10 Malam Terakhir Ramadhan — Menemukan Kembali Suara Hati yang Hilang
Oleh:_Dr. Nur Hasaniyah, S. Ag., M.A_
KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM: Puasa ke-21 Ramadhan ini, angin Malang mulai terasa berbeda. Masih sejuk, tapi sudah ada hembusan yang mengingatkan kita bahwa bulan suci ini sebentar lagi akan berlalu. Hati kita sering campur aduk. Senang karena Lebaran semakin dekat, tapi ada rasa khawatir yang menyelinap: apakah semua amal yang sudah kita kumpulkan selama hampir 20 hari ini akan bertahan? Atau akan pudar begitu saja setelah takbir Lebaran berkumandang dan rutinitas kembali normal?
Ramadhan mengajarkan kita pelajaran yang jauh lebih dalam dari sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia mengajarkan cara menjaga amal agar berkahnya tidak hilang setelah bulan suci berakhir. Amal ibadah yang kita lakukan selama ini ibarat benih yang ditanam di tanah subur. Jika tidak dirawat, benih itu bisa layu setelah hujan Ramadhan reda.
Allah Ta'ala berfirman dengan sangat jelas:
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(QS. Al-Baqarah: 148)
Maknanya: “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
(HR. Muslim)
Maknanya: “Apabila anak Adam meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
Salah satu sedekah jariyah yang paling mudah dan paling berkah adalah sedekah Jumat berkah. Di kalangan masyarakat kita, tradisi ini sudah sangat mengakar. Banyak keluarga yang setiap Jumat menyisihkan sedikit rezeki untuk dibagikan di masjid atau kepada tetangga. Rasulullah bersabda:
مَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ كَانَ لَهُ أَجْرُ صَدَقَةٍ مُضَاعَفَةٍ
(HR. Baihaqi)
Maknanya: “Barangsiapa bersedekah pada hari Jumat, maka baginya pahala sedekah yang dilipatgandakan.”
Di masa Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu selalu memperbanyak ibadah di akhir Ramadhan meski hartanya semakin berkurang. Hasan Al-Bashri, seorang tabi’in besar, biasa i’tikaf di akhir Ramadhan dan berkata: “Malam-malam ini adalah waktu untuk membersihkan hati, bukan untuk membersihkan dompet di pasar/Mall2.”
Allah juga berfirman:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
(QS. Al-Hasyr: 10)
Maknanya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka berdoa: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.’”
Di 10 hari terakhir Ramadhan ini, mari kita perbanyak istighfar, tadarus, dan sedekah. Lalu buat komitmen kecil tapi konsisten: setelah Lebaran nanti, tetap sisihkan sedekah Jumat berkah, meski hanya segenggam beras atau secangkir kopi untuk tetangga.
Karena di dalam keheningan itulah hati kita bisa kembali mendengar panggilan Allah. Di dalam keheningan itulah jiwa kita bisa semakin dekat dengan-Nya.
Semoga 10 malam terakhir Ramadhan ini menjadi malam-malam yang paling indah dalam hidup kita. Malam dimana hati kita kembali hidup dan berkah Ramadhan terus mengalir sepanjang tahun.
تقبل الله منا صالح الأعمال 🤲🏻
#Ramadhan karim wa Mubarak
#Ramadhan Zad ar~ Ruh
Dosen Bahasa & Saatra Arab UIN Maiki Malang




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?