Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Waspadai 34 Gempa Susulan Pacitan, Tekankan Urgensi Kesiapsiagaan Bencana

Anis Hidayatie
07 Februari 2026 | 07.00 WIB Last Updated 2026-02-07T00:01:09Z

 


SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai rangkaian 34 gempa susulan pascagempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Pacitan sebagai alarm serius bagi kesiapsiagaan bencana, khususnya di kawasan selatan Pulau Jawa yang dikenal rawan aktivitas seismik.

Menurut Lia, meskipun gempa utama maupun susulan dilaporkan tidak berpotensi tsunami, dampak kerusakan bangunan serta adanya korban luka menunjukkan pentingnya kesiapan infrastruktur, sistem mitigasi, serta perlindungan warga yang lebih optimal.

“Rentetan gempa susulan ini harus menjadi peringatan keras. Kesiapsiagaan bencana tidak boleh bersifat reaktif, tetapi harus dibangun secara sistematis dan berkelanjutan,” ujar Lia dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Jumat malam tercatat 34 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M4,2 dan terkecil M2,1. Gempa utama terjadi pukul 01.06 WIB dengan pusat gempa berada di laut sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan pada kedalaman 58 kilometer.

BMKG juga melaporkan sejumlah dampak kerusakan yang meliputi rumah warga, fasilitas pemerintah, tempat ibadah, sarana pendidikan, serta fasilitas kesehatan di wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain kerusakan material, puluhan warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Lia mendorong penguatan langkah mitigasi bencana secara komprehensif, mulai dari audit ketahanan bangunan, kesiapan jalur evakuasi, hingga peningkatan edukasi kebencanaan bagi masyarakat.

“Wilayah selatan Jawa berada di zona rawan gempa. Karena itu, mitigasi harus menjadi prioritas, bukan hanya setelah bencana terjadi, tetapi jauh sebelum itu,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BMKG, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar respons kebencanaan dapat berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi.

“Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan warga, baik dalam fase tanggap darurat maupun proses pemulihan pascabencana,” pungkas Lia.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Waspadai 34 Gempa Susulan Pacitan, Tekankan Urgensi Kesiapsiagaan Bencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now