SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026, diwarnai dengan rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas strategis Kota Surabaya. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan kegiatan penyampaian aspirasi buruh berlangsung aman dan tertib.
Sejak pagi hari, aparat gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan unsur terkait telah bersiaga di berbagai titik. Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sekitar pukul 09.00 WIB dan bersifat situasional, menyesuaikan dengan pergerakan massa aksi yang dipusatkan di kawasan pusat pemerintahan dan titik-titik strategis kota.
Beberapa ruas jalan utama yang mengarah ke pusat aksi terpantau mengalami penutupan dan pengalihan arus. Di antaranya jalur menuju kawasan sekitar Kantor Gubernur Jawa Timur, Gedung Negara Grahadi, serta akses menuju DPRD Jawa Timur. Pengendara dari arah barat dan selatan dialihkan ke jalur alternatif guna mengurai kepadatan yang berpotensi terjadi akibat konsentrasi massa.
Petugas di lapangan tampak aktif melakukan pengaturan arus lalu lintas dan memberikan arahan kepada pengguna jalan. Selain itu, rambu-rambu sementara juga dipasang untuk membantu masyarakat memilih jalur alternatif yang lebih lancar.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya pelayanan publik agar seluruh kegiatan, baik aksi buruh maupun aktivitas masyarakat umum, tetap berjalan beriringan tanpa menimbulkan gangguan berarti. Pendekatan humanis juga dikedepankan dalam pengamanan aksi, dengan mengutamakan dialog dan pengawasan yang persuasif.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengapresiasi komitmen para buruh dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Momentum May Day dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang harus dijaga bersama, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas.
Masyarakat Kota Surabaya pun diimbau untuk: menghindari ruas jalan yang menjadi titik konsentrasi massa, menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan, serta mengatur waktu perjalanan lebih awal guna menghindari keterlambatan.
Selain itu, warga juga diminta untuk selalu mengikuti informasi terkini melalui kanal resmi pemerintah dan arahan petugas di lapangan, mengingat pengalihan arus dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi.
Dengan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan peserta aksi, pelaksanaan May Day 2026 di Surabaya diharapkan dapat berlangsung kondusif. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketertiban kota, sekaligus memberikan ruang bagi penyampaian aspirasi secara demokratis dan bertanggung jawab.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?