Banner Iklan

Senator Lia Istifhama Sebut Perpus Jatim Berubah, Apresiasi Inovasi Literasi Disperpusip dari Jambulen hingga Titik Baca Digital

Admin JSN
01 Mei 2026 | 12.56 WIB Last Updated 2026-05-01T06:25:41Z
Didampingi Kadisperpusip Jawa Timur, Tiat S. Suwardi, Senator Lia Istifhama mengapresiasi beragam inovasi Perpustakaan Jatim./dok. Istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama menyebut Perpustakaan Jawa Timur di Surabaya mengalami perubahan dibanding kala dirinya masih menjadi mahasiswa.

Hal ini disampaikan Lia ketika menjadi narasumber siniar (podcast) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/4) lalu.

Senator asal Jawa Timur ini pun memberikan apresiasi atas berbagai terobosan yang dilakukan Disperpusip Jatim dalam memperluas akses literasi kepada masyarakat.

Beragam inovasi yang dihadirkan dinilai menjadi langkah konkret dalam mendekatkan budaya baca sekaligus memperkuat transformasi layanan perpustakaan di era digital.

Menurut Lia, inovasi literasi yang diluncurkan Disperpusip Jatim menunjukkan bahwa perpustakaan kini tidak lagi dipahami sekadar sebagai ruang penyimpanan buku. Perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, ruang kreativitas, dan sarana penguatan kualitas sumber daya manusia.

"Literasi hari ini tidak cukup hanya menghadirkan buku di rak perpustakaan. Literasi harus hadir di tengah masyarakat, mudah diakses, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Saya melihat Disperpusip Jatim sudah bergerak ke arah itu," ungkap Lia.

Ia menyoroti sejumlah program unggulan, seperti Jambulen yakni Jemput Bahan Pustaka Online yang memudahkan masyarakat meminjam dan mengembalikan buku secara digital.

Kemudian, Gitarku Smart sebagai aplikasi layanan koleksi digital, serta Halo Lib yang menghadirkan layanan referensi berbasis teknologi.

Selain itu, program Darling (Perpustakaan Keliling) dan Mobil Lestari juga dinilai sebagai inovasi yang efektif dalam menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok.

Ada pula Titik Baca Digital di lebih dari seribu lokasi publik yang disebut Lia menjadi lompatan besar dalam memperluas akses membaca lintas kalangan.

Lia juga mengapresiasi inovasi E-Waras (Wisata Arsip Terintegrasi) yang menghadirkan edukasi sejarah dan budaya Jawa Timur melalui media digital yang interaktif, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsip sebagai memori kolektif bangsa.

Menurut politisi muda ini, kombinasi layanan digital, perpustakaan inklusi sosial, dan pendekatan berbasis masyarakat menjadikan inovasi Disperpusip Jatim layak menjadi model pengembangan literasi daerah di tingkat nasional.

"Ketika buku, arsip, dan pengetahuan bisa dihadirkan lebih dekat kepada masyarakat, maka kita sedang menyiapkan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan berdaya saing," tandasnya. ***

Editor: YAN

Baca juga: Perempuan Penyangga Peradaban, Literasi Bakal Jadi Kunci Indonesia Emas 2045


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Senator Lia Istifhama Sebut Perpus Jatim Berubah, Apresiasi Inovasi Literasi Disperpusip dari Jambulen hingga Titik Baca Digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now