| Menteri Agama Di Pesantren Salafiyah Pasuruan |
PASURUAN – Safari Ramadan Menteri Agama RI di Jawa Timur membawa pesan mendalam bagi dunia pesantren. Pada Jumat (6/3/2026), Menag melakukan kunjungan maraton ke dua paku bumi pesantren di Pasuruan: Pondok Pesantren Salafiyah di Kota Pasuruan dan Pondok Pesantren Sidogiri di Kabupaten Pasuruan.
Kehadiran Menag yang didampingi jajaran pejabat eselon II Kemenag ini tidak sekadar seremoni. Kunjungan ini menjadi simbol rekonsiliasi sejarah dan dukungan nyata pemerintah terhadap eksistensi pesantren yang telah berusia berabad-abad.
Apresiasi Eksistensi Pesantren Salafiyah
Di Pesantren Salafiyah, Menag disambut hangat oleh pengasuh KH Idris Hamid dan KH Abdul Qadir Sahal. Kiai Idris mengapresiasi langkah Kemenag yang terus menunjukkan kepedulian pada pesantren yang secara usia sudah sangat matang.
"Pesantren ini sudah berumur 247 tahun. Kami berterima kasih atas perhatian Kemenag yang terus mengawal perkembangan pendidikan salaf," ujar Kiai Idris.
Menag pun tak segan melontarkan pujian atas daya tahan Pesantren Salafiyah dalam menjaga tradisi keilmuan klasik di tengah gempuran modernisasi. Sebagai bentuk dukungan, Menag menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta serta koleksi Kitab karya ulama Nusantara terbitan Kemenag. Dalam kesempatan ini Menteri Agama juga sempat masuk diruang khusus dimana KH. Abdul Hamid Pasuruan, waliyullah sering bermunajat.
Momen Bersejarah di Sidogiri: Berbalut Sarung Hijau
Langkah Menag berlanjut ke Desa Sidogiri. Di sana, kedatangannya disambut langsung oleh Majelis Keluarga PP Sidogiri, KH Fuad Nurhasan. Ada momen unik dalam kunjungan ini; Kiai Fuad secara khusus memberikan hadiah berupa sarung khas Sidogiri berwarna hijau. Dan atas permintaan khusus pengasuh, Menag didaulat menjadi imam sekaligus khatib salat Jumat di Masjid Jami’ Sidogiri.
Mengenakan sarung pemberian Kiai Fuad, Menag menyampaikan khutbah yang memukau ribuan santri dan jemaah.
Khutbah: Ramadan adalah Bulan Kemenangan Peradaban
Dalam khutbahnya, Menag mengupas tuntas bahwa sejarah besar Islam adalah sejarah yang terukir di bulan suci Ramadan. Ia mengingatkan jemaah pada peristiwa-peristiwa besar di bulan Ramadan seperti:
- Perang Badar dan Fathu Makkah pada tahun 8 Hijriah. Pesan damai Rasulullah saat Fathu Makkah: "Al-yaum yaumul marhamah" (hari ini adalah hari kasih sayang), bukan hari pembalasan (malhamah).
- Penaklukan Spanyol oleh Thariq bin Ziyad
- Kemenangan Shalahuddin Al-Ayyubi pada perang salib.
- Berdirinya Universitas Al-Azhar di Mesi roleh Dinasti Fatimiyah.
- "Bahkan kemerdekaan Indonesia pun diproklamirkan di bulan Ramadan.
Pesantren sebagai Ibu Kandung Bangsa
Dalam kunjungan yang juga didampingi Plt Kepala Kemenag Kab. Pasuruan ini, Menag juga menyoroti peran strategis Sidogiri yang kini berusia 289 tahun. Menurutnya, Sidogiri adalah "ibu" yang telah melahirkan ribuan pesantren besar di seluruh penjuru Indonesia.
Sama seperti di Salafiyah, Menag juga menyerahkan bantuan operasional Rp100 juta dan paket Kitab Nusantara untuk perpustakaan pesantren Sidogiri.
Turut hadir dalam rombongan tersebut Direktur PD Pontren Dr. Basnang Said, Kabiro Humas dan Komunikasi Publik, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dr. Akhmad Seruji Bakhtiar, Penasihat Menteri Prof. Nursyam, serta Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?