Banner Iklan

Kunjungi Kantor Perhutani Genteng Kali, DPD RI Lia Istifhama Dorong Riset dan Teknologi untuk Dongkrak Produksi Pertanian Nasional

Anis Hidayatie
26 Maret 2026 | 21.22 WIB Last Updated 2026-03-26T14:23:07Z

 


DPD RI Lia Istifhama Dorong Riset dan Teknologi untuk Dongkrak Produksi Pertanian Nasional

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong penguatan riset dan pemanfaatan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional, khususnya komoditas tebu. Menurutnya, kerja keras petani selama ini belum diimbangi dengan dukungan inovasi yang memadai, sehingga produksi dalam negeri masih tertinggal dibanding negara lain.

Hal tersebut disampaikan Ning Lia saat melakukan kunjungan ke Kantor Perhutani Jawa Timur di kawasan Genteng Kali, Surabaya, Kamis (27/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia disambut langsung Direktur Utama Perhutani Tio Handoko, Direktur Komersial Anggar Widiyatmoko, serta Direktur SDM, Umum dan IT Andus Winarno.

Menurut Ning Lia, rendahnya produktivitas tebu menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi melalui penguatan riset dan teknologi. Tanpa inovasi yang terarah, petani dinilai akan terus berada pada posisi yang kurang menguntungkan di tengah persaingan global.

“Petani kita sudah bekerja keras, tapi hasilnya belum maksimal karena teknologi dan risetnya belum optimal. Ini yang harus dibenahi,” ujar Ning Lia.

Ia mencontohkan, produktivitas gula Indonesia masih tertinggal dibanding negara seperti Brasil, Thailand, dan India. Rendemen dan hasil produksi per hektare di Indonesia dinilai belum mencapai standar global, sehingga gula impor masih menjadi ancaman bagi petani lokal.

Dengan teknologi yang lebih maju, negara-negara tersebut mampu menghasilkan gula dengan biaya lebih murah, meski harus didistribusikan hingga ke Indonesia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian nasional.

“Di negara lain, satu hektare bisa menghasilkan lebih dari 10 ton gula. Sementara kita masih jauh dari itu,” ungkapnya.

Ning Lia juga menyoroti pentingnya peran Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian, khususnya komoditas tebu. Ia menilai riset di Indonesia perlu lebih terarah dan aplikatif agar manfaatnya dapat langsung dirasakan petani.

Menurutnya, riset tidak harus kompleks, namun harus fokus pada solusi nyata seperti peningkatan kualitas bibit, efisiensi penggunaan pupuk, hingga mekanisasi pertanian.

“Riset kita harus membumi. Jangan hanya teori, tapi benar-benar menjawab kebutuhan petani,” tegasnya.

Selain penguatan riset, modernisasi pertanian juga menjadi kunci penting. Penggunaan teknologi seperti mekanisasi tanam hingga pemupukan berbasis drone dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.

Direktur Utama Perhutani, Tio Handoko, mengakui bahwa dukungan riset dan teknologi yang tepat akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Ia juga mendorong pemerintah untuk belajar dari negara-negara kawasan seperti Vietnam dan Myanmar yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas komoditas pertanian melalui riset terarah dan kebijakan berbasis data.

Dengan penguatan riset, modernisasi teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah dan lembaga terkait, Ning Lia berharap ironi yang selama ini dialami petani tebu dapat segera diakhiri. Ia optimistis, langkah tersebut akan mendorong kemandirian pertanian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Kalau riset dan teknologi kita kuat, petani kita juga akan lebih berdaya saing. Ini penting untuk masa depan ketahanan pangan nasional,” ucapnya. (Ans)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kunjungi Kantor Perhutani Genteng Kali, DPD RI Lia Istifhama Dorong Riset dan Teknologi untuk Dongkrak Produksi Pertanian Nasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now