Banner Iklan

Lebih dari Sekadar Gerak: Makna dan Urgensi Pelestarian Tari Grebeg Wiratama

Admin JSN
09 Juni 2026 | 13.59 WIB Last Updated 2026-06-09T07:35:12Z

Dokumentasi Pribadi

ARTIKEL | JATIMSATUNES.COM : 

Sejarah Tari Grebeg Wiratama

Tari Grebeg Wiratama diciptakan oleh Bapak Suwito HS pada 1998. Awal mulanya Bapak Suwito masih sebagai pimpinan sanggar tari dan setiap tahunnya Bapak Suwito selalu di tunjuk untuk mengikuti festival tari tradisional gerapan untuk mewakili kota ke tingkat provinsi. Dari situlah Bapak Suwito mencoba untuk membuat sebuah karya tari yang tetap bertumpu pada Gerakan Tari Topeng, sehingga dibuatlah kolaborasi antara gerakan Tari Topeng Jabung, Topeng Kedung Monggo, Topeng Kalipare, dan Topeng Malang. Walaupun Gerakan tari ini di ambil dari Gerakan tari topeng, tatapi Gerakan ini tidak memakai topeng, melainkan bertata rias atau makeup topeng.

Grebeg mempunyai arti yaitu “pasukan/barisan maju untuk perang”. Sedangkan wira sendiri memiliki arti “perwira”, dan tama artinya “utama”. Namun karakter tarian ini tidak seperti judul tersebut karena tarian ini di ambil dari filosofi Tari Bapang. Dalam peperangan zaman dahulu, bapang adalah seorang pemimpin yang ketika sedang melakukan peperangan, Bapang selalu ingin maju untuk menyerang tetapi saat lawannya menyerang balik, Bapang malah bersembunyi dan menyuruh anak buahnya untuk maju. Karakter Tari Grebeg Wiratama bukan hanya diambil dari karakter Bapang, akan tetapi karena latar belakang Bapak Suwito adalah sebagai tokoh ludruk atau pelawak, sehingga semua karya tarinya harus mengandung unsur gerak yang lucu.

Nilai Budaya yang Tampak dalam Tari Grebeg Wiratama

Tari Grebeg Wiratama yang menggabungkan elemen gerakan dari tarian tarian topeng mencerminkan nilai pelestarian budaya dan nilai estetika. Perpaduan unsur unsur tari tersebut menunjukkan upaya untuk menjaga dan mewariskan warisan budaya daerah kepada generasi berikutnya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Selain itu, kombinasi gerakan yang dinamis, tegas, dan khas menciptakan keindahan seni yang menarik dinikmati penonton. Di balik keindahannya, tarian ini juga menggambarkan semangat kepahlawanan, keberanian, dan ketangguhan. Oleh karena itu, Tari Grebeg Wiratama tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tapi juga menjadi sarana peestarian budaya sekaligus media untuk menanamkan nilai nilai luhur kepada masyarakat.

Kostum dan Properti Tari Grebeg Wiratama Menggambarkan Identitas Budaya

Kostum dan property Tari Grebeg Wiratama menggambarkan identitas budaya melalui penggunaan berbagai atribut khas yang berasal dari Tari Topeng Malangan. Atribut seperti jamang, sumping koncer, kelat bahu rapek, dan sampur menunjukkan ciri khas budaya malang yang masih dipertahankan dalam pertujukan tari. Setiap unsur kostum memiliki nilai simbolis yang mencerminkan keindahan dan kewibawaan dari karakter kesatria.

Penggunaan gongseng pada pergelangan kaki juga memperkuat identitas budaya karena menghasilkan bunyi yang selaras dengan gerakan tari dana iringan musik tradisional. Sementara jamang sebagai hiasan kepala serta sumping koncer pada telinga memberikan kesan gagah dan megah. Perpaduan kostum dan properti tersebut tidak hanya memperindah pertunjukan tapi juga menjadi bentuk pelestarian warisan budaya lokal yang diwariskan secara turun temurun.

Strategi yang Dilakukan untuk Menarik Perhatian Generasi Muda terhadap Tari grebeg Wiratama

Menurut Bapak Suwito menarik perhatian generasi muda zaman sekarang sudah mustahil dikarenakan bapak Suwito ingin beliau sendiri yang turun tangan untuk mengajarkan tarian tersebut karena jika melalui perantara dari orang lain beliau berfikir pasti akan ada saja gerakan yang salah, tetapi dilihat dari umur dan keterbatasan tenaga bapak Suwito, menarik perhatian generasi sudah mustahil. Akan tetapi ada beberapa strategi yang saya sarankan yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian generasi muda terhadap Tari Grebeg Wiratama. Misalnya, video pertujukkan Tari Grebeg Wiratama yang dahulu dapat dipromosikan melalui media sosial seperti Instagram, Tiktok, Youtube, atau media sosial lainnnya sehingga generasi muda dapat mengenang dan melestarikan Tari Grebeg Wiratama.



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lebih dari Sekadar Gerak: Makna dan Urgensi Pelestarian Tari Grebeg Wiratama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now