Banner Iklan

Peringatan Isra' Mikraj di Masjid Al-Fath: Ajak Umat Meneladani Rasulullah dan Masjid sebagai Pusat Peradaban

26 Januari 2026 | 16.00 WIB Last Updated 2026-01-26T09:32:37Z

MALANG | JATIMSATUNEWS .COM – Gelar Peringatan Isra’ Mikraj, Takmir Masjid Al-Fath Ajak Ummat Meneladani Perjalanan Spiritual Rasulullah dan Memakmurkan Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat.

Masjid Al Fath Perumahan Karang Ploso View (KPV Malang) pada Sabtu malam, (24/01/2026) menggelar acara  pengajian akbar dalam rangka memperingati Hari Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah.  Kegiatan diselenggarakan oleh Ta’mir Masjid Al Fath bekerja sama dengan TPQ Nurul Iman dan terbuka untuk umum. Tema pada pengajian tahun ini adalah “Peringatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad, Sebagai Momentum Untuk Memperkuat Keimanan, Meningkatkan Kualitas Shalat, Serta Meneladani Perjalanan Spiritual Rasulullah”.

Tausyiah dari Habib Umar bin Idrus al-Khirid
Tausyiah dari Habib Umar bin Idrus al-Khirid

Acara dibuka dengan lantunan tilawah Al-Quran dan saritilawah oleh santri TPQ. Acara inti pengajian umum oleh Habib Umar bin Idrus al-Khirid. Pada acara ini seluruh jama’ah yang hadir diajak untuk menelusuri lorong waktu saat Rasulullah menjalani Amul Huzni atau tahun kesedihan. Habib Umar dengan apik menjelaskan latar belakang sosiologis dan psikologis terjadinya salah satu mukjizat terbesar sepanjang masa, yaitu peristiwa Isra’ dan Mikraj. 

Tahun ke-10 kenabian, Rasulullah  kehilangan dua sosok yang paling dikasihi sekaligus penjaga bagi dakwahnya. Wafatnya paman tercinta, Abu Thalib yang selama ini pasang badan menjadi benteng politik. Disusul wafatnya Khadijah Al-Kubra, yang merupakan istri, sekaligus perisai jiwa dan harta,  tempat Rasulullah mengadukan segala resah. Belum kering air mata karena kesedihan kehilangan dua “sayap pelindung”, peristiwa Thaif menyusul. Ketika Rasulullah mencari suaka dakwah ke kota Thaif, para pemimpin Thaif mengusir Nabi, anak-anak kecil serta budak untuk melempari Nabi dengan batu sepanjang jalan.

"Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahan kekuatanku, kekurangan siasatku, dan kehinaanku di hadapan manusia. Wahai Dzat Yang Paling Penyayang, Engkau adalah Rabb orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Rabb-ku. Kepada siapa Engkau hendak menyerahkan aku? Kepada orang jauh yang membenciku, atau kepada musuh yang Engkau beri kuasa atasku? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli..." (HR. Thabrani).

Jika kita baca doa Rasulullah tersebut, tersirat makna total surrender. Rasulullah pasrah, melepaskan, menghadapi realitas, dengan lapang dada. Dan pada titik nadzir inilah Allah SWT Allah memberikan hadiah berupa peristiwa Isra’ Mikraj. Perjalanan saat Allah menjemput kekasih-Nya, dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha untuk bertemu langsung dengan-Nya. Perjalanan yang dilakukan Rasulullah Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa merupakan bagian dari perjalanan untuk menghibur Rasulullah atas kesedihan yang telah dialami. Melalui peristiwa ini para hadirin dapat mengambil beberapa pelajaran berharga. Tiada kemuliaan tanpa ujian, sholat adalah obat, dan selama kita mengingat maka Allah senantiasa dekat. 

Jamaah kajian memperingati Isra' Mikraj
Jamaah kajian memperingati Isra' Mikraj

Acara peringatan Isra’ Mikraj juga diisi dengan tampilan Tim Hadrah Remaja Masjid Al-Fath yang melantunkan seni hadrah dan sholawat. Penampilan hadrah para remaja masjid ini menyedot atensi para jama’ah, sebagian ikut bersenandung sholawat. Hal ini menunjukkan bahwa hadrah bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan upaya menghadirkan dan mengajak umat untuk berkumpul dalam bingkai spiritualitas Islam. Penampilan para remaja ini seolah mengingatkan bahwa masjid bukan sekadar tempat sholat, melainkan pusat peradaban dan pemberdayaan umat. Masjid selain untuk ibadah ritual, balai musyawarah, pusat pendidikan, pengadilan, sekaligus tempat pemberdayaan keterampilan, termasuk berbagai kegiatan seni Islami. Masjid adalah jantung peradaban umat Islam. Oleh karena itu, setelah acara pengajian, bapak Benny Afawadzi selaku  ketua takmir masjid Al-Fath menyampaikan, bahwa masjid Al Fath senantiasa dan terus berbenah. Pengurus takmir terbuka atas segala kritik dan masukan membangun demi kebaikan ummat.


Penulis: Siska Andiati
Redaktur: Huda


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peringatan Isra' Mikraj di Masjid Al-Fath: Ajak Umat Meneladani Rasulullah dan Masjid sebagai Pusat Peradaban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now