Menjelang Akhir Ramadhan: Menjaga Amal Supaya Berkah Tak Pudar di Lebaran
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Puasa ke-20 Ramadhan ini, angin Malang mulai terasa berbeda. Masih sejuk, tapi sudah ada hembusan yang mengingatkan kita bahwa bulan suci ini sebentar lagi akan berlalu. Hati kita campur aduk. Senang karena Lebaran semakin dekat, tapi ada rasa khawatir yang menyelinap: apakah semua amal yang sudah kita kumpulkan selama hampir 20 hari ini akan bertahan? Atau akan pudar begitu saja setelah takbir Lebaran berkumandang dan rutinitas kembali seperti biasa?
Kita semua tahu, Ramadhan adalah bulan penuh keajaiban. Lapar yang kita tahan, air mata yang jatuh saat tarawih, sedekah yang kita keluarkan, ayat-ayat yang kita baca berulang-ulang. Semua terasa indah dan penuh berkah. Tapi sebenarnya, Ramadhan mengajarkan kita pelajaran yang jauh lebih dalam dari sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia mengajarkan kita cara menjaga amal agar berkahnya tidak hilang setelah bulan suci berakhir.
Allah Ta'ala berfirman dengan sangat jelas:
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(QS. Al-Baqarah: 148)
Maknanya: _“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”_
Ayat ini seperti bisikan lembut bahwa kebaikan bukan hanya untuk Ramadhan saja. Ia harus terus berlanjut. Amal ibadah yang kita lakukan di bulan ini ibarat benih yang ditanam di tanah subur. Jika tidak dirawat dengan baik, benih itu bisa layu dan mati setelah hujan Ramadhan reda.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita dengan sabdanya yang sangat indah:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
(HR. Muslim)
maknanya: “Apabila anak Adam meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
Dari hadits ini kita paham bahwa amal yang paling abadi adalah yang terus bermanfaat bagi orang lain. Dan salah satu sedekah jariyah yang paling mudah dan paling berkah untuk kita lakukan adalah sedekah Jumat berkah.
Fenomena semacam ini di masyarakat kita, tradisi yang sudah sangat mengakar. Banyak keluarga yang setiap Jumat menyisihkan sedikit rezeki, entah berupa beras, uang, atau makanan, untuk dibagikan di masjid atau kepada tetangga yang membutuhkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ كَانَ لَهُ أَجْرُ صَدَقَةٍ مُضَاعَفَةٍ
(HR. Baihaqi)
Maknanya: _“Barangsiapa bersedekah pada hari Jumat, maka baginya pahala sedekah yang dilipatgandakan.”_
Bayangkan, sedekah kecil yang kita lakukan setiap Jumat setelah Ramadhan bisa menjadi “penjaga” amal kita. Ketika tarawih sudah tidak ada lagi, ketika tadarus sudah jarang, sedekah Jumat berkah ini tetap bisa mengalirkan pahala yang kita kumpulkan di bulan suci ini.
Allah juga berfirman dalam surah Al-Hasyr:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
(QS. Al-Hasyr: 10)
maknanya: _“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka berdoa: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.’”_
Ayat ini mengajarkan kita untuk membersihkan hati dari segala dendam dan iri hati, agar amal kita tetap bersih dan berkahnya terus mengalir.
Di 10 hari terakhir Ramadhan ini, mari kita perbanyak istighfar, tadarus, dan sedekah. Lalu buat komitmen kecil tapi konsisten: setelah Lebaran nanti, tetap sisihkan sedekah Jumat berkah, meski hanya segenggam beras atau secangkir kopi untuk tetangga. Karena sedekah yang dilakukan dengan rutin adalah kunci agar berkah Ramadhan tidak pudar.
Menjelang akhir Ramadhan, mari kita renungkan bersama: amal kita bukan hanya untuk bulan ini saja, melainkan untuk sepanjang hidup. Semoga Allah menjaga amal kita semua agar tetap hidup, berkahnya tak pernah pudar, baik di Lebaran maupun di hari-hari biasa setelahnya.
تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال 🤲🏻
#RamadhanKarimWaMubarak
*BSA_Humaniora UIN MALIKI MALANG
Oleh: Dr. Nur Hasaniyah, S. Ag., M.A



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?