Banner Iklan

Menuju Kopi Berkualitas dan Halal, Dosen UPN Veteran Jatim Lakukan Survei Awal Petani Kopi Trenggalek

Eko Rudianto
12 Maret 2026 | 23.09 WIB Last Updated 2026-03-12T16:19:03Z

Dokpri. Observasi langsung pada kebun kopi milik anggota Poktan Bumi Rahayu, Trenggalek
TRENGGALEK | JATIMSATUNEWS.COM : Pada bulan Februari yang lalu, dosen dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur melakukan kegiatan survei awal dalam rangka persiapan program pengabdian kepada masyarakat bertema penguatan mutu dan keamanan produk kopi di Kelompok Tani (Poktan) Bumi Rahayu, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi serta permasalahan yang dihadapi petani kopi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Tim pengabdian yang dipimpin oleh Arum Indiharwati, S.ST., M.SEI. dari Program Studi Ekonomi Pembangunan UPN Veteran Jawa Timur melakukan diskusi langsung dengan pengurus dan anggota kelompok tani. Survei ini bertujuan menggali kondisi eksisting produksi kopi, khususnya pada aspek proses sortasi, standardisasi mutu, keamanan pangan, serta kesiapan penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). 

Menurut Arum Indiharwati, kegiatan survei ini penting untuk memastikan bahwa program pengabdian yang akan dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra di lapangan.

Melalui survei awal ini, kami ingin memahami secara langsung kondisi produksi kopi yang dilakukan oleh kelompok tani, mulai dari proses pascapanen hingga pemasaran. Dengan demikian solusi yang kami tawarkan nantinya dapat tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya. 

Berdasarkan hasil diskusi dan observasi lapangan, diketahui bahwa Poktan Bumi Rahayu memiliki potensi produksi kopi yang cukup baik. Namun, proses sortasi biji kopi masih dilakukan secara manual sehingga kualitas green bean belum sepenuhnya konsisten. Selain itu, kelompok tani juga belum memiliki sistem pencatatan mutu dan prosedur standar yang mendukung praktik keamanan pangan serta kesiapan sertifikasi halal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian berencana mengimplementasikan teknologi alat sortasi kopi semi-mekanis yang dikembangkan bersama Ahmad Radhy, S.Si., M.Si., peneliti dan dosen dari Program Studi Teknik Rekayasa Instrumentasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses sortasi, memperbaiki konsistensi mutu, serta mendukung sistem kontrol kualitas berbasis data.

Selain penerapan teknologi, program pengabdian ini juga akan dilengkapi dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan terkait standardisasi mutu kopi, penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), serta praktik keamanan pangan bagi kelompok tani. Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan kelompok sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kopi yang dihasilkan.

Kaseran, Ketua Poktan Bumi Rahayu menyambut baik rencana program pengabdian tersebut. Ia berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat membantu kelompok tani meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar.

Program pengabdian ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk melalui program Peti Koin Bermantra yang diinisiasi oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kegiatan survei awal ini turut didampingi juga oleh PPL Dinas Pertanian dan pendamping program Peti Koin Bermantra dari Bappeda Kabupaten Trenggalek.

Dokpri. Bersama dengan PPL dan pendamping program Peti Koin Bermantra kunjungi lokasi pengolahan pasca panen 

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah, diharapkan penguatan sistem produksi dan standardisasi mutu kopi dapat meningkatkan daya saing produk kopi lokal Trenggalek di pasar yang lebih luas.

Penulis :  Arum Indiharwati 

Editor : Eril F.

#KopiBerkualitas #KopiHalal #Trenggalek #Pengabdian #UPNVeteranJawaTimur


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menuju Kopi Berkualitas dan Halal, Dosen UPN Veteran Jatim Lakukan Survei Awal Petani Kopi Trenggalek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now