Banner Iklan

Diklat PPIH Jawa Timur 2026 Ditutup, Kementerian Haji dan Umrah Tekankan Integritas dan Sinergi Pelayanan

Admin JSN
06 Februari 2026 | 19.47 WIB Last Updated 2026-02-06T12:47:43Z


Diklat PPIH Jawa Timur 2026 Ditutup, Kementerian Haji dan Umrah Tekankan Integritas dan Sinergi Pelayanan

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 resmi ditutup pada Jumat sore, 6 Februari 2026. Penutupan kegiatan berlangsung di Gedung Muzdalifah, Embarkasi Surabaya, mulai pukul 15.00 WIB, dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Dr. M. As’adul Anam, M.Ag. Ia mengungkapkan bahwa hingga hari ke-10 pelaksanaan diklat, para peserta masih tampak antusias dan ceria. Menurutnya, kegembiraan tersebut bisa disebabkan oleh berakhirnya rangkaian bimbingan teknis maupun kerinduan peserta untuk kembali ke Tanah Air, yang disambut gelak tawa peserta.

Ia menilai pelaksanaan diklat berjalan dengan sangat baik. Para peserta tidak hanya dibekali materi teknis kepetugasan, tetapi juga pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) serta berbagai materi pendukung lain yang relevan dengan tugas petugas haji. Semangat peserta semakin terasa saat yel-yel “Siapa kita? Petugas Haji Indonesia!” digelorakan dan disambut tepuk tangan meriah.

Dr. As’adul Anam menjelaskan bahwa materi diklat disusun secara komprehensif, mencakup materi utama dan tambahan dengan fasilitator yang kompeten di bidangnya. Tingkat kehadiran peserta mencapai 99,9 persen dan seluruh peserta diharapkan dapat lulus. Aspek kesehatan peserta juga menjadi perhatian, mulai dari layanan kesehatan, perbaikan konsumsi, kamar, dan air bersih, hingga penggantian pendingin ruangan dengan AC portable. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, RS Haji, Kodim dan unsur TNI, perguruan tinggi keagamaan (PTKIN) beserta para profesor dan fasilitator, Balai Diklat Keagamaan (BDK), serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya diklat.

Terkait rekrutmen petugas, Dr. As’adul Anam menjelaskan bahwa penjaringan tahun ini dilakukan secara terarah. Setiap peserta memiliki penanggung jawab atau “rumah rekomendasi” yang berasal dari organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, bupati, maupun gubernur. Skema ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat saling membantu, melindungi, dan berpartisipasi. Jumlah peserta diklat tercatat sebanyak 670 orang, terdiri atas 116 Ketua Kloter, 116 Pembimbing Ibadah, 232 Tenaga Kesehatan, dan 162 Petugas Haji Daerah (PHD).

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Hj. Kiki Dwi Anggraeni. Ia mengakui bahwa kelelahan dan keluhan secara manusiawi tentu ada, namun seluruh tenaga kesehatan tetap berupaya menjalankan tugas dengan hati yang senang. Menurutnya, jiwa pengabdian yang tinggi menjadi kekuatan tenaga kesehatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan melalui diskusi dan kerja sama. Ia juga menyampaikan salam serta dukungan dari Gubernur Jawa Timur, sekaligus doa agar seluruh petugas diberi kekuatan, kesehatan, dan keselamatan sebagai tamu Allah SWT serta mampu menjadi teladan bagi jamaah.

Kesan dan pesan peserta disampaikan oleh Dr. H. Sugiyo, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Provinsi Jawa Timur. Ia mengapresiasi pelaksanaan diklat yang dinilainya luar biasa. Mengutip ungkapan pemateri, “sing penting mlebu” serta filosofi bahwa hidup masih koma, belum titik, sambutannya disambut tepuk tangan peserta.

Ia menilai kualitas pemateri sangat baik, konsumsi terjaga, serta panitia bekerja penuh dedikasi dan keakraban. Keberhasilan diklat, menurutnya, tercermin dari kebahagiaan peserta, bahkan dari dokumentasi video yang beredar tidak tampak adanya peserta yang sakit. Sesi ini ditutup dengan yel-yel apresiasi untuk panitia dan Kementerian Haji dan Umrah yang disambut antusias peserta.

Pengarahan sekaligus penutupan resmi disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Dr. H. Abdul Haris, M.Ag. Ia menyampaikan bahwa suasana kebersamaan dan kebahagiaan membuat rangkaian diklat terasa singkat. Ia mengingatkan bahwa setiap peristiwa memiliki sebab, dan tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Mengutip maqolah Sayyidina Ali, ia menyampaikan bahwa doa yang belum dikabulkan bisa jadi diganti Allah SWT dengan sesuatu yang lebih baik.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan bimbingan di wilayah, integritas petugas, serta sinergi antarbidang, khususnya antara pembimbing ibadah dan tenaga kesehatan. Ia juga menyampaikan informasi dari Pemerintah Arab Saudi terkait kewajiban penyelesaian dam bagi jamaah yang telah memproses visa. Pesan utama yang dirangkum dalam satu kata, “mabrur”, dimaknai sebagai mabrur, amanah, berintegritas, ramah, unggul, dan responsif, sekaligus menjaga wibawa bangsa Indonesia. Ia mengingatkan agar petugas selalu sigap dan tidak lalai, termasuk dalam penggunaan gawai saat jamaah membutuhkan pelayanan.

Menutup arahannya, Dr. Abdul Haris mengajak seluruh petugas untuk menanamkan niat ikhlas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu Allah SWT. Acara kemudian ditutup secara resmi dengan pelepasan tanda peserta secara simbolik kepada lima orang perwakilan, dilanjutkan doa yang dipimpin oleh H. Gartaman.


Pewarta: Refan Purba


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diklat PPIH Jawa Timur 2026 Ditutup, Kementerian Haji dan Umrah Tekankan Integritas dan Sinergi Pelayanan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now