Banner Iklan

GPAI SMAN 1 Ngantang Bangun Semangat Sholat dengan Pelatihan Menulis Esay Religi

Anis Hidayatie
04 Februari 2026 | 19.56 WIB Last Updated 2026-02-04T12:56:57Z


GPAI SMAN 1 Ngantang Bangun Semangat Sholat dengan Pelatihan Menulis Esay Religi

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kegelisahan terhadap menurunnya semangat sebagian siswa dalam menjalankan sholat, Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SMAN 1 Ngantang mengambil langkah berbeda. Tidak dengan ceramah semata akan tetapi memilih pendekatan literasi. GPAI mengadakan Pelatihan Menulis Esay Religi bertema Sholat yang diikuti ratusan siswa kelas XI, Rabu (4/2/2026).

Sholat dipandang bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan kesadaran batin yang perlu ditumbuhkan dari dalam diri siswa. Berangkat dari kegelisahan itu, GPAI SMAN 1 Ngantang menghadirkan pembelajaran kolaboratif yang menggabungkan nilai religius dan literasi.

“Kami para guru agama merasa gelisah melihat sebagian siswa kurang bersemangat sholat. Maka kami sepakat mengampanyekan kesadaran sholat lewat literasi. Untuk itu kami mengundang Anis Hidayatie, pakar menulis esay, agar mendampi siswa,  mengekspresikan pengalaman sholat dari hati mereka sendiri menjadi karya esai,” ujar Guru Pendidikan Agama Islam Saifudin, disepakati oleh GPAI Zaini.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah Ropingi dan menjadi bagian dari program kokurikuler kelas XI. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan sholat dhuha berjamaah pukul 06.50 WIB, dilanjutkan makan MBG bersama, sebelum memasuki sesi inti pelatihan menulis esay yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB di aula sekolah.

Dalam sesi pelatihan, Anis Hidayatie menyampaikan materi singkat melalui LCD, kemudian langsung membimbing siswa menulis. Tema utama yang diberikan adalah

 “Sholat, Seingin Itu Aku Melakukannya”, dengan kebebasan menentukan judul selama tetap berfokus pada pengalaman sholat.

“Tuliskan pengalaman sholat yang membuat kalian ingin terus melakukannya, yang membuat kalian merasa sayang jika meninggalkannya. Bisa sholat Maghrib, sholat sunnah, atau pengalaman lain yang paling membekas,” tutur Anis saat memberi arahan.

Antusiasme siswa terlihat jelas. Tepat pukul 10.00 WIB, para siswa berbondong-bondong maju untuk menyelesaikan dan mengumpulkan karya esay mereka.

 Salah satunya Jordan, yang menuliskan pengalaman lucu sekaligus berkesan saat sholat Idul Fitri.

“Waktu takbir kedua saya malah ruku'. Itu benar-benar bikin malu, tapi justru berkesan. Setelah itu saya tidak salah lagi. Sekarang malah jadi rindu ingin bertemu sholat Idul Fitri lagi,” ungkap Jordan.

Pihak sekolah mengapresiasi inisiatif GPAI yang menghadirkan pembelajaran religius secara kreatif dan menyentuh sisi emosional siswa. Melalui tulisan, siswa diajak berdialog dengan dirinya sendiri tentang makna sholat.

Pelatihan esay religi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih mendalam, sehingga sholat tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan kebutuhan hati. SMAN 1 Ngantang pun terus berkomitmen menghadirkan pendidikan karakter religius dengan cara yang kontekstual, humanis, dan inspiratif.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • GPAI SMAN 1 Ngantang Bangun Semangat Sholat dengan Pelatihan Menulis Esay Religi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now