Foto: Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D
MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D menyebut perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya (UB) di Gedung Samantha Krida, Senin (5/1/2026).
Menurut Yassierli, perubahan lanskap ketenagakerjaan, baik di tingkat nasional maupun global, berdampak langsung pada kompetensi yang harus disiapkan oleh perguruan tinggi. Karena itu, kampus dinilai memiliki posisi penting dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Apa yang saya sampaikan lebih kepada mengingatkan dan memperkuat bahwa perguruan tinggi harus terus berbenah dalam menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.
Ia menyoroti masih adanya ketimpangan antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri atau mismatch skill yang menjadi tantangan bersama. Dalam konteks tersebut, Yassierli menilai peran perguruan tinggi, termasuk UB, sangat signifikan dalam mendukung penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional.
Baca Juga : Dies Natalis ke-63 UB Tekankan Dampak Nyata, MWA Gelar Sidang Terbuka
Pada kesempatan yang sama, Yassierli juga menjelaskan program magang nasional Kementerian Ketenagakerjaan yang menargetkan 100 ribu lulusan perguruan tinggi setiap tahun. Program ini tidak ditujukan untuk kampus tertentu, melainkan terbuka bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Program magang ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi dunia kerja melalui pengalaman langsung selama enam bulan,” katanya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini target 100 ribu peserta magang telah terpenuhi, dengan penempatan di sektor industri maupun instansi pemerintah. Meski tidak disertai kewajiban perusahaan untuk merekrut peserta magang, peluang penyerapan tetap terbuka bagi peserta yang menunjukkan kinerja baik.
Yassierli juga menyinggung dampak perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap dunia kerja. Menurutnya, AI tidak sepenuhnya menggantikan tenaga manusia, tetapi justru membuka peluang lahirnya jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan digital.
Ia berharap perguruan tinggi mampu merespons kebutuhan tersebut dengan menyiapkan lulusan yang adaptif, termasuk dalam penguasaan teknologi dan keterampilan digital, guna mendukung penyerapan tenaga kerja secara berkelanjutan. (raf)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?