| Dokementasi Pribadi |
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM :
Sejarah Kampung Keramik Dinoyo
Bermula pada tahun 1930-an, aktivitas utama masyarakat saat
ini adalah memproduksi gerabah. Pada saat itu, pola produk gerabah memiliki
pola yang khas yaitu mengikuti cara duduk perempuan. Mulai tahun 1957, kampung
ini beralih fungsi dari yang sekadar pembuatan gerabah menjadi sentra keramik.
Semenjak saat itu, masyarakat setempat mayoritas berprofesi sebagai pengrajin
sekaligus penjual keramik.
Dalam menghadapi persaingan pabrik-pabrik modern, masyarakat
akhirnya mengubah fungsi yang awalnya sekadar memasarkan produk menjadi objek
edukasi serta pengalaman terutama bagi wisatawan mengenai proses pembuatan
kerajinan keramik secara langsung. Hal ini dibuktikan dalam Festival Keramik
Dinoyo 2025 melalui penyediaan workshop, pameran, lomba mewarnai keramik, dan
sarasehan bagi siswa maupun wisatawan yang diselenggarakan oleh Sentra Industri
Keramik Dinoyo berkolaborasi dengan Diskopindag Kota Malang pada hari Kamis
(11/12/25).
Di sisi lain, kampung keramik dinoyo mengalami penurunan pengrajin dalam rentang waktu 2011 - 2014. Berdasarkan data Dokumen Sekretariat Paguyuban Pengrajin dan Pedagang Keramik Dinoyo 2014, jumlah tenaga kerja pada tahun 2011 berjumlah 200 orang. Hingga akhirnya, pada tahun 2014 jumlah tenaga kerja menurun hingga 130 orang. Hal ini tentu mempengaruhi eksistensi keberlanjutan dari warisan budaya yang sudah didirikan secara turun temurun dari setiap generasi.
Bagaimana Jika Popularitas Tidak Menjamin Keberlanjutan?
Namun, popularitas yang diraih
selama satu dekade ini tidak serta-merta berbanding lurus dengan keberlanjutan.
Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), H. Syamsul Arifin, terdapat
tiga tantangan bagi kampung wisata keramik dinoyo yang belum sepenuhnya
terselesaikan yaitu penataan kawasan, regenerasi pengrajin, dan jangkauan pasar
serta promosi.
Tantangan pertama muncul dari
pertumbuhan itu sendiri. Aktivitas wisata dan ekonomi yang pesat justru
menciptakan tekanan tersendiri terhadap tata ruang kawasan. Tanpa penataan yang
tertib dan terencana, pengalaman pengunjung dapat menurun, daya tarik visual
kawasan melemah, dan pada akhirnya citra Kampung Wisata Keramik Dinoyo dapat
ikut terdampak.
Sementara itu, dari dalam komunitas
pengrajin, ada kekhawatiran yang tak kalah serius, mengenai siapa yang akan
melanjutkan tradisi ini. Meskipun para pengrajin keramik secara garis besar
merupakan penerus dari tiap generasi, minat generasi muda untuk melanjutkan
usaha kerajinan tradisional tidak dapat dipastikan selalu terjaga. Arus
modernisasi dan pilihan pekerjaan yang semakin beragam menjadi faktor yang
secara perlahan mengancam keberlangsungan regenerasi pengrajin.
Adapun dari sisi pasar, tantangannya bukan pada ketidakpopuleran, melainkan pada keterbatasan jangkauan. Kampung Keramik Dinoyo memang sudah dikenal sebagai sentra kerajinan di tingkat nasional, tetapi pengunjung yang datang masih didominasi oleh konsumen lokal seperti penjual kios, pengecer, dan pembeli langsung. Potensi untuk menjangkau wisatawan mancanegara maupun pasar digital yang lebih luas belum sepenuhnya dioptimalkan, meskipun sejumlah wisatawan asing sudah mulai mengenal dan berkunjung ke kawasan ini.
Menghadapi Tantangan yang Kini Menjadi Hambatan bagi
Keberlanjutan Kampung Keramik Dinoyo
Ketiga tantangan tersebut tentu
bukan tanpa jalan keluar. Yang dibutuhkan adalah kerja sama yang nyata antara
pengrajin, masyarakat, dan pemerintah untuk meresponsnya secara strategis.
Untuk persoalan penataan kawasan, pemerintah Kota Malang perlu hadir secara
nyata melalui program revitalisasi infrastruktur. Mulai dari perbaikan jalan
lingkungan, penataan kios dan galeri keramik yang estetis, hingga penyediaan
ruang publik yang nyaman bagi pengunjung. Penataan yang baik bukan hanya soal
estetika, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menjaga daya saing dan
eksistensi kampung wisata ini.
Untuk tantangan regenerasi,
pendekatannya perlu lebih dari sekadar pelestarian. Dibutuhkan program
pemberdayaan yang menyasar generasi muda secara langsung, seperti pelatihan
membuat keramik yang dikemas secara modern dan menarik, kolaborasi dengan
sekolah seni atau universitas setempat, serta pemberian apresiasi bagi pemuda
yang mau terlibat dalam usaha kerajinan keramik. Dengan demikian, tradisi ini
tidak hanya dirawat, tetapi juga diperbarui agar tetap relevan di mata
generasi-generasi berikutnya.
Sementara itu, untuk memperluas
jangkauan pasar dan promosi, para pelaku usaha perlu mengoptimalkan strategi
digital secara konsisten. Langkah sederhana seperti pembuatan konten kreatif
yang menampilkan proses pembuatan keramik, keunikan kawasan, hingga kisah di
balik setiap karya bisa menjadi titik awal yang kuat. Kehadiran yang kuat di
platform digital tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga membuka
peluang pemasaran produk keramik ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar
ekspor.
Dalam memperluas jangkauan pasar dan promosi, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi dan UKM memiliki peran dalam mengembangkan UMKM kerajinan keramik melalui pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dengan empat jenis pelatihan ; legalitas, packaging, manajemen dan akuntansi. Lalu, pengembangan jaringan kerjasama bagi UKM dengan pemerintah, serta pengenalan produk-produk UKM melalui pameran dan promosi. Dengan demikian, kolaborasi antara adaptasi teknologi oleh pengrajin dan pembinaan dari pemerintah diharapkan mampu membawa industri keramik Kota Malang ini semakin meluas hingga ke ranah internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Ambarawati, A. Ristya Indah, D. Zahro, A. (2021). Keramik Dinoyo dan Kisahnya. Kota Batu: CV. Beta Aksara.
Arifin,
S. (2023, Oktober 4). Sejarah kampung industri keramik Dinoyo Malang di masa
lalu dan masa kini. Jatimnet.com. https://jatimnet.com/sejarah-kampung-industri-keramik-dinoyo-malang-di-masa-lalu-dan-masa-kini
Hanifah,
Nur. (2014). Peran Pemerintah dalam Upaya Pengembangan UMKM Sentra Kerajinan
Keramik Dinoyo di Kota Malang (Studi pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang). https://repository.ub.ac.id/id/eprint/116982/
RRI Malang. (2025, 12 Desember). Festival Keramik Dinoyo gairahkan kreativitas Malang. RRI.co.id. https://rri.co.id/malang/regional/2036153/festival-keramik-dinoyo-gairahkan-kreativitas-malang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?