![]() |
| Dokumentasi Pemaparan Materi oleh Ir. Wike Andre Septian, S.Pt., M.Si., |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Dalam rangkaian pemaparan materi "Workshop Manajemen Penanganan Ternak Kurban Holistik" Angkatan Pertama Universitas Brawijaya, menyoroti pada aspek pelaksanaan di lapangan, pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan atau K3L menjadi salah satu perhatian paling krusial demi memastikan proses ibadah berjalan tanpa hambatan. Pakar peternakan Universitas Brawijaya, Ir. Wike Andre Septian, S.Pt., M.Si., menegaskan bahwa kecelakaan kerja selama proses penyembelihan ternak kurban sebenarnya dapat diminimalisasi jika panitia menguasai teknik penanganan atau handling yang tepat. Mengingat tenaga hewan ternak seperti sapi jauh lebih kuat dibandingkan manusia, diperlukan kehati-hatian tingkat tinggi mulai dari proses pengikatan, perebahan, hingga penyembelihan.
Menurut Wike, kesalahan dalam penanganan tidak hanya memicu risiko cedera bagi panitia, tetapi juga dapat menyakiti hewan tersebut. Oleh karena itu, setiap petugas di lapangan wajib memahami teknik penanganan yang benar agar proses penyembelihan berjalan aman, efektif, dan sepenuhnya sesuai dengan kaidah kesejahteraan hewan. Ia juga sangat menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri secara lengkap, mulai dari sarung tangan, sepatu pelindung, masker, hingga pakaian kerja yang sesuai standar keselamatan guna mengurangi risiko luka akibat alat tajam maupun kontak langsung selama proses berlangsung.
Selain menjamin keselamatan kerja, teknik penanganan yang tenang dan tepat juga terbukti mampu mempermudah pelaksanaan penyembelihan sehingga proses menjadi jauh lebih tertib, efisien, dan minim stres pada hewan kurban. Manfaat ganda inilah yang mendasari antusiasme para peserta workshop yang terdiri dari panitia kurban, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum untuk meningkatkan pemahaman mereka secara menyeluruh dari aspek teknis hingga kesehatan hewan.
Menariknya, kegiatan edukasi berskala besar ini juga dirancang selaras dengan pencapaian target Sustainable Development Goals atau SDGs. Workshop ini berkontribusi langsung pada SDG nomor tiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera melalui penerapan keselamatan kerja, serta SDG nomor empat tentang pendidikan berkualitas lewat edukasi masyarakat. Di sisi lain, penerapan standar kerja yang aman mendukung pemenuhan SDG nomor delapan terkait pekerjaan layak, sementara pengelolaan penyembelihan yang higienis menjadi perwujudan dari SDG nomor dua belas mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui sinergi ini, Universitas Brawijaya berharap pelaksanaan kurban di masyarakat dapat bertransformasi menjadi lebih aman, profesional, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?