Banner Iklan

Program Doktoral MPI UIN Malang Lahirkan Model ICAME untuk Integrasi Karakter dan Prestasi Murid

M. Kholilur Rohman
19 Juni 2026 | 10.19 WIB Last Updated 2026-06-19T03:19:50Z

 

Foto: Dokumentasi bersama

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melahirkan doktor baru dari Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Dalam Ujian Promosi Doktor yang berlangsung di Gedung Rumah Singgah Pascasarjana UIN Malang pada kamis (18) kemarin.

Dr. Abd. Halim, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manajemen Pembentukan Karakter dalam Meningkatkan Prestasi Murid Madrasah Ibtidaiyah (Studi Multisitus pada MIN 1 Kota Malang dan MIN 2 Kota Malang)”.

Ujian terbuka tersebut tidak sekadar menjadi penanda keberhasilan promovendus meraih gelar doktor, tetapi juga menjadi momentum lahirnya sebuah inovasi keilmuan dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam. Dari penelitian yang dilakukan secara mendalam pada dua madrasah unggulan di Kota Malang, Dr. Abd. Halim berhasil mengembangkan sebuah model baru yang diberi nama ICAME (Integrated Character-Achievement Management Excellence), sebuah model manajemen pembentukan karakter yang mengintegrasikan pengembangan karakter dan peningkatan prestasi murid dalam satu sistem yang holistik, integratif, sistemik, partisipatif, dan berkelanjutan.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa disertasi doktor tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan tuntutan akademik, tetapi juga dapat melahirkan gagasan dan model yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mutu pendidikan Islam. Model ICAME hadir sebagai jawaban atas kebutuhan lembaga pendidikan untuk membangun karakter peserta didik untuk menguatkan pencapaian prestasi, sekaligus meningkatkan prestasi tanpa kehilangan fondasi nilai-nilai karakter yang menjadi ruh pendidikan.

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik terhadap praktik pendidikan karakter yang selama ini lebih banyak dipahami sebagai persoalan pedagogis semata. Keberhasilan maupun kegagalan pendidikan karakter sering kali ditinjau dari aspek metode pembelajaran, pembiasaan, atau keteladanan guru, sementara dimensi manajerial yang mengatur bagaimana karakter direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dan dikembangkan secara sistematis masih relatif kurang mendapat perhatian.

Akibatnya, program pembentukan karakter dan program peningkatan prestasi di berbagai lembaga pendidikan sering berjalan pada jalur yang berbeda. Karakter diposisikan sebagai program moral, sedangkan prestasi menjadi target akademik yang berdiri sendiri.

Penelitian ini dilaksanakan pada MIN 1 Kota Malang dan MIN 2 Kota Malang yang dipilih bukan sekadar karena reputasinya sebagai madrasah berprestasi, melainkan karena keduanya merupakan information rich cases yang menyimpan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan karakter dan prestasi peserta didik. Dari kedua madrasah tersebut terungkap sebuah temuan penting bahwa karakter dan prestasi bukanlah dua agenda pendidikan yang berdiri sendiri.

Karakter yang dibangun secara sistematis melalui perencanaan, keteladanan, pembiasaan, evaluasi, dan budaya madrasah yang kuat akan melahirkan prestasi yang lebih kokoh, berkelanjutan, dan bermakna. Sebaliknya, prestasi yang lahir tanpa fondasi karakter yang kuat cenderung sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Berangkat dari temuan inilah lahir Model ICAME sebagai sintesis konseptual yang mengintegrasikan pembentukan karakter dan peningkatan prestasi dalam satu siklus manajemen pendidikan yang holistik, integratif, sistemik, dan berkelanjutan.

Penelitian ini tidak memandang karakter sebagai satu-satunya faktor yang menentukan prestasi, karena keberhasilan akademik maupun non-akademik juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kualitas pembelajaran, kompetensi guru, dukungan keluarga, lingkungan belajar, serta ketersediaan sumber daya pendidikan. Namun demikian, temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter berfungsi sebagai faktor pengungkit (driving force) yang memperkuat pencapaian prestasi.

Karakter yang dibangun melalui sistem manajemen yang terencana, keteladanan yang konsisten, budaya madrasah yang positif, dan evaluasi yang berkelanjutan mampu menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, kerja keras, integritas, dan daya juang peserta didik. Nilai-nilai inilah yang kemudian menjadi energi pendorong bagi lahirnya prestasi akademik maupun non-akademik yang lebih kuat, berkelanjutan, dan bermakna.

Berangkat dari sintesis berbagai temuan empiris tersebut, lahirlah Model ICAME (Integrated Character-Achievement Management Excellence) sebagai model manajemen pembentukan karakter yang menempatkan karakter sebagai faktor pengungkit dalam membangun budaya prestasi dan keunggulan madrasah secara berkelanjutan. Model ICAME sebagai sintesis konseptual yang mengintegrasikan pembentukan karakter dan peningkatan prestasi dalam satu siklus manajemen pendidikan yang holistik, integratif, sistemik, dan berkelanjutan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Program Doktoral MPI UIN Malang Lahirkan Model ICAME untuk Integrasi Karakter dan Prestasi Murid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now