Banner Iklan

Dari Drum Bekas hingga Branding Digital: Transformasi Usaha Ikan Asap Pasuruan Dimulai dari Kelompok Kecil

Eko Rudianto
25 Mei 2026 | 08.30 WIB Last Updated 2026-05-25T01:41:38Z


PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM : Program pengabdian UPN Veteran Jawa Timur fokus pada transformasi UMKM pangan melalui standar halal, teknologi produksi, dan pemasaran digital berbasis visual.

Di tengah tingginya produksi budidaya ikan lele di Jawa Timur, banyak pelaku usaha mikro perikanan masih menghadapi persoalan klasik antara lain produk dijual murah, bergantung pada pengepul, dan belum memiliki daya saing di pasar modern. Kondisi inilah yang menjadi perhatian tim dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dalam program pengabdian masyarakat yang menyasar Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mandiri Bersatu di Kota Pasuruan.

Foto Dokpri : Dokumentasi Kegiatan Survei di KUBE Mandiri Bersatu

Melalui program bertajuk 'Penguatan Kapasitas Kelompok Usaha Ikan Asap Pasuruan melalui Visual Branding Etis Berbasis Digital dan Penerapan Standar Pangan Halal',  tim dosen lintas bidang dari UPN Veteran Jawa Timur berupaya mendorong transformasi usaha ikan asap masyarakat dari sistem tradisional menuju usaha pangan yang lebih modern, higienis, dan kompetitif. 

Program tersebut berhasil lolos pendanaan BIMA untuk Skema Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang diumumkan pada 9 April 2026 lalu. Fokus program tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga menyentuh aspek keamanan pangan, standar halal, teknologi tepat guna, hingga penguatan identitas merek dan pemasaran digital. 

Ketua tim pengabdian, Arum Indiharwati, S.ST., M.SEI., menjelaskan bahwa sebagian besar UMKM pangan lokal sebenarnya memiliki potensi produksi yang besar, namun belum mampu bersaing karena lemahnya penguatan hilir usaha. 

Permasalahan UMKM pangan hari ini bukan hanya soal produksi, tetapi bagaimana produk tersebut dipercaya konsumen, memiliki identitas yang kuat, dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas” jelasnya. 

KUBE Mandiri Bersatu sendiri merupakan kelompok usaha produktif masyarakat yang bergerak pada budidaya ikan lele dan pengolahan ikan asap di Kelurahan Tambaan, Kota Pasuruan. Kelompok ini mengelola sekitar sepuluh kolam budidaya lele dan mulai mengembangkan produk ikan lele asap sebagai alternatif peningkatan nilai tambah hasil panen. 

Namun berdasarkan hasil survei tim pengabdian, proses produksi yang dilakukan mitra masih menggunakan peralatan sederhana berupa drum bekas oli yang dimodifikasi menjadi alat pengasapan. Pengendalian suhu dan waktu pengasapan juga masih dilakukan secara manual sehingga mutu produk belum konsisten dan belum sepenuhnya memenuhi standar keamanan pangan halal.

Foto Dokpri : Anggota KUBE menunjukkan proses pengasapan ikan lele

Tidak hanya itu, produk ikan asap yang dihasilkan juga masih dipasarkan secara sederhana tanpa identitas merek, logo, maupun kemasan yang representatif. Produk dijual menggunakan kemasan polos berlapis daun pisang tanpa informasi produk dan belum memanfaatkan pemasaran digital secara optimal. 

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian UPN Veteran Jawa Timur menghadirkan pendekatan yang berbeda dengan mengintegrasikan aspek teknologi pangan, teknik mesin, dan ekonomi digital dalam satu program pemberdayaan masyarakat. 

Program ini melibatkan dosen lintas disiplin, yaitu Dr. Hadi Munarko dari bidang Teknologi Pangan, serta Dr. Musyaroh dari bidang Teknik Mesin. Kolaborasi lintas bidang tersebut dirancang untuk menjawab persoalan usaha masyarakat secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Dalam pelaksanaannya nanti, mitra akan mendapatkan pendampingan penyusunan SOP produksi ikan asap, pelatihan keamanan pangan dan standar halal, bantuan alat pengasapan berbahan food grade, hingga pelatihan visual branding dan pemasaran digital berbasis media sosial.

Selain itu, program ini juga mendorong mitra untuk mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana dan membangun identitas usaha secara profesional agar memiliki posisi tawar yang lebih baik di pasar. Tim pengabdian bahkan menargetkan produk ikan asap mitra dapat memperoleh sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan kepercayaan konsumen. 

Program pengabdian ini sekaligus menjadi bentuk hilirisasi riset dan implementasi tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat lokal. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, usaha ikan asap yang sebelumnya dijalankan secara tradisional diharapkan mampu berkembang menjadi produk UMKM pangan yang memiliki kualitas, identitas merek, dan daya saing yang lebih kuat di era digital.

Penulis: Arum Indiharwati

 

#PengabdiankepadaMasyarakat #UPNVeteranJawaTimur #KampusBerdampak


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari Drum Bekas hingga Branding Digital: Transformasi Usaha Ikan Asap Pasuruan Dimulai dari Kelompok Kecil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now