Banner Iklan

Utamakan Empati: Kritik Sosial Yes, Eksploitasi No

Admin JSN
24 Mei 2026 | 18.26 WIB Last Updated 2026-05-24T11:26:28Z
Ilustrasi kritik sosial dan eksploitasi pihak tertentu./Pixabay

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM - Fenomena konten kritik sosial di media digital kembali menjadi perhatian publik. Di tengah maraknya kreator yang mengangkat kehidupan masyarakat kecil demi kebutuhan konten dan viralitas, berbagai kalangan mengingatkan pentingnya menjaga etika, martabat manusia, serta persetujuan narasumber sebelum sebuah karya dipublikasikan.

Pengamat sosial menilai kritik sosial memang bagian penting dari demokrasi dan kebebasan berekspresi. Namun, kritik tidak boleh berubah menjadi eksploitasi terhadap rakyat kecil hanya demi keuntungan popularitas maupun monetisasi digital.

Belakangan, media sosial ramai membahas batas antara kritik sosial dan eksploitasi kemiskinan. Banyak pihak menilai sebagian konten justru menjadikan penderitaan masyarakat sebagai bahan tontonan tanpa mempertimbangkan dampak psikologis maupun martabat individu yang direkam.

Dalam sejumlah diskusi publik dan opini media nasional, isu penghormatan terhadap masyarakat akar rumput semakin sering disuarakan.

Salah satunya terkait pentingnya 'persetujuan sosial' atau penerimaan masyarakat sebelum sebuah aktivitas dilakukan. Konsep ini juga banyak dibahas dalam isu pembangunan nasional dan kritik kebijakan publik.

Pengamat media digital menilai masyarakat kecil bukan objek semata yang bisa digunakan demi kepentingan algoritma. Persetujuan narasumber dinilai menjadi aspek mendasar dalam etika jurnalistik maupun produksi konten kreatif.

"Jangan sampai atas nama karya dan kritik sosial, rakyat kecil justru merasa dipermalukan atau dieksploitasi. Etika harus tetap menjadi prioritas," ujar salah satu pemerhati sosial dalam diskusi literasi digital yang berkembang di media sosial.

Fenomena eksploitasi penderitaan masyarakat dalam konten digital juga pernah menuai kritik keras dari publik. Sejumlah pihak menilai penggunaan visual penderitaan masyarakat tanpa sensitivitas hanya akan melahirkan empati semu dan menjadikan kemiskinan sebagai komoditas tontonan.

Di sisi lain, kritik sosial tetap dianggap penting sebagai kontrol terhadap kebijakan publik maupun realitas sosial. Namun para pemerhati mengingatkan bahwa kritik yang baik seharusnya membangun kesadaran, bukan memperalat masyarakat kecil demi sensasi.

Karena itu, kreator konten, influencer, hingga pegiat media digital diharapkan lebih mengedepankan empati, komunikasi yang sehat, dan izin dari narasumber sebelum merekam maupun menyebarkan suatu konten.

Di era digital yang serba cepat, etika dinilai menjadi fondasi utama agar kebebasan berkarya tidak melukai martabat kemanusiaan. ANS


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Utamakan Empati: Kritik Sosial Yes, Eksploitasi No

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now