Go halal-Thoyyib ke Sekolah, Pendampingan Sanitasi dan Sadar Halal Sebagai Inisisasi Ekosistim Halal Sekolah Di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang-Jawa Timur
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Generasi milenial saat ini merupakan kekuatan bangsa untuk 10 tahun kedepan, dan dari merekalah harapan kuat untuk membangun bangsa. Kekuatan generasi dipandang tidak hanya dari kekuatan jasmani rohani tetapi juga kekuatan spiritualnya. Kekuatan sprititual disini adalah keimannya, berpegang teguh pada agama dan rambu2nya. Agama Islam merupakan agama sempurna karena aturan dalam Al qur’an yang demikian lengkap termasuk tentang perkara halal dan haram. Dari makanan dan minuman yang masuk ke tubuh generasi milenial, akan menentukan kesiapan mereka secara jasmani rohani untuk mengemban amanah bangsa. Makanan mainuman yang halalan thoyyiban, tentu yang dianjurkan untuk dikonsumsi, dihindari dari yang haram. Proses produk halal yang saat ini diwajibkan oleh pemerintah kepada semua produsen, pelaku usaha semua skala usaha tidak terkecuali yang berperan dalam penjualan skala mikro, wajib menaati Undang Undang no 34 tahun 2014 tentang Jaminan Produk halal. Produk makanan minuman telah diwajibkan bersertifikat halal sejak 18 Oktober 2024 lalu, kemudian dimaklumkan diperbarui menjadi WHO Wajib halal Okt 2026, sehingga tidak ada kecuali semua wajib bersertifikat halal untuk semua jenis makanan minuman baik import akan dieksport maupun produk rumah tangga. Problema terkait dengan pemahaman halal pada generasi milenial yang merupakan generasi border antara remaja dan dewasa, sebagai potensi generasi dengan kemampuan agent of change dari perilaku dan teknologi, menjadi pusat perhatian untuk pemahaman tentang halalan thoyyiban pada semua aspek kehidupan, khususnya pada makanan dan minuman. Keprihatinan ini membawa tim pengabdi untuk melakukan kegiatan pengabdian sebagai solusi ke salah satu sample dari generasi milenial yaitu siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang beserta dengan pimpinan sekolah, pamong guru tenaga administrasi, tenaga keamanan dan pengelola kantin.
Problema pemahaman tentang sanitasi sebagai Langkah awal dalam memahami konsep halal dan proses produk halal, menjadi pintu utama untuk memahamkan tentang halal, yang selanjutnya diupayakan pemahaman halal ini menjadi suatu Life Style bahkan kebutuhan dan kemampuan untuk menjaganya. Dari kewajiban halal pada semua aspek kehidupan membawa berkah pada pekerjaan baru yang terkait dengan pengawasan produk halal ini diantaranya tenaga Pendamping proses produk halal dan Penyelian Halal, auditor halal, asesor Lembaga halal dan lainnya. Konsep kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan pemantatuan perkembangan serta efek dari pelatihan ke implementasi nya. Evaluasi akhir kegiatan menjadi penting untuk melihat respon generasi milenial ini untuk mempertahankan tentang pemahaman halal dan implementasinya sebagai target dari pengabdian ini.
Sesuai dengan harapan Deklarasi Generasi Sehat-Cerdas dengan Makanan Baik di Graha Kadin Jatim, pada Nopember 2013 dan mendukung Program Bapak Menko (2022) “Commitment Family Planning 2030”, menyiapkan SDM yang berdaya saing. Gerakan ini berkomitmen melakukan penyadaran terhadap masyarakat atas pentingnya mengonsumsi makanan aman, memiliki dua visi. Yakni, isu ketahanan pangan atau food security dan isu keamanan pangan atau food safety. Program ini diahrapkan dapat menjawab permasalahan masih maraknya makanan kurang aman-halal yang beredar. Proses sertifikasi halal terhadap UKM di Indonesia masih menyentuh sekitar 15 juta dari 64,6 juta UKM jumlahnya. Sehingga gerenasi muda perlu paham dan sadar halal dalam menyonsong generasi Emas 2045, diperlukan upaya bersama membentuk kesehatan dan kecerdasan generasi bangsa.
Untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap sanitasi untuk pribadi dan untuk lingkungan sekolah, maka kegiatan pengabdian ini akan dimulai dengan sosialisasi tentang sanitasi terkait dengan disiplin diri untuk menjaga kebersihan dan Kesehatan diri pribadi, lingkungan terdekat dan lingkungan sekolah, sebagai modal untuk memahamkan kepentingan sanitasi ini untuk keperluan lebih luas terutama dalam memulai aktivitas dalam kehidupan dengan berstandart pada Halalan Thoyyiban. Kegiatan untuk meningkatkan sadar halal yang merupakan kebutuhan dalam kehidupan sebagai Halal Life Style khususnya bagi Kalangan Millenial ini sanagt penting untuk dilakukan sosialisasi tentang konsep dan pemahaman Halal, serta pemahaman tentang proses produk halal. Berdasarkan pada kedua pemahaman tersebut, maka akan cukup sebagai modal bagi siswa dan perangkat sekolah untuk menciptakan ekosistim halal sekolah, yang target nya adalah siswa beserta pamong dan tenaga administrasi dan keamanan sekolah mempunyai pemahaman yang sama tentang Halal dn implementasinya dalam kehidupan seharai hari di sekolah dan lingkungan lebih luas. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode secara: parsitipatif, tutorial, sosialisasi, pelatihan/praktek pendampingan langsung bagi siswa, pimpinan sekolah, para pamong guru, tenaga administrasi dan Tenaga Keamanan serta petugas kantin sekolah SMK Muhammadiyah 2 Malang.
Kegiatan Sosialisasi dan pendampingan telah dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Pebruari 2026. Kegiatan berjalan cukup sukses, dengan meriah dan antusias, berlangsung dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang. Hal ini ditunjukan dari banyaknya peserta baik siswa maupun guru yang merespon dengan banyak pertanyaan, yang diberi reward 20 hadiah (penanya 6 orang doorprize 14). Pemateri diberikan oleh tiga/3 orang yaitu antara lain : 1. Dr.Ir. Asmah, Hidayati, MP., IPM, sebagai Instruktur PusdiklatMu, Kepala Divisi Pemeriksaan halal PS P3-Halal UMM ; ke-2. Prof.Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP, sebagai Ka PS.P3.Halal-UMM dan Asesor LPH BPJPH/Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal-RI dan ke-3, Dr. Ahmad Shobrun Jamil., S.Si., MP., sebagai sekretaris PS.P3.halal-UMM, dari aspek kesehatan sanitasi dan hikmah dari penentuan hukum halal-haram. Agar para peserta memahami dan meyaqini perintah Al-Baqarah ayat 168 : memerintahkan seluruh umat manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal (diperbolehkan syariat) dan baik (thayyib, sehat, bersih, tidak berlebihan) dari apa yang ada di bumi, serta melarang mengikuti langkah-langkah setan yang mengajak pada keburukan.
Kegiatan sangat hikmat materi diterima dengan baik dan banyak yang menyatakan kegiatan dan materinya keren, dan membuat peaerta maikin menyadari sebagai sikap hamba muslim harus memperhatikan dan turut menegakkan Halal is My life, termasuk di dalam menjaga makanan sehari-hari,. Bahkan yang menjadi perhatian, respek dan bangga kami, yaitu kantin sekolah ternyata menjual hasil wirausaha dari siswa-siswa SMK MUhammaidyah 2 Malang, sendiri, ini adalah opelajaran yang sangat baik, sehingga siswa langsugn diberikan pengalaman langsung dan ketrampilan dalam mengelola bagaimana berusaha memproduksi dan menjual makanan-minuman dengan halal dan thoyyib (yang menyehatkan, dan disukai pembeli). Luar biasa. Smoga gerenasi muda makin memahami apa itu urgensi Halal is my Life, sadar halal-thoyyib dan selanjutnya mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Memanfaatkan waktu, uang, ilmu,bekerja apapun, relasi, kolaborasi/kerjsama dan kemampuan untuk mendekatkan diri kepada Alloh semata serta bagi Rahamtan lil Alamin. Seperti pesan Surat Al-Anbiya ayat 107 menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin). Ayat ini menunjukkan bahwa ajaran Islam membawa kasih sayang, kedamaian, dan kemaslahatan bagi manusia, hewan, dan lingkungan semesta.
Oleh: Prof Dr.Ir. Elfi Anis Saati, MP., Ketua PS.P3-Halal UMM






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?