Banner Iklan

Dies Natalis ke-63 UB Tekankan Dampak Nyata, MWA Gelar Sidang Terbuka

Rahmani Hafidzi
05 Januari 2026 | 12.06 WIB Last Updated 2026-01-05T07:04:35Z

Foto: Dies Natalis Universitas Brawijaya yang ke-63 

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM — Universitas Brawijaya (UB) menggelar Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) dalam rangka Dies Natalis ke-63, Senin (5/1/2026). Bertempat di Gedung Samantha Krida, agenda tahunan ini menjadi panggung refleksi kinerja sekaligus penegasan arah UB sebagai perguruan tinggi yang tak hanya tumbuh secara institusional, tetapi juga memberi dampak konkret bagi masyarakat.

Sidang dihadiri jajaran Majelis Wali Amanat, pimpinan universitas, senat akademik, sivitas akademika, serta tamu undangan lintas sektor. Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., turut hadir dan menyampaikan orasi ilmiah.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, menyebut peringatan tahun ini dirancang tidak sekadar seremonial. Sebanyak 16 kegiatan telah digelar, mencakup bidang akademik, kemahasiswaan, internasionalisasi, sosial, seni budaya, lingkungan, hingga olahraga.

“Kami ingin Dies Natalis benar-benar terasa manfaatnya, tidak berhenti pada perayaan simbolik,” ujarnya. Ia menambahkan, UB tahun ini menonjolkan kegiatan sosial budaya seperti Nguri-nguri Pawon dan Kenduri sebagai upaya merawat nilai lokal di tengah dinamika kampus modern.

Dalam sidang tersebut, UB juga menganugerahkan UB Lifetime Achievement kepada sejumlah sivitas akademika yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa, khususnya pada level internasional. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap capaian riset, publikasi ilmiah, sitasi, serta keberhasilan memperoleh pendanaan riset bereputasi.

Pada kategori Pejuang Kemanusiaan, penghargaan diberikan kepada dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM, KPEC, FICEP; Dr. dr. Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat, M.Kes., Sp.OT; serta Dr. dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp.An-TI, Subsp.M.N.(K), FIPP dari Fakultas Kedokteran. Ketiganya dinilai aktif berkontribusi dalam layanan kesehatan dan misi kemanusiaan.

Sementara kategori Peneliti Bereputasi Internasional dianugerahkan kepada Prof. Dr. Sujarwoto, S.IP., M.Si., M.P.A. dan Dr. Holipah, Ph.D. atas capaian riset berdaya saing global dengan perolehan dana penelitian tertinggi. Adapun kategori Pengembangan Pengetahuan melalui Publikasi diraih Prof. Dr. Ir. Femiana Gapsari, M.F., S.T., M.T., sedangkan kategori Inovasi dan Hilirisasi Riset diberikan kepada Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, M.Sc., Ph.D. atas paten yang telah dimanfaatkan dan menghasilkan royalti bagi UB.

Sidang Pleno Terbuka MWA juga diisi dua orasi ilmiah. Prof. Dr. Sujarwoto mengangkat tema transformasi pelayanan publik menuju Indonesia yang lebih adil dan makmur. Sementara Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, menyoroti tantangan pasar kerja nasional dan menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga kerja profesional yang adaptif terhadap perubahan.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-63 ini, UB menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing, relevan, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional. (raf) 



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dies Natalis ke-63 UB Tekankan Dampak Nyata, MWA Gelar Sidang Terbuka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now