Banner Iklan

Merawat Mutu, FITK UIN Malang Matangkan Persiapan Surveilans ISO 2026

M. Kholilur Rohman
17 Juni 2026 | 08.07 WIB Last Updated 2026-06-17T01:07:17Z

 

Foto: Suasana rapat

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Di balik layanan akademik yang berjalan setiap hari, terdapat kerja sunyi yang jarang terlihat oleh publik. Dokumen disusun, prosedur diperbarui, risiko dipetakan, dan berbagai standar mutu dievaluasi secara berkala. Seluruh proses itu kini menjadi fokus utama Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghadapi pelaksanaan Surveilans ISO 2026 yang akan dilaksanakan pada 18–19 Juni 2026.

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi agenda tersebut, FITK menggelar Rapat Persiapan Surveilans ISO pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Fakultas tersebut dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) FITK. Rapat menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memastikan kelengkapan dokumen, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga standar mutu yang telah dibangun selama ini.

Bagi sebagian orang, ISO mungkin hanya dipahami sebagai sertifikat yang terpajang di dinding kantor. Namun bagi FITK, ISO merupakan komitmen untuk memastikan bahwa setiap layanan, kebijakan, dan proses akademik berjalan sesuai standar mutu yang dapat dipertanggungjawabkan. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan surveilans ISO yang melibatkan unsur pimpinan fakultas, program studi, unit kerja, dan laboratorium. Berbagai aspek strategis dibahas secara mendalam, mulai dari kesiapan dokumen, evaluasi sistem tata kelola, hingga penguatan budaya mutu yang berkelanjutan.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. H. Muhammad In'am Esha, M.Ag menegaskan bahwa Fakultas tengah melakukan pemetaan dan penyempurnaan berbagai dokumen penting yang menjadi bagian dari instrumen audit. Dokumen tersebut mencakup rencana strategis (Renstra) fakultas, manajemen risiko, sasaran mutu, laporan kinerja dosen (BKD), hasil Audit Mutu Internal (AMI), survei kepuasan layanan, hingga berbagai pedoman akademik dan operasional.

Salah satu fokus yang mendapat perhatian khusus adalah penyusunan dokumen manajemen risiko tingkat fakultas serta penguatan dokumen pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan yang masih terus disempurnakan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa sistem tata kelola tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan organisasi di masa depan.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Muh. Yunus, M.Si mengingatkan bahwa surveilans ISO bukan semata-mata proses pemeriksaan dokumen, melainkan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan yang diterima mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam pelaksanaan surveilans nanti, auditor akan melakukan pengambilan sampel terhadap fakultas dan program studi yang ditunjuk.

Oleh karena itu, seluruh elemen fakultas diminta mempersiapkan bukti-bukti implementasi mutu secara menyeluruh, termasuk dokumen kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), proses pembelajaran, penilaian, prestasi mahasiswa, pelaksanaan tugas akhir, hingga berbagai dokumen pendukung lainnya yang menjadi bagian dari 20 indikator persiapan surveilans.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama juga menyoroti pentingnya dokumentasi capaian mahasiswa sebagai bagian dari indikator mutu. Berbagai prestasi mahasiswa yang terdokumentasi melalui sistem informasi dan aplikasi pendukung menjadi bukti bahwa kualitas layanan akademik berkontribusi terhadap pengembangan potensi Mahasiswa.

Menariknya, rapat tidak hanya membahas kesiapan menghadapi audit, tetapi juga mendorong setiap unit untuk memahami filosofi mutu secara lebih mendalam. Audit dipandang bukan sebagai beban administratif, melainkan kesempatan untuk melakukan refleksi institusional terhadap apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki.

Dengan pendekatan tersebut, surveilans ISO menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara fakultas, program studi, laboratorium, dan unit pendukung lainnya dalam membangun sistem yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Kehadiran seluruh pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan dalam rapat persiapan menunjukkan bahwa budaya mutu bukan hanya tanggung jawab satu unit tertentu, melainkan menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika FITK.

Bagi FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mempertahankan sertifikasi ISO bukan sekadar mempertahankan sebuah logo atau pengakuan formal. Lebih dari itu, proses ini merupakan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan.

Melalui penguatan tata kelola, penyempurnaan dokumen, dan peningkatan budaya mutu yang berkelanjutan, FITK menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, profesional, dan berorientasi pada kepuasan seluruh pemangku kepentingan. Surveilans ISO 18–19 Juni 2026 bukan hanya agenda audit, melainkan momentum untuk membuktikan bahwa mutu telah menjadi budaya yang hidup dan tumbuh di lingkungan FITK UIN Malang.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Merawat Mutu, FITK UIN Malang Matangkan Persiapan Surveilans ISO 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now