Banner Iklan

Menuju Adiwiyata Mandiri, SMAN 1 Purwosari Perkuat Budaya Lingkungan dan Bina Sekolah Lain

Anis Hidayatie
09 Februari 2026 | 14.25 WIB Last Updated 2026-02-09T07:26:27Z

Kepala SMAN 1 Purwosari Trisnurini Tantrianingrum, Perkuat Budaya Lingkungan dan Bina Sekolah Lain

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM:  Komitmen menjaga budaya lingkungan terus diperkuat oleh SMAN 1 Purwosari. Sekolah yang telah lama menyandang status Adiwiyata Nasional ini kini bersiap melangkah menuju Adiwiyata Mandiri dengan memperluas pembinaan sekolah lain serta memperkuat kebiasaan hidup ramah lingkungan di kalangan warga sekolah.

Hal tersebut disampaikan Trisnurini Tantrianingrum, S.Pd., M.M saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/2/2026). 

Ia menjelaskan bahwa untuk meraih predikat Adiwiyata Mandiri, sekolah harus memiliki sekolah binaan yang didorong naik status Adiwiyatanya.

“Sekolah yang sudah Adiwiyata Nasional harus memiliki minimal dua sekolah binaan. Tujuannya agar sekolah-sekolah tersebut meningkat statusnya, dari yang belum Adiwiyata menjadi Adiwiyata Kabupaten, lalu Provinsi hingga Nasional,” jelasnya.

Saat ini, SMAN 1 Purwosari bersama pihak terkait telah membina SDN Dawuhan Sengon 1 dan SDN Capang 1. Setelah pembinaan selama sekitar satu tahun, kedua sekolah tersebut berhasil meraih SK Adiwiyata Kabupaten langsung dari Bupati Pasuruan, sebagai bukti peningkatan kesadaran lingkungan di sekolah binaan tersebut.

Menurut Trisnurini, SMAN 1 Purwosari sendiri telah menyandang status Adiwiyata Nasional sejak 2014. Upaya menuju Adiwiyata Mandiri sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 yang membuat banyak program lingkungan terhenti. 

Namun, sekolah kembali mengajukan perpanjangan status Adiwiyata Nasional dan berhasil mempertahankannya.

“Tidak semua sekolah yang mengajukan perpanjangan bisa tetap di level nasional. Ada yang turun menjadi Adiwiyata Provinsi. Alhamdulillah, sekolah kami tetap bertahan di Adiwiyata Nasional,” ungkapnya.

Selain pembinaan sekolah lain, SMAN 1 Purwosari juga aktif menjalankan berbagai program lingkungan.

 Mulai dari pengelolaan sampah, pemanfaatan limbah, hingga pembiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Sekolah juga terlibat dalam program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan dari Dinas Pendidikan Provinsi.

 Dalam program tersebut, lahan sekolah sekitar 900 meter persegi untuk hutan sekolah, untuk lahan yang dimanfaatkan. Juga memiliki 5 kolam ikan dengan luas 357 Meter persegi berisi berisi budidaya ikan, dimanfaatkan siswa untuk kegiatan ketahanan pangan, sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan yang terintegrasi dengan mata pelajaran kewirausahaan (PKWU).

“Adiwiyata bukan lomba tetapi pembiasaan seluruh warga sekolah berbudaya lingkungan. Jadi kebersihan, pengelolaan sampah, dan perawatan tanaman itu harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” tegasnya.

" Direncanakan Juma't 13 Februari sudah program Car Free Day semua siswa, guru dan Tendik tidak ada yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah, jadi sekolah bebas emis dan polusi," imbuh KS Tantri.

Ia menyampaikan, kunci mempertahankan budaya Adiwiyata adalah sosialisasi berkelanjutan kepada seluruh warga sekolah. Tidak hanya siswa, tetapi juga guru dan tenaga kependidikan harus konsisten menjaga kebersihan, mematuhi tata tertib, serta aktif dalam program lingkungan.

Dengan berbagai upaya tersebut, SMAN 1 Purwosari optimistis dapat melangkah menuju Adiwiyata Mandiri, sekaligus menjadi contoh sekolah berbudaya lingkungan yang berkelanjutan di wilayah Pasuruan dan sekitarnya. ANS


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menuju Adiwiyata Mandiri, SMAN 1 Purwosari Perkuat Budaya Lingkungan dan Bina Sekolah Lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now