Banner Iklan

Lewat Gamelan dan Seni, Alumnus UMM Perkuat Citra Indonesia di Amerika Latin

Admin JSN
24 Februari 2026 | 16.53 WIB Last Updated 2026-02-24T09:53:15Z


Lewat Gamelan dan Seni, Alumnus UMM Perkuat Citra Indonesia di Amerika Latin

SAPA TOKOH | JATIMSATUNEWS.COM: Dari ruang kelas menuju panggung diplomasi internasional, perjalanan Noegroho Darmo Samodra membuktikan bahwa keberanian mengambil peluang dapat membuka jalan menuju karier global. Alumni Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2013 itu kini dipercaya mengemban tugas sebagai Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Quito, Ekuador.

Kiprahnya menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana UMM sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak terus melahirkan lulusan yang mampu berkontribusi di level internasional. Lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa aktif berorganisasi, berpikir kritis, serta berani mencoba peluang baru menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya.

Karier internasionalnya bermula pada 2020 ketika ia memberanikan diri mengikuti seleksi pegawai setempat di lingkungan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Berbekal kemampuan bahasa Spanyol, ia mengirimkan curriculum vitae dan mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya diterima dan ditempatkan di KBRI Santiago, Chile.

Di sana, ia bertugas pada Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya dengan tanggung jawab mengelola informasi diplomatik sekaligus memperkuat citra Indonesia melalui pendekatan budaya dan pendidikan. Berbagai kegiatan diplomasi pun ia tangani, mulai dari konser gamelan, pertunjukan seni tari, hingga kolaborasi kerja sama antarperguruan tinggi Indonesia dan Amerika Latin.

“Diplomasi tidak selalu berbicara soal politik. Lewat seni dan budaya, masyarakat bisa mengenal Indonesia lebih dekat. Dari situ hubungan antarnegara menjadi lebih hangat,” jelasnya 22 Februari lalu pada Tim Humas UMM.

Sejak masa kuliah, Noegroho menceritakan bahwa ia aktif mengembangkan kapasitas kepemimpinan melalui organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Olahraga, Seni, dan Budaya di BEM FISIP UMM sebelum dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di BEM Universitas.

“Pengalaman organisasi di kampus sangat membentuk cara saya bekerja sekarang. Saya belajar mengelola tim, berkomunikasi dengan banyak pihak, dan menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan dunia kerja jauh berbeda dibanding masa kuliah. Jika tugas akademik berdampak pada individu, maka pekerjaan diplomatik membawa tanggung jawab yang lebih luas.

“Setiap keputusan dalam pekerjaan bisa berdampak pada institusi bahkan negara. Karena itu saya belajar disiplin mengatur waktu antara pekerjaan, olahraga, dan istirahat,” katanya.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah keterlibatan dalam proyek film kontemporer lintas negara yang menggunakan gamelan Indonesia sebagai soundtrack. Ia bahkan turut memainkan gamelan bersama musisi asal Chile. “Rasanya bangga ketika budaya Indonesia hadir dalam karya seni internasional. Di situ saya merasa benar-benar membawa identitas Indonesia,” kenangnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak takut mencoba peluang. “Membangun karier memang tidak mudah. Tapi kalau ada kesempatan, jalani saja. Kita tidak pernah tahu jalan ke depan seperti apa. Yang penting ikhtiar dulu,” tutupnya.(*)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lewat Gamelan dan Seni, Alumnus UMM Perkuat Citra Indonesia di Amerika Latin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now