![]() |
| Gyselle Silva top skor dan MVP, GS Caltex Seoul juara V League Korea 2025/26 dengan mengalahkan Gimcheon Hi Pass tiga leg (3-0)./Instagram @kovopr_official |
SEOUL | JATIMSATUNEWS.COM - Hasil V League Korea 2025/26 memastikan GS Caltex Seoul menjadi juara usai mengalahkan Gimcheon Hi Pass 3-0 (tiga leg).
Kepastian ini didapat usai laga final ketiga antara GS Caltex vs Hi Pass pada Minggu (5/4) siang waktu setempat yang dimenangkan GS Caltex 3-1 dengan skor per set 25-15, 19-25, 25-20, dan 25-20.
Ini membuat GS Caltex asuhan Pelatih Lee Youngtaek menjadi juara V League Korea 2025/26 dengan agregat 3-0.
Sebelumnya, GS Caltex menang 3-1 dan 3-2 pada dua leg pertama yang digelar di Gimcheon Gymnasium, kandang Hi Pass.
Lalu, hari ini (5/4) yang menjadi laga ketiga dan digelar di kandang GS Caltex yakni di Jangchung Arena, Seoul, berakhir 3-1 untuk kemenangan Gyselle Silva dan kolega.
Pemain asing asal Kuba itu pun kemudian menjadi pemain terbaik pertandingan (MVP) selain juga menjadi top skor laga dengan mencetak 36 poin dengan 34 serangan (48%) dan 2 poin blok.
Juaranya GS Caltex juga menciptakan sejarah baru sejak V League Korea--liga profesional--bergulir pada 2005, yakni tim putri pertama yang juara usai melalui babak semifinal play-off.
Babak ini adalah mempertemukan dua tim peringkat ketiga dengan keempat akibat poin GS Caltex dengan Incheon Pink Spiders sama (57).
Berdasarkan regulasi KOVO, babak semi play-off dapat digelar jika selisih poin tim peringkat ketiga dengan peringkat keempat hanya 3 poin atau kurang. Membuat babak ini digelar lebih dulu sebelum play-off antara Suwon Hyundai Hillstate (peringkat kedua) dengan pemenang semi play-off.
GS Caltex memenangkan laga semi play-off atas Pink Spiders dengan skor 3-1 (hanya satu laga).
Kemudian, pada babak final play-off, GS menang 3-1 dan 3-0 atas Hyundai Hillstate.
Artinya, GS Caltex menyapu bersih enam pertandingan babak akhir musim dan menjadi rekor baru sepanjang sejarah V League Korea kategori putri.
Torehan juara musim ini juga menjadi gelar keempat GS Caltex setelah 2007/08, 2013/14, dan 2020/21.
Juaranya tim peringkat ketiga musim ini menjadi yang keempat kali terjadi setelah musim 2007/08 yang dialami GS Caltex, musim 2008/09 dengan Pink Spiders, dan 2022/23 dengan Hi Pass.
Ini juga menjadi gelar pertama Lee Youngtaek sebagai pelatih kepala. "Ini seperti mimpi. Posisi ini telah saya mimpikan sejak pertama saya menjadi pelatih, dan saya bersyukur kami mampu mencapai titik ini. Terima kasih kepada para pemain," ujar Lee Youngtaek sembari menitikkan air mata pascalaga, dikutip dari Xports News.
![]() |
| Mantan pelatih Palembang Bank Sumsel Babel, Lee Youngtaek berhasil membawa GS Caltex Seoul juara V League Korea 2025/26./dok. Newsis |
Mantan pelatih tim putra Palembang Bank Sumsel Babel di Proliga 2023 juga mengaku dirinya adalah pelatih yang buruk pada musim 2024/25 karena membawa GS Caltex mengalami 14 kekalahan beruntun, yang menjadi rekor buruk klub ibu kota tersebut.
Setelah berhasil juara, ia ingin mempertahankan skuat musim ini termasuk ingin memperpanjang kontrak Gyselle Silva jika sang pemain tidak pensiun.
![]() |
| Gyselle Silva menjadi top skor dan MVP final V League Korea 2025/26 usai membawa GS Caltex Seoul juara./Instagram @gscaltexkixx |
Dilansir dari Newsis, Silva yang akan berusia 35 tahun pada 29 Oktober mendatang mengaku akan bermain untuk 2-3 tahun lagi.
"Saya belum akan pensiun. Saya pikir masih bisa bermain untuk dua atau tiga tahun lagi," ungkapnya. Walaupun, ia belum bersedia untuk berbicara tentang kemungkinan perpanjangan kontrak dengan GS Caltex.
Selama fase reguler, Silva mencetak 1.083 poin dalam 36 laga dan 139 set alias sekitar 8 poin per set dan/atau sekitar 30 poin per laga.
Lesatan 1.083 poin Silva selama fase reguler juga memecahkan rekor Elizabet Inneh yang mencetak 1.015 poin saat membela Daejeon KGC--sebelum bernama Red Sparks.
Selain itu, Silva juga mempertahankan rekor pribadinya yang selalu mencetak 1.000 poin tiap musim pada fase reguler selama membela GS Caltex sejak 2023/24.
Pada musim 2023/24 yang bersamaan dengan debut Megawati Hangestri Pertiwi di V League Korea bersama Red Sparks, Silva mencetak 1.005 poin.
Pemain berposisi opposite hitter ini menambah torehannya menjadi 1.008 poin pada musim 2024/25.
Hanya saja, GS Caltex gagal lolos ke play-off pada 2023/24 usai finis keempat--tepat di bawah Red Sparks, dan finis keenam saat dilatih Lee Youngtaek yang menggantikan peran Cha Sanghyun.
Kini, pada musim ketiganya bersama GS Caltex, Silva akhirnya merasakan babak play-off dan bahkan menjadi kampiun.
Selama babak akhir musim, Silva juga tampil sangat tajam dengan mencetak total 218 poin dalam enam pertandingan. Rinciannya, ia mencetak 42 poin saat melawan Pink Spiders. Lalu, 40 dan 32 poin saat melawan Hyundai Hillstate.
Dilanjut dengan lesatan 33, 35, dan 36 poin saat melawan Hi Pass pada partai puncak. Artinya, Silva mencetak rata-rata 36,3 poin per laga. Sebuah standar ketajaman yang sangat tinggi dari seorang opposite hitter yang berbuah manis untuk timnya, yakni juara.
Ia pun terpilih sebagai MVP babak final dengan meraih 33 suara dari 34 voter (1 absen), serta mendapat hadiah 5 juta won alias sekitar 56,3 juta rupiah.
Dengan hasil tersebut, maka berikut ini klasemen akhir V League Korea 2025/26.
1. GS Caltex (ketiga musim reguler)
2. Hi Pass (juara musim reguler)
3. Hyundai Hillstate (kedua musim reguler)
4. Pink Spiders
5. IBK Altos
6. AI Peppers
7. Red Sparks.
Berdasarkan klasemen tersebut diketahui pula bahwa mantan klub Megawati Hangestri, Red Sparks finis ketujuh setelah musim sebelumnya menjadi runner-up kejuaraan dan ketiga pada musim 2023/24.
Musim ini menjadi penurunan drastis bagi Red Sparks setelah terjadi perubahan pemain asing. Yakni, Vanja Bukilic dan Mega yang bermain musim lalu diganti dengan Elisa Zanette dan Wipawee Srithong.
Nama terakhir kemudian diganti dengan pemain Mongolia, Jamiyanpurev Enkhsoyol alias Inkushi, karena pemulihan cedera lututnya terlalu lama.
Kapten sekaligus setter inti, Yeum Hyeseon juga menghabiskan banyak waktunya musim ini untuk memulihkan cedera lutut yang dialami pada akhir musim 2024/25. Ini membuat Red Sparks asuhan Pelatih Ko Heejin harus bersandar pada setter muda Choi Seohyun.
Finis ketujuh juga menjadi posisi terburuk Red Sparks sejak V League putri diikuti tujuh tim mulai 2021/22, dengan bergabungnya Gwangju AI Peppers.
Artinya, ketika Silva dan GS Caltex mengukir kisah manis pada musim ini, Red Sparks justru menorehkan catatan pahit.
Padahal, musim lalu mereka menghebohkan publik penggemar bola voli Indonesia dan Korea Selatan usai menjadi runner-up. Bahkan, mereka memaksa Pink Spiders yang saat itu diperkuat Kim Yeonkoung untuk bermain lima set dalam empat pertandingan terakhir di final.
Kini, menarik ditunggu kebangkitan Red Sparks musim depan, dan menarik ditunggu pula apakah GS Caltex akan menjadi wakil Korea Selatan di AVC Club Champions League 2026 di Bangkok, Thailand.
Ajang ini akan digelar pada 26-30 April 2026 dan akan diikuti pula oleh Bandung BJB Tandamata sebagai perwakilan dari Proliga Indonesia. ***
Penulis: YAN
Baca juga: Yeum Hyeseon Nonton Langsung, Mega Cetak Ace dan Bawa Enduro Menang





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?