MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: SMP Negeri 4 Malang mencatat sejarah baru dengan menggelar Wisuda Tahfidz Juz 29 dan Juz 30 angkatan pertama, Kamis (5/3/2026). Sebanyak 25 siswa resmi diwisuda setelah berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an, sebuah capaian yang menjadi buah dari perjalanan panjang program peminatan tahfidz yang telah dirintis selama empat tahun terakhir.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi bagian dari rangkaian acara Fastavalia dan Wisuda Tahfidz yang digelar secara sederhana namun penuh makna. Menariknya, seluruh proses penyelenggaraan acara juga melibatkan peran aktif para siswa sebagai panitia, sehingga memberikan pengalaman berharga bagi mereka.
Kepala SMPN 4 Malang, Pancayani Dinihari, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para guru serta semangat para siswa dalam menghafal Al-Qur’an di tengah padatnya aktivitas belajar di sekolah negeri.
“Perjuangan membentuk kelas peminatan tahfidz ini sudah berjalan empat tahun. Baru tahun ini kita bisa meluluskan wisudawan dan wisudawati yang hafal Juz 29 dan Juz 30. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus momentum penting bagi sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelumnya jumlah siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan masih relatif sedikit sehingga pihak sekolah terus mencari formulasi dan metode pembelajaran yang tepat agar capaian tersebut meningkat dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, tahun ini ada 25 siswa yang berhasil diwisuda. Yang menarik, mereka tidak hanya berasal dari kelas tahfidz, tetapi juga dari berbagai kelas peminatan lainnya seperti kelas seni, olahraga, hingga kelas olimpiade,” jelasnya.
Menurut Pancayani, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa sekolah negeri juga mampu bersaing dalam bidang keagamaan, meskipun waktu belajar Al-Qur’an di sekolah tidak sebanyak di lembaga pendidikan berbasis agama.
“Kami sangat terharu karena di sekolah negeri dengan berbagai aktivitas akademik, anak-anak masih bisa berkomitmen menambah hafalan Al-Qur’an. Ini luar biasa,” katanya.
Program tahfidz di SMPN 4 Malang sendiri didampingi oleh guru agama yang secara konsisten membimbing siswa dalam menghafal dan menyetorkan hafalan. Di antaranya Ma’ruf yang membimbing kelas VII, Hanif untuk kelas VIII, dan Toni untuk kelas IX.
Selain itu, sekolah juga memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler TPQ (Baca Tulis Al-Qur’an) untuk mendukung kemampuan membaca dan menghafal siswa. Para siswa secara rutin menyetorkan hafalan kepada guru pada hari-hari tertentu.
Meski demikian, sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan program tahfidz ini. Salah satunya adalah belum adanya kerja sama dengan lembaga luar yang memiliki metode pembelajaran tahfidz secara khusus.
“Kami memang belum menggunakan metode nasional tertentu. Selama ini kami menggunakan metode yang dikembangkan sendiri oleh para guru agama di sekolah. Ke depan kami berencana menggandeng lembaga luar untuk memperkuat program ini,” ujar Pancayani.
Tantangan lain yang dihadapi adalah dukungan biaya dari orang tua. Meskipun secara moral para orang tua sangat mendukung program tahfidz, keterbatasan biaya menjadi kendala bagi sebagian siswa.
“Karena itu kami berusaha merancang program yang biayanya minimal tetapi hasilnya maksimal. Ini yang terus kami cari solusinya,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan wisuda kali ini, sertifikat kelulusan hafalan diberikan kepada para siswa setelah melalui proses pengujian yang bekerja sama dengan pihak Kementerian Agama. Penyerahan sertifikat juga disaksikan langsung oleh pengawas dari Dinas Pendidikan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Malang, Fina Mulianastiti, menyampaikan bahwa program tahfidz ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an di kalangan siswa.
Menurutnya, masih ada beberapa siswa yang masuk ke SMP dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang belum lancar, sehingga sekolah merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka.
“Harapan kami setelah wisuda angkatan pertama ini, ke depan tidak ada lagi siswa SMPN 4 Malang yang buta baca tulis Al-Qur’an. Ketika mereka lulus nanti, minimal mereka sudah lancar membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Fina menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan melahirkan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter religius dan kedisiplinan siswa.
Dengan keberhasilan wisuda tahfidz angkatan pertama ini, SMPN 4 Malang optimistis jumlah siswa penghafal Al-Qur’an akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga prestasi anak-anak dalam hafalan Al-Qur’an semakin meningkat setiap tahun, baik dari sisi jumlah maupun kualitas hafalannya,” pungkasnya.
Hanif, guru PAI dan salah satu ustaz mengasuh kelas Tahfiz, menambahkan Harapan kami, semoga kegiatan ini melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik karena dekat dengan Al-Qur’an.
Dalam wisuda angkatan pertama ini masih membutuhkan kerja sama dari pihak luar, pihak orang tua dan dukungan masyarakat luas. Wisuda agkatan pertama ini berhasil mewisuda 25 siswa yang terdiri dari 11 siswa kelas 9, 10 siswa kelas 8, dan 4 siswa dari kelas 7. Harapannya tahun berikutnya lebih banyak siswa yang berhasil menambah hafalannya. Harapan lainnya usaha program kelas peminatan tahfiz ini dapat mewadahi bakat dan minat siswa untuk mengukir prestasi yang bisa dipakai untuk mendaftar di sekolah kanjutan jalur tahfiz.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?