Banner Iklan

Doktor MPI UIN Malang Kembangkan Model DT-TLM untuk Penguatan Profesionalisme Guru Berbasis Kepemimpinan Transformasional

M. Kholilur Rohman
25 Juni 2026 | 12.41 WIB Last Updated 2026-06-25T05:42:52Z

 

Foto: Dokumentasi bersama

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya doktor baru dari Program Studi Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Dalam Ujian Promosi Doktor, Dr. Asyitah Al Mufidah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru (Studi Multikasus di SDIT Fatimiyah dan MI El Rahmah Surabaya.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi penanda pencapaian akademik promovendus dalam meraih gelar doktor, tetapi juga menjadi momentum lahirnya inovasi keilmuan yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan profesionalisme guru di Indonesia. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme guru tidak dapat dilepaskan dari peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai agen transformasi yang mampu membangun budaya profesional, memberdayakan guru, dan mengembangkan kapasitas organisasi pendidikan secara berkelanjutan.

Berangkat dari Kegelisahan Akademik

Penelitian ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap berbagai program peningkatan kompetensi guru yang selama ini lebih banyak berfokus pada pelatihan dan pengembangan individu, namun belum sepenuhnya menghasilkan perubahan profesionalisme guru yang berkelanjutan.

Di berbagai lembaga pendidikan ditemukan fakta bahwa terdapat sekolah yang berhasil melahirkan guru-guru profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan, sementara sekolah lain masih menghadapi berbagai kendala dalam mengembangkan kapasitas profesional guru. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa profesionalisme guru tidak hanya ditentukan oleh kompetensi personal, tetapi juga dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah dan kesiapan kelembagaan dalam mendukung proses pengembangan profesional secara berkelanjutan.

Penelitian ini dilaksanakan pada SDIT Fatimiyah Surabaya dan MI El Rahmah Surabaya yang dipilih sebagai information rich cases karena keduanya memiliki karakteristik berbeda dalam pengembangan profesionalisme guru. Perbedaan karakteristik tersebut memungkinkan dilakukan analisis lintas kasus untuk menemukan pola kepemimpinan transformasional yang efektif dalam konteks kelembagaan yang berbeda.

Temuan Penting Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kepala sekolah menerapkan empat dimensi utama kepemimpinan transformasional yang dikemukakan oleh Bass dan Avolio, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Melalui keempat dimensi tersebut, kepala sekolah mampu mengembangkan budaya profesional, meningkatkan motivasi kerja, memperkuat komitmen organisasi, dan mendorong lahirnya inovasi pembelajaran.

Pada SDIT Fatimiyah Surabaya ditemukan pola pengembangan profesionalisme guru yang berlangsung secara sistematis melalui coaching berkelanjutan, supervisi akademik intensif, budaya profesional yang kuat, serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Temuan ini dirumuskan sebagai Acceleration Professional Development.

Sementara itu, pada MI El Rahmah Surabaya ditemukan pola pengembangan profesionalisme guru melalui penguatan kompetensi dasar, pelatihan rutin, supervisi periodik, pembinaan bertahap, dan penguatan budaya profesional. Temuan ini dirumuskan sebagai Foundation Professional Development.

Melalui analisis lintas kasus, penelitian ini menemukan bahwa efektivitas kepemimpinan transformasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemimpin, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan kelembagaan sekolah (institutional readiness). Semakin tinggi tingkat kesiapan organisasi yang ditandai oleh budaya profesional yang kuat, sistem pembinaan yang matang, serta dukungan organisasi yang berkelanjutan, semakin efektif kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan profesionalisme guru.

Lahirnya Model DT-TLM

Berdasarkan sintesis berbagai temuan empiris tersebut, lahirlah Dual-Track Transformational Leadership Model (DT-TLM).

Model ini menjelaskan bahwa peningkatan profesionalisme guru tidak berlangsung secara seragam pada setiap sekolah. Strategi pengembangan profesionalisme harus disesuaikan dengan tingkat kesiapan kelembagaan masing-masing sekolah.

Model DT-TLM terdiri atas dua jalur utama

1. Acceleration Track

Jalur ini diterapkan pada sekolah yang telah memiliki budaya profesional kuat, sistem pembinaan yang matang, dukungan organisasi yang tinggi, dan kemampuan inovasi yang berkembang. Pada kondisi ini, kepemimpinan transformasional berfungsi mempercepat peningkatan kapasitas profesional guru melalui pemberdayaan, inovasi, kolaborasi, dan pengembangan berkelanjutan.

2. Foundation Track

Jalur ini diterapkan pada sekolah yang masih berada pada tahap penguatan fondasi profesionalisme melalui pengembangan kompetensi dasar guru, supervisi akademik, pembinaan disiplin kerja, penguatan budaya profesional, dan pengembangan sistem organisasi sekolah.

Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan kepemimpinan transformasional sangat ditentukan oleh kesesuaian strategi kepemimpinan dengan tingkat kesiapan organisasi sekolah.

Perspektif Filosofis

Secara filosofis, penelitian ini dibangun atas pandangan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia (humanization process). Guru bukan sekadar pelaksana pembelajaran, melainkan agen transformasi yang membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan membangun peradaban.

Dalam perspektif ini, profesionalisme guru tidak hanya dipahami sebagai penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga sebagai proses pengembangan diri yang berkelanjutan yang mencakup dimensi intelektual, moral, sosial, dan spiritual. Guru profesional adalah guru yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, etika, komitmen, tanggung jawab, dan keteladanan dalam seluruh aktivitas pendidikan.

Karena setiap sekolah memiliki budaya, sumber daya, dan tingkat kematangan organisasi yang berbeda, maka pengembangan profesionalisme guru tidak dapat dilakukan melalui pendekatan yang seragam. Inilah landasan filosofis lahirnya DT-TLM yang menempatkan profesionalisme guru sebagai proses transformasi yang harus disesuaikan dengan konteks kelembagaan masing-masing sekolah.

Perspektif Islam

Sebagai penelitian yang lahir dari tradisi keilmuan Manajemen Pendidikan Islam, DT-TLM tidak hanya dibangun di atas landasan teoritis dan empiris, tetapi juga berpijak pada nilai-nilai Islam.

Dalam Islam, profesi guru merupakan amanah yang mulia. Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu (transfer of knowledge), tetapi juga mentransformasikan nilai, membentuk akhlak, dan membimbing peserta didik menuju kemaslahatan dunia dan akhirat.

Allah SWT berfirman:

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa ilmu, profesionalisme, dan pengembangan kapasitas diri merupakan bagian dari jalan kemuliaan manusia.

Prinsip profesionalisme guru dalam penelitian ini juga sejalan dengan konsep itqan, yaitu bekerja secara sungguh-sungguh, berkualitas, dan profesional sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya secara itqan."

(HR. Al-Baihaqi)

Sementara itu, kepemimpinan transformasional kepala sekolah selaras dengan konsep uswah hasanah yang menempatkan pemimpin sebagai teladan, motivator, pembimbing, dan penggerak perubahan sebagaimana firman Allah SWT:

"Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu."

(QS. Al-Ahzab: 21)

Dalam perspektif Islam, keberhasilan kepemimpinan bukan hanya diukur dari pencapaian target organisasi, tetapi juga dari kemampuannya membangun manusia yang berilmu, berakhlak, profesional, dan mampu memberikan kemanfaatan bagi umat.

Kontribusi bagi Pengembangan Manajemen Pendidikan Islam

Penelitian ini menghasilkan kontribusi teoritik yang penting bagi pengembangan Manajemen Pendidikan Islam. Selain memperkuat teori kepemimpinan transformasional Bass dan Avolio, penelitian ini juga memperkenalkan konsep institutional readiness sebagai faktor yang menentukan efektivitas kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan profesionalisme guru.

Penelitian ini juga menghasilkan tiga model pendukung, yaitu:

  • SMART (Systematic, Mastery, Adaptation, Responsibility, Technology) sebagai model pengembangan profesionalisme guru;
  • DRIVE (Direction, Reinforcement, Innovation, Value, Empowerment) sebagai model strategi kepemimpinan transformasional;
  • IMPACT (Improvement, Motivation, Performance, Accountability, Collaboration, Transformation) sebagai model dampak kepemimpinan transformasional terhadap profesionalisme guru.

Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tersebut.

"Lahirnya Model DT-TLM menunjukkan bahwa penelitian doktoral tidak hanya menghasilkan deskripsi fenomena pendidikan, tetapi mampu melahirkan model, teori, dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Manajemen Pendidikan Islam. Temuan ini memperkaya khazanah kepemimpinan pendidikan Islam sekaligus menjadi referensi bagi kepala sekolah dalam mengembangkan profesionalisme guru secara efektif, kontekstual, dan berkelanjutan," ujarnya.

Lahirnya Dual-Track Transformational Leadership Model (DT-TLM) semakin menegaskan komitmen Program Studi Doktor MPI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata dunia pendidikan Islam menuju pendidikan yang unggul, profesional, berkarakter, dan berdaya saing global.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Doktor MPI UIN Malang Kembangkan Model DT-TLM untuk Penguatan Profesionalisme Guru Berbasis Kepemimpinan Transformasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now