![]() |
| Jepang dan Australia gugur di babak 32 besar Piala Dunia 2026, wakil Asia habis dan bisa menjadi alarm pembelajaran Timnas Indonesia./Instagram @japanfootballassociation @socceroos |
DALLAS | JATIMSATUNEWS.COM - Rekap hasil Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang babak 32 besarnya tuntas pada Sabtu (4/7) pagi WIB.
Babak gugur fase pertama ini ditutup dengan tiga pertandingan terakhir yakni Australia vs Mesir, Argentina vs Tanjung Verde, dan Kolombia vs Ghana.
Hasilnya, Australia, Tanjung Verde, dan Ghana terhenti di babak 32 besar. Khusus Australia, terhentinya Socceroos memastikan wakil Asia (AFC) tersapu habis di babak 32 besar.
Kekalahan 2-4 pada babak adu penalti dari Mesir—setelah seri 1-1 selama waktu normal (90 menit) dan babak tambahan waktu—membuat Jackson Irvine dan kolega menyusul Jepang pulang kampung.
Sebelumnya, Jepang terhenti di babak 32 besar usai kalah 1-2 dari pemilik lima gelar Piala Dunia, Brasil.
Asia Susul Oseania, Pulang Cepat di Piala Dunia 2026
Tumbangnya Jepang dan Australia memastikan Asia sudah habis. Kontinental ini menyusul Oseania (OFC) yang hanya diwakili Selandia Baru dan gugur di fase grup.
Selandia Baru yang menjadi wakil tunggal OFC terhenti usai menjadi juru kunci Grup G dengan 1 poin. Chris Wood dan kolega hanya bisa menahan seri Iran, 2-2.
Iran kemudian menjadi wakil terakhir Asia yang gugur di fase grup usai hasil Austria vs Aljazair di Grup J berakhir seri, 3-3. Ini membuat Aljazair mengambil jatah terakhir lolos ke babak 32 besar dari jalur peringkat ketiga terbaik.
Iran yang terhenti di fase grup adalah tim ketujuh dari sembilan wakil Asia yang angkat koper lebih cepat. Mehdi Taremi dkk menyusul Yordania, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, Irak, dan Korea Selatan.
Nama terakhir sempat viral di media sosial karena dipenuhi drama. Dipantik dari obrolan jurnalis media Korea Selatan yang membicarakan status Son Heung-min yang tidak menjalani wajib militer—dibebaskan karena meraih medali emas Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.
Lalu, tim Korsel asuhan Hong Myung-bo memboikot media nasionalnya untuk merespons hal tersebut.
Hingga, kekalahan dari Afrika Selatan yang membuat Taegeuk Warriors tersingkir di fase grup dan Hong mengundurkan diri dari kursi kepelatihan.
Jepang dan Australia Sempat Menjadi Harapan Terakhir Asia
Gugurnya tujuh dari sembilan tim tersebut di fase grup membuat Asia tinggal bertumpu pada Jepang dan Australia. Jawara Asia 2011 dan kampiun Asia 2015.
Harapan mereka bertahan sempat diawali dengan Jepang unggul 1-0 lebih dulu atas Brasil pada babak pertama laga 32 besar.
Namun, dua gol Selecao yang dicetak Casemiro dan Gabriel Martinelli memupuskan harapan Samurai Biru melangkah ke babak 16 besar.
Kemenangan Jepang atas Brasil di turnamen resmi—bukan uji coba—pada akhirnya hanya terjadi di cerita Kapten Tsubasa.
Australia justru sempat membuat warga Asia sudah pesimistis karena tertinggal 0-1 pada babak pertama. Mereka baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-55, itu pun dengan gol bunuh diri Mohamed Hany.
Tim asuhan Tony Popovic masih mampu menahan Mesir selama babak tambahan waktu di Dallas Stadium, Arlington. Namun, pada babak tos-tosan, Negeri Kanguru terpaksa pulang cepat karena dua eksekutornya yakni Harry Souttar dan Lucas Herrington gagal menjalankan tugasnya. Sedangkan empat algojo Mesir termasuk Mohamed Salah sukses menjalankan tugasnya.
Gugurnya Australia dan Jepang Alarm bagi Timnas Indonesia?
Tersingkirnya Jepang dan Australia membuat negara-negara Asia terkena dampaknya, sebab dua tim tersebut merupakan bagian dari tim papan atas Asia.
Namun, ketika langkah mereka terhenti di babak 32 besar alih-alih 16 besar, maka ini dapat menjadi peringatan besar bagi sepak bola Asia, termasuk bagi Indonesia.
Indonesia saat melawan Jepang dalam tiga pertemuan terakhir selalu kalah, yakni 1-3 di fase grup Piala Asia 2023, lalu kalah 0-4 dan 0-6 pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Indonesia melawan Australia juga tidak mudah. Hasil terbaik Garuda adalah seri 0-0 dengan Australia yang saat itu dilatih Graham Arnold dan Indonesia dilatih Shin Tae-yong pada pertemuan pertama putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia. Ketika Australia dilatih Popovic, Indonesia yang kemudian sempat dilatih Patrick Kluivert tumbang 1-5 pada pertemuan kedua.
Sebelum itu, Indonesia juga kalah 0-4 dari Australia asuhan Arnold saat babak 16 besar Piala Asia 2023 yang dihelat awal 2024 di Qatar.
Di antara dua tim tersebut, Indonesia akan kembali bertemu dengan Jepang pada fase grup Piala Asia 2027 di Arab Saudi mendatang.
Maka dari itu, melihat Jepang yang kuat di Asia namun di panggung dunia masih bisa cepat pulang, akan menjadi peringatan bahwa membangun kekuatan timnas sepak bola tidak mudah.
Termasuk jika mengusung mimpi lolos ke Piala Dunia 2030 dan berharap tidak mudah dikalahkan dengan telak selama fase grup.
Di antara sembilan wakil Asia pada edisi 2026, Irak sudah merasakan kekalahan 1-4 dari Norwegia, 0-3 dari Prancis, dan 0-5 dari Senegal. Padahal, mereka bisa mengalahkan Indonesia asuhan Kluivert 0-1 di ronde keempat kualifikasi, dan selalu menang atas Indonesia saat dilatih STY.
Debutan Yordania yang pernah menang 1-0 atas Indonesia pada kualifikasi Piala Asia 2023, di Piala Dunia 2026 mereka kalah 1-3 dari Austria, kalah 1-2 dari Aljazair, dan 1-3 dari Argentina.
Qatar yang menjadi calon lawan Indonesia di fase grup Piala Asia 2027 sempat bisa seri 1-1 dengan Swiss namun tumbang 0-6 dari tuan rumah Kanada, dan kalah 1-3 dari Bosnia & Herzegovina.
Arab Saudi yang rekor pertemuan dalam tiga laga terakhir dengan Indonesia adalah 1 menang, 1 seri, dan 1 kalah, juga maksimal meraih 2 poin dari menahan seri Uruguay (1-1) dan tim debutan Tanjung Verde (0-0), serta tumbang 0-4 dari jawara dunia 2010 Spanyol.
Korea Selatan yang semula meyakinkan publik Asia dengan kemenangan 2-1 atas Ceko kemudian justru kalah dengan skor identik 0-1 dari tuan rumah Meksiko dan tuan rumah edisi 2010 Afsel.
Debutan Asia lainnya, Uzbekistan, yang beberapa pemainnya adalah jebolan Piala Asia U-23 2024 yang pernah mengalahkan Indonesia 2-0 di semifinal, menjadi samsak Kolombia (1-3), Portugal (0-5), dan RD Kongo (1-3) di fase grup.
Selain Jepang dan Australia yang masih bisa lolos ke babak 32 besar, hanya Iran yang terlihat masih cukup kuat dengan meraih hasil seri pada seluruh tiga pertandingan fase grup.
Artinya, persaingan di panggung dunia sangat sulit jika melihat nasib wakil Asia di Piala Dunia 2026, dan ini dapat menjadi pembelajaran bagi sepak bola Asia termasuk Indonesia jika menargetkan lolos Piala Dunia 2030.
Indonesia yang kini dilatih John Herdman akan menghadapi dua tim jebolan Piala Dunia 2026 di fase grup Piala Asia 2027 yakni Jepang dan Qatar.
Bahkan, Jepang akan langsung menjadi lawan Indonesia di Grup F pada 11 Januari 2027 (waktu setempat). Disusul Qatar menjadi lawan berikutnya pada 16 Januari (WS).
Rekap Hasil Pertandingan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jerman 1-1 Paraguai (p3-4)
Prancis 3-0 Swedia
Afrika Selatan 0-1 Kanada
Belanda 1-1 Maroko (p2-3)
Portugal 2-1 Kroasia
Spanyol 3-0 Austria
Amerika Serikat 2-0 Bosnia Herzegovina
Belgia 3-2 Senegal (+2x15 menit)
Brasil 2-1 Jepang
Pantai Gading 1-2 Norwegia
Meksiko 2-0 Ekuador
Inggris 2-1 RD Kongo
Argentina 3-2 Tanjung Verde (+2x15 menit)
Australia 1-1 Mesir (p2-4)
Swiss 2-0 Aljazair
Kolombia 1-0 Ghana.
Hasil Wakil Konfederasi di Piala Dunia 2026 (4/7)
Eropa (UEFA): 7 dari 16 tim lolos babak 16 besar
Afrika (CAF): 2 dari 10 tim lolos R-16
Amerika Selatan (Conmebol): 4 dari 6 tim lolos R-16
Amerika Utara, Tengah, dan Kep Karibia (Concacaf): 3 dari 6 tim lolos R-16
Asia (AFC): 9 tim gugur; 7 di fase grup, 2 di R-32
Oseania (OFC): 1 wakil tunggal gugur di fase grup.
Jadwal perempat final Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai Minggu (5/7) dini hari WIB hingga 8 Juli mendatang.
Dilanjut perempat final pada 10-12 Juli, semifinal 15-16 Juli, perebutan peringkat ketiga 19 Juli, dan final 20 Juli 2026 (WIB).
Adapun dua tim finalis pada edisi sebelumnya adalah Argentina dan Prancis dengan Argentina yang diperkuat Lionel Messi juara Piala Dunia 2022 di Qatar. Prancis pun masih menjadi favorit untuk bisa lolos ke final untuk tiga edisi beruntun setelah 2018 (juara) dan 2022 (kedua). ***
Penulis: YAN
Jadwal Timnas Indonesia Putra dan Putri di AFF,
Emil Audero Jadi Buruan 4 Klub Italia



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?