Banner Iklan

UMM Terapkan OSCE Mini Hospital untuk Uji Kesiapan Mahasiswa Keperawatan

Rahmani Hafidzi
05 Januari 2026 | 19.12 WIB Last Updated 2026-01-05T12:12:31Z

Foto: Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM — Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerapkan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis mini hospital sebagai bagian dari penguatan standar kompetensi lulusan. Ujian keterampilan klinis tersebut dilaksanakan di Gedung Kuliah Bersama (GKB V), fasilitas baru UMM yang dirancang menyerupai lingkungan rumah sakit.

OSCE digunakan sebagai metode evaluasi untuk mengukur kesiapan mahasiswa keperawatan sebelum terjun ke dunia kerja. Tidak hanya keterampilan teknis, ujian ini juga menilai kemampuan komunikasi terapeutik, berpikir kritis, penalaran klinis, serta pengambilan keputusan dalam situasi darurat.

Selama ujian berlangsung, mahasiswa mengikuti alur simulasi dengan berpindah dari satu station ke station lain sesuai skenario klinis yang telah ditetapkan. Setiap station merepresentasikan kondisi layanan kesehatan nyata, mulai dari kegawatdaruratan, perawatan luka, pemeriksaan fisik menyeluruh, penyuluhan kesehatan, hingga penanganan pasien dengan penyakit kronis, maternitas, dan pediatri.

Kepala Departemen Keperawatan Gawat Darurat UMM, Indah Dwi Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Ng., menilai OSCE berbasis mini hospital memberikan pengalaman yang lebih realistis bagi mahasiswa.

“Mahasiswa dilatih menghadapi kondisi kritis, berkomunikasi di bawah tekanan, dan melakukan tindakan klinis dengan mengutamakan keselamatan pasien. Ini menjadi bekal penting sebelum mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, station kegawatdaruratan dirancang menyerupai Instalasi Gawat Darurat (IGD), lengkap dengan simulasi resusitasi jantung paru, penanganan trauma, triase bencana, hingga stabilisasi perdarahan dan kerja tim keperawatan.

Pelaksanaan OSCE didukung fasilitas GKB V yang dilengkapi laboratorium keperawatan terintegrasi, manekin digital multiprogram, mini ICU, sistem pemantauan berbasis kamera, serta simulasi rekam medis elektronik.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D., mengatakan OSCE merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan, bukan sekadar ujian praktik.

“Kami ingin memastikan lulusan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki kompetensi klinis dan empati yang dibutuhkan di dunia kerja, baik nasional maupun internasional,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan penguji dari berbagai bidang keperawatan juga menjadi upaya menjaga objektivitas dan kualitas penilaian.

Melalui penerapan OSCE berbasis mini hospital ini, UMM menegaskan penguatan pendidikan keperawatan berbasis praktik klinis sebagai bagian dari upaya menyiapkan tenaga kesehatan profesional yang siap menghadapi tantangan layanan kesehatan masa depan. (raf)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UMM Terapkan OSCE Mini Hospital untuk Uji Kesiapan Mahasiswa Keperawatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now