Di awal pemaparannya, Budiman menyampaikan bahwa menyampaikan kritik adalah hak yang sah dan legitimate dalam demokrasi. Namun, ia menekankan agar gerakan mahasiswa juga mau membuka diri untuk memahami arah dan cita-cita dari program kerja Presiden Prabowo Subianto.
"Kritik kalian valid, kritik kalian legitimate. Tapi pahami juga dong cita-citanya maunya apa. Dengan memahami cita-cita Pak Prabowo, maka kita harapkan kritik mereka adalah dalam rangka memperbaiki jalan dan cara terbaik supaya mencapai cita-cita ini, bukan dalam rangka membatalkan cita-cita ini," ujar Budiman pada Jumat (12/6/2026).
Suasana berubah tegang saat seorang mahasiswa berdiri dan menyampaikan kritik langsung. Mahasiswa tersebut menilai argumen Budiman mengalami cacat logika (logical fallacy), terjebak hegemoni kekuasaan, dan buta terhadap realitas gerakan mahasiswa. Ia mendesak agar kritik harus terus diarahkan langsung kepada Budiman, Prabowo, dan negara, serta meminta pemerintah memikirkan kasus-kasus konkret yang menyentuh akar rumput seperti di Punderejo dan Dago Elos Bandung. Setelah menyampaikan kritiknya, mahasiswa tersebut langsung berjalan meninggalkan ruangan.
Merespons tindakan tersebut, Budiman menegaskan bahwa perbedaan pendapat tidak memberikan hak bagi seseorang untuk tidak menghormati forum diskusi. Ia mengkritik sikap tersebut yang dinilai hanya fokus pada keluhan personal alih-alih memberikan kontribusi bagi kecerdasan kolektif rakyat Indonesia.
Budiman juga menepis tuduhan dari mahasiswa tersebut yang menyebut dirinya hidup berfoya-foya setelah masuk ke dalam lingkaran kekuasaan negara.
"Dia bicara saya foya-foya. Saya adalah pejabat dua kali jadi DPR, sekarang jadi pejabat setingkat menteri, saya rumah pribadi pun saya enggak punya. Saya dulu menjadi aktivis bertahun-tahun, kritik saya keras, tapi tidak pernah menjatuhkan harga diri," tegas Budiman.
Di akhir forum, Budiman kembali mengimbau agar dalam menyampaikan tuntutan, mahasiswa tetap menjaga etika komunikasi, menjauhi tindakan anarkis seperti merusak fasilitas publik, dan mengutamakan ruang dialog. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan agenda perbaikan ekonomi dan stabilitas nasional tetap berjalan beriringan dengan kebebasan berpendapat demi kesejahteraan bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?