan perbaikan diri.

Semangat hijrah yang terkandung dalam bulan Muharram mengajarkan pentingnya transformasi menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam konteks keluarga, Muharram dapat dimaknai sebagai saat yang tepat untuk memperkuat ketahanan keluarga agar semakin religius, harmonis, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.

Keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya. Karena itu, pergantian tahun Hijriah hendaknya tidak sekadar dirayakan sebagai seremoni tahunan, melainkan dijadikan kesempatan untuk melakukan muhasabah bersama. Setiap anggota keluarga dapat mengevaluasi kualitas komunikasi, pelaksanaan ibadah, serta kontribusi yang telah diberikan bagi keharmonisan rumah tangga selama satu tahun terakhir.

Muharram juga mengajarkan semangat hijrah dalam kehidupan domestik. Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju perilaku yang lebih positif.

Dalam keluarga, hijrah dapat diwujudkan dengan meninggalkan sikap mudah marah, komunikasi yang buruk, sikap saling menyalahkan, maupun pengabaian terhadap kebutuhan emosional anggota keluarga. Sebaliknya, keluarga perlu membangun suasana rumah yang penuh kasih sayang, saling menghormati, dan mendukung satu sama lain.

Urgensi menjaga ketahanan keluarga sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah At-Tahrim ayat 6:

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6).

Ayat ini menegaskan bahwa setiap anggota keluarga, terutama orang tua, memiliki tanggung jawab untuk menjaga, membimbing, dan mengarahkan keluarganya menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT. Ketahanan keluarga tidak hanya diukur dari aspek ekonomi dan sosial, tetapi juga dari kekuatan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan spiritualitas yang ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, datangnya tahun baru Hijriah membawa pesan optimisme. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, sosial, maupun perkembangan teknologi yang semakin cepat, keluarga perlu memperkuat ikhtiar dan kebersamaan. Optimisme yang dibangun melalui doa, kerja sama, dan kepercayaan kepada Allah SWT akan menjadi energi positif dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memulai hijrah keluarga. Pertama, menyusun resolusi keluarga dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Target-target ibadah, pendidikan, maupun pengembangan diri dapat dirumuskan bersama agar menjadi komitmen kolektif.

Kedua, memperbaiki kualitas komunikasi dengan menyediakan waktu khusus untuk berdialog, berbagi cerita, dan mendengarkan satu sama lain.

Ketiga, membiasakan doa dan ibadah bersama sebagai sarana memperkuat ikatan spiritual dalam keluarga.

Keempat menerapkan relasi mubadala (kesalingan), tidak menuntut kesempurnaan pasangan utk menuju keluarga sakinah.

Muharram mengingatkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Jika setiap keluarga menjadikan bulan Muharram sebagai titik awal perbaikan, maka akan lahir keluarga-keluarga yang kuat, harmonis, dan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia. Dari keluarga yang tangguh itulah akan terbangun masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.

Tahun Baru Hijriah 1448 H bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan momentum untuk memulai hijrah dari rumah. Sebab, ketika keluarga menjadi kuat, maka masyarakat akan kokoh, dan ketika masyarakat kokoh, bangsa pun akan semakin bermartabat. (Mif)

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Muharram dan Ketahanan Keluarga: Memulai Hijrah dari Rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now