Foto: Suasana Ujian Promosi Doktor
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya doktor baru dari Program Studi Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor yang berlangsung di Gedung Rumah Singgah Lantai 4 Pascasarjana UIN Malang, Dr. Achmad Jamaluddin berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manajemen Kelembagaan Pendidikan Sekolah Dasar Islam Terpadu dalam Pembentukan Kepribadian Muslim (Studi Multisitus di SDIT Al-Fathimiyyah Surabaya dan SDIT Hasanah Fiddaroin Sidoarjo)”.
Ujian terbuka tersebut tidak hanya menjadi puncak perjalanan akademik promovendus dalam meraih gelar doktor, tetapi juga menjadi momentum lahirnya inovasi keilmuan yang memberikan kontribusi bagi pengembangan Manajemen Pendidikan Islam, khususnya dalam pengelolaan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Indonesia.
Berangkat dari Kegelisahan Akademik
Penelitian ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap fenomena krisis karakter peserta didik yang semakin kompleks di era digital. Berbagai persoalan seperti menurunnya disiplin sosial, melemahnya kesadaran spiritual, rendahnya tanggung jawab, serta meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi menjadi tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam saat ini. Di sisi lain, perkembangan SDIT yang semakin pesat belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan sistem manajemen kelembagaan yang mampu membentuk kepribadian muslim secara sistemik dan berkelanjutan.
Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini berupaya menjelaskan bagaimana manajemen kelembagaan SDIT dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun kepribadian muslim peserta didik melalui integrasi program, budaya sekolah, fungsi manajemen, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Dua SDIT Unggulan sebagai Laboratorium Keilmuan
Penelitian dilaksanakan di SDIT Al-Fathimiyyah Surabaya dan SDIT Hasanah Fiddaroin Sidoarjo. Kedua sekolah dipilih karena merupakan information rich cases yang menunjukkan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan Islam terpadu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lembaga memiliki kesamaan dalam membangun budaya religius, pembiasaan ibadah, integrasi kurikulum akademik dan keislaman, keteladanan guru, serta keterlibatan orang tua. Namun demikian, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. SDIT Al-Fathimiyyah lebih menonjol pada penguatan sistem dan tata kelola kelembagaan, sedangkan SDIT Hasanah Fiddaroin lebih kuat dalam pengembangan budaya religius dan pembiasaan karakter Islami.
Lahirnya Model ISIMPACT
Dari sintesis berbagai temuan empiris tersebut, lahirlah model ISIMPACT (Integrated School Institutional Management for Personality and Character Transformation), yaitu model manajemen kelembagaan pendidikan Islam yang mengintegrasikan pembentukan kepribadian muslim, sistem manajemen sekolah, dan transformasi karakter dalam satu kerangka yang holistik, integratif, sistemik, dan berkelanjutan.
Model ISIMPACT dibangun melalui tiga komponen utama
Pertama, ISM (Islamic Student Personality) yang mencakup lima dimensi kepribadian muslim, yaitu integritas keimanan (faith integrity), akhlak (moral conduct), pengendalian diri (self-regulation), tanggung jawab sosial (social responsibility), dan kedisiplinan ibadah (spiritual discipline).
Kedua, SIM (School Institutional Management) yang meliputi perencanaan strategis berbasis visi Islam, pengorganisasian kelembagaan, integrasi pembelajaran, pengelolaan sarana-prasarana, serta supervisi dan evaluasi transformasional.
Ketiga, IMPACT (Institutional Management Performance and Character Transformation) yang menghasilkan penguatan budaya sekolah Islami, peningkatan profesionalisme guru, penguatan kebijakan berbasis nilai Islam, meningkatnya kepercayaan masyarakat, reputasi akademik, dan keterlibatan orang tua serta lingkungan.
Kontribusi bagi Pengembangan Manajemen Pendidikan Islam
Secara teoritis, penelitian ini memperluas kajian Manajemen Pendidikan Islam melalui konsep Value-Based Institutional Management, yaitu pendekatan pengelolaan lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga pada pengelolaan nilai sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik. Model ISIMPACT memperkuat hubungan antara academic excellence dan spiritual learning dalam satu sistem pendidikan Islam terpadu.
Secara praktis, model ini dapat menjadi rujukan bagi SDIT, madrasah, dan lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengembangkan peserta didik yang unggul secara akademik, disiplin beribadah, berakhlak mulia, dan memiliki tanggung jawab sosial.
Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian akademik yang diraih promovendus.
Menurutnya, lahirnya Model ISIMPACT menunjukkan bahwa penelitian doktoral harus mampu menghasilkan temuan, proposisi, model, dan kontribusi keilmuan yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan Islam.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Dr. Achmad Jamaluddin atas ketekunan dan komitmennya dalam menyelesaikan studi doktoral serta melahirkan Model ISIMPACT yang memperkaya khazanah Manajemen Pendidikan Islam. Apresiasi juga kami sampaikan kepada keluarga besar promovendus, khususnya Dr. H. Abdullah beserta keluarga, yang telah memberikan dukungan, doa, dan semangat kepada 4 Putra dan putrinya yang sedangan menyelesaikan Program Doktor di S3 MPI dengan kuatnya tradisi keilmuan dan pengabdian pendidikan yang patut menjadi teladan," ujarnya.
Prof. Sutiah juga menyampaikan penghargaan kepada Promotor Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. dan Co-Promotor Prof. Dr. Marno, M.Ag. atas dedikasi, pendampingan, dan bimbingan akademik yang telah mengantarkan promovendus dapat menyelesaikan disertasinya dan menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pendidikan Islam kontemporer.
Menguatkan Masa Depan Pendidikan Islam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?