Banner Iklan

DLH Sambut Pengembangan Ekonomi Sirkular pada Pengelolaan Sampah

Admin JSN
10 Februari 2026 | 13.03 WIB Last Updated 2026-02-10T06:03:32Z


DLH Sambut Pengembangan Ekonomi Sirkular pada Pengelolaan Sampah

MALANG | JATIMSATUNEWS: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyambut positif pengembangan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun yang diimplementasikan dalam kegiatan Dialog Kemitraan dan Business Matching. 

Dialog tersebut diselenggarakan di Aula UPT Pengelolaan Sampah TPA Supiturang pada Senin (9/2/2026) yang diikuti oleh pihak pemerintah, swasta dan pelaku Bank Sampah di wilayah Malang Raya yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan bahwa pengelolaan sampah saat ini tidak bisa dipandang sebagai urusan satu pihak saja. Namun merupakan urusan bersama yang menuntut kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat serta komunitas.

"Pemerintah Daerah berperan sebagai regulator, fasilitator dan orkestrator kebijakan dunia usaha melalui program CSR (Coorporate Social Responbility) menjadi penggerak inovasi dan investasi berkelanjutan. Sementara, masyarakat adalah aktor utama perubahan perilaku tingkat tapak," ujarnya.

Dikatakannya, ekonomi sirkular bukanlah beban melainkan sumber daya. "Di sinilah Bank Sampah memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat, sektor swasta yang menguatkan nilai ekonomi sampah sekaligus manfaat sosial dan lingkungan," terang Raymond.

Ia menyampaikan, kolaborasi bersama berbagai pihak sejalan dengan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 75 Tahun 2019 yang menegaskan tanggungjawab produsen dan pentingnya kemitraan dalam pengurangan dan penanganan sampah.

"Kota Malang berkomitmen membangun ekosistem pengelolaan sampah yang inklusif, kolaboratif dan berkelanjutan selaras dengan visi Ngalam Seger dan Ngalam Rijik. Ngalam Seger adalah kota yang bersih, sehat dan berdaya saing. Lalu, Ngalam Rijik adalah masyarakat yang tertib, peduli, dan berbudaya lingkungan. Inilah wujud Malang yang Mbois dan Berkelanjutan," tutur Raymond.

Dalam kesempatan tersebut, Raymond mengajak untuk memperkuat sinergi, bergerak bersama dari hulu ke hilir. Dari rumah tangga hingga industri. Berkolaborasi demi masa depan Malang Raya yang lestari. (Ans)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DLH Sambut Pengembangan Ekonomi Sirkular pada Pengelolaan Sampah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now