Banner Iklan

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Derbi Jatim Arema vs Persebaya di Malang

Admin JSN
22 April 2026 | 15.47 WIB Last Updated 2026-04-22T08:47:22Z
DPRD Kota Malang menerima audiensi dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang menolak perhelatan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Malang./dok. Istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Keluarga korban tragedi Kanjuruhan menolak pertandingan sepak bola Derbi Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya Surabaya digelar di Malang.

Penolakan ini disampaikan pihak keluarga korban melalui Sekretaris Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan, Khalifatul Nur, di Gedung DPRD Kota Malang pada Senin (20/4).

Penolakan ini tercantum dalam surat tuntutan yang diterima Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono.

Menurut pihak keluarga korban, luka lama dari Tragedi Kanjuruhan belum sepenuhnya sembuh. Bayang-bayang peristiwa kelam yang merenggut ratusan nyawa itu kembali mencuat, seiring rencana digelarnya laga panas antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Rencana ini pun ditolak keras oleh keluarga korban dan menyampaikannya kepada DPRD Kota Malang.

Mereka datang bukan sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi membawa suara trauma yang hingga kini masih membekas.

Pada audiensi yang diterima Trio Agus Purwono, keluarga korban menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Mereka khawatir, fanatisme suporter kedua tim yang masih tinggi berpotensi memicu konflik baru jika laga tetap dipaksakan digelar di Malang.

Sekretaris yayasan, Khalifatul Nur atau yang akrab disapa Ifat dengan tegas menyuarakan kegelisahan tersebut. Ia menyebut, tragedi yang terjadi beberapa waktu lalu bukan sekadar catatan sejarah, melainkan luka nyata yang masih dirasakan keluarga korban hingga hari ini.

"Kami tidak ingin kejadian itu terulang. Trauma itu masih ada. Demi keselamatan bersama, kami berharap pertandingan ini tidak digelar di Malang," ucap Ifat.

Selain faktor psikologis, menurutnya, potensi gesekan antarsuporter juga menjadi alasan kuat penolakan. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan berbagai unsur, termasuk Forkopimda Kabupaten Malang dan kepolisian, yang pada prinsipnya juga menilai laga berisiko tinggi tersebut belum layak digelar di Malang.

Trio Agus Purwono kemudian menyatakan bahwa DPRD Kota Malang menghormati aspirasi yang disampaikan. Namun, ia menegaskan bahwa lembaga legislatif tidak bisa serta-merta mengambil sikap tanpa melalui mekanisme internal.

"Aspirasi ini akan kami teruskan ke pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi. Secara pribadi kami memahami kekhawatiran mereka, tetapi secara kelembagaan harus dibahas terlebih dahulu sebelum menentukan sikap resmi," ujar Trio.

Keputusan terkait penyelenggaraan pertandingan juga menurutnya tidak sepenuhnya berada di tangan DPRD Kota Malang. Faktor kewenangan kepolisian, penyelenggara, hingga lokasi stadion yang berada di wilayah Kabupaten Malang menjadi bagian penting dalam pertimbangan.

Walau demikian, Trio mengakui bahwa laga derbi seperti Arema vs Persebaya memiliki risiko tinggi, baik dari sisi keamanan maupun kapasitas stadion. Ia bahkan menyinggung bahwa opsi stadion alternatif di Kota Malang tidak cukup representatif untuk menggelar pertandingan dengan tensi sebesar itu.

Kemudian, ia melihat adanya dua kemungkinan. Jika pertandingan mampu digelar dengan aman, hal itu bisa menjadi momentum untuk mengikis trauma masa lalu. Namun sebaliknya, jika tidak dikelola dengan matang, potensi terjadinya insiden serupa tetap terbuka.

"Ini bukan persoalan sederhana. Banyak pihak yang terlibat, mulai dari suporter, penyelenggara, hingga pemerintah. DPRD akan berhati-hati dan mengkaji semua masukan sebelum mengambil sikap," tandasnya.

Mengilas balik tentang Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2022/23.

Pertandingan ini berakhir 2-3 untuk kemenangan tim tamu, Persebaya.

Setelahnya, terjadi kericuhan di lapangan setelah suporter turun ke lapangan. Gas air mata kemudian ditembakkan oleh aparat--bahkan hingga ke tribun--yang bertugas untuk mengamankan laga tersebut. Namun, justru mengakibatkan sekitar 135 orang tewas dan ratusan luka-luka.

Dampak dari tembakan gas air mata ke tribun yang bermula dari suporter turun ke lapangan, menyebabkan kepanikan dan sesak napas.

Tragedi ini tidak hanya menjadi duka sepak bola nasional, namun juga bagi dunia. Beberapa liga di Eropa turut mengirim belasungkawa lewat aksi mengheningkan cipta 1 menit sebelum pertandingan. Termasuk pesan duka terbuka dari Presiden FIFA Gianni Infantino kala itu.

Dampak dari tragedi ini adalah kompetisi sempat dihentikan sementara, Arema FC mendapat sanksi yang salah satunya dilarang menggelar pertandingan kandang di Malang, dan terjadi upaya pembenahan budaya suporter serta evaluasi total keamanan stadion.

Setelah tragedi tersebut Stadion Kanjuruhan sempat direnovasi, dan Arema FC kemudian kembali berkandang di stadion tersebut pada sisa musim 2024/25.

Kini, pada musim 2025/26 saat kompetisi liga bernama BRI Super League, laga Arema FC vs Persebaya Surabaya direncanakan bakal kembali digelar di Kanjuruhan.

Jadwal pertandingan Arema vs Persebaya akan dihelat pada Selasa, 28 April 2026 pukul 15.30 WIB. Namun, hingga saat ini (22/4) ketika JSN meninjau laman resmi Arema FC, belum terkonfirmasi pertandingan Derbi Jatim ini bakal dihelat di mana. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Derbi Jatim Arema vs Persebaya di Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now