Banner Iklan

5 Mahasiswa Kimia UB Ikuti International Summer School di Thailand, Perkuat Kompetensi Akademik dan Jejaring Global

Admin JSN
23 Juni 2026 | 12.44 WIB Last Updated 2026-06-23T05:46:00Z
5 mahasiswa Kimia UB mengikuti International Summer School di Thailand untuk memperkuat kompetensi akademik dan jejaring global./dok.UB

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Sebanyak lima mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) berpartisipasi dalam Science Silpakorn University International Summer School 2026.

Ajang ini diselenggarakan oleh Silpakorn University, Thailand, pada 8-12 Juni 2026. Programnya bertema 'Chemistry in Action: Exploring Water Analysis and Innovative Pollutant Removal' dan mempertemukan 34 peserta dari tiga negara, yaitu Thailand, Indonesia, dan Filipina.

Dari total peserta tersebut, hanya enam mahasiswa berasal dari Indonesia, dengan lima di antaranya merupakan mahasiswa Departemen Kimia UB.

Mahasiswa Departemen Kimia UB yang mengikuti program ini adalah Azka Variza Iskandar, Nadira Esmeralda, Neyna Destarainy, Rajwa Zidana Mahentara, dan Shyntia Putri.

Program internasional ini dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik melalui kuliah, kegiatan laboratorium, pengolahan data, serta kunjungan lapangan yang memperkaya wawasan akademik dan pengalaman internasional peserta.

Selama program berlangsung, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas ilmiah, mulai dari pengambilan dan analisis sampel air menggunakan instrumen analitik hingga pemanfaatan teknik karakterisasi material modern seperti Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray Diffraction (XRD), dan Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS).

Peserta juga mendapatkan pelatihan dalam pengolahan dan interpretasi data eksperimen, yang menjadi bagian penting dalam proses penelitian dan pengambilan keputusan berbasis data.

Azka Variza Iskandar mengungkapkan bahwa pengalaman melakukan analisis kualitas air secara langsung menjadi salah satu pengalaman paling berharga selama mengikuti program tersebut.

"Kegiatan ini membantu saya memahami bagaimana analisis lingkungan dilakukan dalam praktik nyata dan membuat saya semakin menghargai pentingnya kimia analitik dalam pemantauan lingkungan," ujarnya.

Selain kegiatan akademik, program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan internasional melalui berbagai aktivitas pertukaran budaya.

Melalui kegiatan Cultural Night, para peserta memperkenalkan budaya negara masing-masing sekaligus mempelajari keberagaman budaya dari negara lain.

Interaksi yang terjalin selama program tidak hanya memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan persahabatan internasional yang berkelanjutan.

Menurut Nadira Esmeralda, kegiatan Cultural Night menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama program berlangsung. "Cultural Night merupakan salah satu bagian paling berkesan dari program ini karena kami dapat mempelajari berbagai budaya secara langsung dari para peserta," tuturnya.

Peserta juga mengikuti kunjungan edukatif ke Provinsi Samut Songkhram, Thailand, untuk mengenal lebih dekat budaya lokal, industri berbasis masyarakat, serta warisan sejarah dan seni Thailand. Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai keterkaitan antara ilmu pengetahuan, budaya, dan pembangunan masyarakat.

Rajwa Zidana Mahentara menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. "Kunjungan ke Samut Songkhram merupakan pengalaman yang luar biasa karena saya dapat mengenal budaya dan tradisi Thailand secara langsung," ungkapnya.

Ketua Departemen Kimia FMIPA UB, Anna Safitri, Ph.D, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi mahasiswa dalam program internasional tersebut.

Menurutnya, keberhasilan lima mahasiswa Kimia UB terpilih dalam program yang hanya diikuti enam mahasiswa Indonesia merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan kualitas dan daya saing mahasiswa Kimia UB di tingkat internasional.

"Kami sangat bangga karena lima dari enam peserta Indonesia yang mengikuti program ini berasal dari Departemen Kimia Universitas Brawijaya. Hal ini menunjukkan kualitas mahasiswa Kimia UB yang mampu berkompetisi dan beradaptasi dalam lingkungan akademik internasional," ujar Anna Safitri.

"Pengalaman belajar bersama peserta dari Thailand dan Filipina, serta kesempatan menggunakan berbagai instrumen dan metode analisis modern, akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk pengembangan kompetensi akademik maupun profesional mereka di masa depan," pungkasnya.

Partisipasi mahasiswa Departemen Kimia UB dalam Science Silpakorn University International Summer School 2026 menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, pengembangan kompetensi akademik, serta peningkatan kapasitas mahasiswa untuk berkiprah dalam komunitas ilmiah global.

SDGs Terkait:
SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
SDG 6: Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak)
SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 5 Mahasiswa Kimia UB Ikuti International Summer School di Thailand, Perkuat Kompetensi Akademik dan Jejaring Global

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now