Banner Iklan

Gubernur Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban Jatim Aman

Anis Hidayatie
25 Mei 2026 | 08.25 WIB Last Updated 2026-05-25T01:25:38Z


 Gubernur Khofifah Pastikan diantara sapi kurban 

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026 dalam kondisi aman, sehat, dan mencukupi. Kepastian itu disampaikan usai meninjau Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu (24/5).

Dalam kunjungannya, Khofifah menegaskan bahwa ketersediaan sapi kurban di Jawa Timur bukan hanya cukup untuk kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga siap didistribusikan ke berbagai wilayah luar Jawa Timur.

“Jadi cukup, aman dan sehat saya rasa harus disampaikan ke publik bukan hanya untuk Jawa Timur tapi juga di luar Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Jawa Timur, total ketersediaan ternak kurban tahun 2026 mencapai 2.055.978 ekor. Jumlah itu terdiri dari 629.119 ekor sapi, 940.693 ekor kambing, 484.468 ekor domba, dan 1.698 ekor kerbau.

Sementara kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur diperkirakan mencapai 427.060 ekor, dengan rincian 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, dan 10 ekor kerbau.

“Dari data tersebut dapat disampaikan bahwa jumlah ternak kurban di Jawa Timur tahun 2026 tersedia mencukupi kebutuhan ternak kurban sapi, kambing dan domba,” jelasnya.

Khofifah juga mengapresiasi Kabupaten Lamongan sebagai salah satu daerah penyangga utama penyedia ternak di Jawa Timur. Saat ini populasi ternak di Lamongan mencapai 108.987 ekor sapi potong, 97.288 ekor kambing, 86.319 ekor domba, dan 130 ekor kerbau.

“Terima kasih Bupati Lamongan karena Lamongan salah satu daerah dengan ketersediaan sapi yang cukup besar,” katanya.

Di sisi lain, meningkatnya semangat masyarakat untuk berkurban turut berdampak pada naiknya penjualan hewan kurban tahun ini. Harga sapi kurban tercatat naik sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor dibanding tahun lalu, sedangkan harga per kilogram berat hidup meningkat Rp5.000 hingga Rp10.000.

Meski demikian, penjualan hewan kurban tetap mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025.

“Saya menyampaikan terima kasih para peternak memiliki semangat yang luar biasa dan apalagi kalau terkonfirmasi bahwa tingkat penjualannya tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu,” ungkap Khofifah.

Untuk menjamin kesehatan ternak kurban, Pemprov Jawa Timur menyiapkan ribuan petugas pemeriksa hewan kurban. Petugas tersebut terdiri dari 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, dan 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat.

Khofifah menegaskan seluruh hewan kurban yang beredar telah melalui vaksinasi, biosecurity, serta pengobatan ternak secara berkala.

“Ternak-ternak tersebut juga sudah terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak di seluruh wilayah Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Pengelola Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto, mengatakan koperasi yang dirintis sejak 2008 tersebut kini berkembang pesat dengan dukungan pembinaan pemerintah dan koperasi.

Menjelang Idul Adha 2026, koperasi itu menyiapkan sekitar 300 ekor sapi kurban jenis Peranakan Ongole, Limosin, Simental, dan sapi lokal. Sekitar 80 persen atau 260 ekor telah terjual ke Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

“Tahun 2026 menyambut Idul Adha disiapkan kurang lebih 300 ekor dan alhamdulillah sudah terjual 80 persen,” pungkas Suparto. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gubernur Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban Jatim Aman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now