Dalam diskusi tersebut, Prof. Agus menjelaskan bahwa matematika bukan sekadar ilmu hitung dan rumus, melainkan fondasi penting dalam perkembangan teknologi modern, termasuk artificial intelligence (AI), data science, statistika, aktuaria hingga informatika.
“AI itu dibangun oleh matematika. Semua berangkat dari algoritma dan proses berpikir yang sistematis. Jadi matematika tidak akan tergantikan oleh AI, justru matematika yang memajukan AI,” ujar Prof. Agus.
Ia menjelaskan, lulusan matematika memiliki peluang kerja yang sangat luas. Banyak alumni yang bekerja di sektor perbankan, industri, teknologi informasi, lembaga pemerintahan hingga penelitian.
Menurutnya, kekuatan utama lulusan matematika terletak pada kemampuan berpikir analitis, sistematis, dan teliti dalam menyelesaikan persoalan.
“Anak matematika itu dilatih berpikir terstruktur dan teliti. Itu yang membuat mereka cepat beradaptasi di berbagai bidang pekerjaan,” jelasnya.
Gambar: Narasumber Kegiatan Ngopi Sam, kiri Prof. Agus Suryanto, kanan memegang mic Drs. Sunarno
Prof. Agus juga membagikan pengalamannya dalam bidang pemodelan matematika, mulai dari pemodelan gelombang air, penyebaran penyakit, hingga pengendalian hama pertanian. Salah satunya digunakan dalam analisis perkembangan Covid-19 melalui pemodelan populasi dan penyebaran penyakit.
Sementara itu, Sunarno yang kini menjabat Direktur PT Samudra Embun Anugrah menyampaikan bahwa ilmu dasar yang dipelajari saat kuliah sangat membantu dalam dunia kerja maupun pengembangan usaha.
Ia menilai lulusan sains memiliki kemampuan adaptasi dan problem solving yang kuat sehingga mampu berkembang di berbagai sektor industri.
Kegiatan “Ngobrol dan Ngopi Santai Bersama Media” ini menjadi bagian dari upaya Fakultas STEM UB untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap ilmu-ilmu sains murni. Fakultas berharap calon mahasiswa tidak lagi memandang matematika hanya identik dengan profesi guru, tetapi juga memiliki prospek luas di era teknologi dan industri modern.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?