Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama: Perempuan Penyangga Peradaban, Literasi Bakal Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

Admin JSN
01 Mei 2026 | 12.36 WIB Last Updated 2026-05-01T05:36:57Z
Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menjadi narasumber podcast di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur./dok. Istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama menegaskan bahwa perempuan memegang peran sentral dalam membangun budaya literasi keluarga sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, perempuan bukan hanya pengasuh generasi, tetapi juga penyangga peradaban yang menentukan kualitas masa depan bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan Lia saat menjadi narasumber siniar (podcast) di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/4), dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Siniar episode ke-154 tersebut mengusung tema 'Perempuan sebagai Penggerak Literasi Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045'.

Melalui ruang suara tersebut, Lia menekankan bahwa kekuatan perempuan terletak pada kemampuannya menjadi figur multitasking yakni kemampuan untuk mendidik, membangun ikatan emosional dalam keluarga, sekaligus menjadi produsen pengetahuan di era digital.

"Perempuan itu tampak tangguh, tetapi juga memiliki sisi rapuh. Karena itu, perempuan harus diberdayakan dengan pengetahuan, literasi, dan ruang aktualisasi agar mampu berdiri kuat dalam perubahan zaman," ungkap Lia.

Politisi 42 tahun ini menyebut budaya membaca harus dimulai dari rumah. Sebab, sebuah buku tidak hanya menghadirkan pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk cara berpikir, memengaruhi cara pandang, dan pada akhirnya membentuk praktik hidup yang lebih baik.

"Pena lebih tajam dari pedang. Sebuah buku bisa membangun cara berpikir, melakukan brainstorming, lalu diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Dari situlah peradaban lahir," ujar senator asal Jawa Timur ini.

Keponakan Gubernur Jatim Khofifah ini juga menyoroti tantangan global berupa rendahnya budaya baca di Indonesia. Padahal menurutnya, bonus demografi dan kecerdasan generasi muda Indonesia akan menjadi kekuatan besar jika ditopang oleh budaya literasi yang kuat.

Tiat S. Suwardi dan Lia Istifhama saat podcast tentang literasi dan Kartini masa kini untuk Indonesia Emas 2045./dok. Istimewa

Pada momen sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si menegaskan bahwa semangat Kartini dewasa ini adalah memperluas akses pengetahuan bagi perempuan dan keluarga.

"Literasi adalah ujung tombak pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045. Dan ibu adalah pintu pertama budaya membaca dalam keluarga," ucap Tiat.

Menurutnya, kebiasaan membaca bahkan bisa ditanamkan sejak anak masih dalam kandungan. Maka, peran ibu dalam menumbuhkan kecintaan membaca menjadi sangat strategis dalam membangun generasi masa depan yang unggul, cerdas, dan berdaya saing global. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama: Perempuan Penyangga Peradaban, Literasi Bakal Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now