Banner Iklan

Gus Hilmi dan PC RMI Kraksaan Keluarkan Pernyataan Sikap “Pesantren Aman dan Amanah”, Tegaskan Komitmen Lindungi Santri

Anis Hidayatie
13 Juni 2026 | 21.19 WIB Last Updated 2026-06-13T14:24:24Z


Gus Hilmi dan PC RMI Kraksaan Keluarkan Pernyataan Sikap “Pesantren Aman dan Amanah”, Tegaskan Komitmen Lindungi Santri

PROBOLINGGO | JATIMSATUNEWS.COM: Di tengah munculnya berbagai isu dan rumor yang mencoreng citra lembaga pendidikan keagamaan, Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur bersama PC RMI Kraksaan mengambil langkah tegas dengan meluncurkan Pernyataan Sikap Pesantren Aman dan Amanah. Deklarasi tersebut disampaikan dalam Seminar “Pesantren Aman & Amanah” yang dirangkai dengan Sosialisasi Beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Pondok Pesantren Nurul Qodim, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri para kiai, pengasuh pesantren, pengurus RMI, serta santri dari berbagai daerah itu menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dunia pesantren dalam menjaga marwah lembaga pendidikan Islam sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi para santri.

Ketua PC RMI Kraksaan Gus Hilmi, menegaskan bahwa pernyataan sikap tersebut lahir sebagai bentuk tanggung jawab moral pesantren terhadap berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat, termasuk munculnya rumor maupun kasus asusila yang menyeret nama lembaga pendidikan.

Menurutnya, pesantren tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi. Sebaliknya, pesantren harus hadir sebagai institusi yang berani melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan.

“Seminar Pesantren Aman dan Amanah ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk memperkuat kesadaran seluruh elemen pesantren terhadap situasi yang berkembang saat ini. Apapun yang terjadi, pesantren harus tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan dipercaya masyarakat,” ujar Gus Hilmi.

Ia menegaskan bahwa RMI Kraksaan akan terus bergerak mendampingi pesantren-pesantren di seluruh wilayah Jawa Timur agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang selama ini menjadi kekuatan utama.

“Teman-teman RMI Jawa Timur berusaha menjalankan amanah yang diberikan kepada kami. Kami hadir di pesantren-pesantren untuk menyambung silaturahmi, memperkuat program-program pemberdayaan, sekaligus memastikan pesantren tetap menjadi ruang pendidikan yang aman dan bermartabat,” katanya.


Sementara itu, Ketua PW RMI Jawa Timur Gus Hakim, menyampaikan bahwa lahirnya Pernyataan Sikap Pesantren Aman dan Amanah merupakan komitmen bersama untuk memperkuat sistem perlindungan santri di lingkungan pesantren.

Menurutnya, setiap kejadian yang muncul di tengah masyarakat harus dijadikan bahan introspeksi dan evaluasi agar pesantren terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang semakin baik.

“Berbagai persoalan bisa terjadi di mana saja dan tidak hanya di pesantren. Namun sebagai pengelola pesantren, kami memiliki tanggung jawab sosial dan moral untuk terus memperbaiki diri dan menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Gus Hakim menambahkan, gerakan Pesantren Aman dan Amanah tidak akan berhenti pada kegiatan seminar semata. Pernyataan sikap yang telah disepakati akan disosialisasikan kepada seluruh jajaran RMI di tingkat cabang dan pesantren se-Jawa Timur.

“Kami ingin semangat ini digelorakan di seluruh Jawa Timur. Setiap daerah tentu memiliki tantangan yang berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu memastikan perlindungan santri dan menciptakan lingkungan pesantren yang aman, sehat, serta nyaman bagi proses pendidikan,” ujarnya.

Selain meluncurkan pernyataan sikap, kegiatan tersebut juga menjadi ajang sosialisasi Program Beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Gus Hakim menilai program ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Menurutnya, pesantren harus menjadi bagian utama dalam program pengembangan pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah.

“LPPD adalah lembaga yang bergerak dalam pengembangan pesantren dan pendidikan diniyah. Karena itu sangat penting bagi santri untuk memanfaatkan program beasiswa ini sebagai jalan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Melalui program tersebut, para santri dari keluarga kurang mampu diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi diri.

Seminar yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, dan aparat penegak hukum itu juga membahas isu perlindungan anak, pencegahan narkoba, serta penguatan karakter santri.

Di akhir kegiatan, RMI PWNU Jawa Timur dan PC RMI Kraksaan menegaskan bahwa pesantren harus terus menjadi benteng moral bangsa. Melalui Pernyataan Sikap Pesantren Aman dan Amanah, mereka mengajak seluruh pengasuh pesantren, santri, wali santri, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah pesantren sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta memiliki integritas tinggi.

“Pesantren harus menjadi rumah yang aman bagi para santri, tempat menimba ilmu sekaligus membangun karakter. Itulah semangat utama dari gerakan Pesantren Aman dan Amanah yang hari ini kami deklarasikan dari Kraksaan untuk Jawa Timur,” ucap Gus Hakim.

Berikut pernyataan sikap Gus Hakim atas nama RMI PCNU Kraksaan. Menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. RMI PCNU Kraksaan berkomitmen menjaga marwah Kyai, Ulama, Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama sebagai pusat pendidikan, dakwah, pembinaan akhlak dan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

2. RMI PCNU Kraksaan mendukung penuh langkah aparat penegak hukum dalam menindak tegas segala macam bentuk perbuatan asusila, kekerasan seksual, kekerasan fisik dan penyalahgunaan agama maupun lembaga pesantren oleh siapapun sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

3. Menegaskan bahwa perbuatan tercela oleh oknum tertentu tidak dapat digeneralisasi sebagai wajah Pesantren, Ulama, maupun Nahdlatul Ulama secara keseluruhan dan menghimbau kepada semua pesantren untuk melakukan muhasabah dan evaluasi diri secara menyeluruh.

4. Mendorong pesantren dan lembaga keagamaan memperkuat tata kelola, pengawasan internal, perlindungan santri serta pembinaan akhlakul karimah, untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bermartabat.

5. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan media sosial dan ruang publik secara bijaksana, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan etika, persatuan dan kemaslahatan bersama. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gus Hilmi dan PC RMI Kraksaan Keluarkan Pernyataan Sikap “Pesantren Aman dan Amanah”, Tegaskan Komitmen Lindungi Santri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now