![]() |
| Tiat S. Suwardi (kedua dari kiri) dan Lia Istifhama (tengah) saat podcast tentang literasi dan Kartini masa kini untuk Indonesia Emas 2045./dok. Istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Komite III Lia Istifhama mengaku takjub saat menyaksikan langsung wajah baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur pada Rabu (29/4) lalu.
Senator asal Jawa Timur ini memang tidak asing dengan Perpustakaan Jatim, sebab ia pernah mengenyam pendidikan tingginya di Surabaya.
Namun kini, ia hadir sebagai seorang senator yang menyaksikan perubahan yang cukup signifikan pada Perpus Jatim.
Menurutnya, perubahan yang ia lihat bukan sekadar pembenahan fasilitas, tetapi juga lompatan besar dalam membangun ekosistem literasi modern.
Usai menjadi narasumber podcast bertema Perempuan sebagai Penggerak Literasi Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045, Lia menyempatkan diri meninjau sejumlah sudut perpustakaan.
Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan tempat tersebut, lantaran semasa kuliah strata satu, dirinya termasuk salah satu anggota aktif perpustakaan. Pengalaman ini membuatnya mengetahui adanya perubahan di perpustakaan tersebut yang menghadirkan kesan mendalam.
"Dulu saya datang ke perpustakaan untuk membaca dan mencari referensi akademik. Sekarang saya melihat sesuatu yang jauh berbeda. Ini bukan hanya berubah, tapi melompat. Lebih modern, lebih hidup, lebih inklusif, dan mampu menjadi ruang belajar yang sangat inspiratif," tutur Lia.
Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini secara khusus memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si yang dinilainya berhasil membawa semangat transformasi di sektor literasi.
Menurut Lia, kepemimpinan perempuan di lembaga strategis seperti perpustakaan menghadirkan sentuhan yang tidak hanya administratif, tetapi juga visioner dan adaptif terhadap perubahan zaman.
"Saya melihat ada leadership yang kuat di sini. Bu Tiat mampu membaca realitas zaman, menangkap kebutuhan generasi muda, lalu menerjemahkannya dalam bentuk layanan literasi yang modern dan membumi. Ini capaian yang patut diapresiasi," ucapnya.
Lia berharap transformasi Perpus Jatim dapat menjadi model pengembangan literasi di daerah lain. Menurutnya, perpustakaan hari ini tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku, melainkan pusat kreativitas, ruang gagasan, dan rumah besar lahirnya peradaban baru menuju Indonesia Emas 2045. ***
Editor: YAN
Baca juga: Perempuan Diajak Jadi Produsen Pengetahuan, Bukan Sekadar Konsumen Digital



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?